Sarapan itu penting!





Tahun ini merupakan kali kedua program Pekan Sarapan Nasional (PESAN) digelar. Dengan melibatkan pemerintah dan pihak swasta diharapkan agar pesan dari program ini tersampaikan ke seluruh lapisan masyarakat. Dr. Ir. Dodik Briawan, MCN selaku Ketua Panitia Pekan Sarapan Nasional 2014 menyampaikan, bahwa seluruh stakeholder membantu dalam menyebarluaskan pesan pentingnya sarapan sebelum memulai aktifitas. “Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah Depok, Pergizi Pangan Indonesia, dan Persagi Depok menjadi panitia terlaksananya PESAN 2014. Pada tahun ini, sengaja kami selenggarakan di kota Depok, agar dapat mengembangkan gerakan ini ke daerah-daerah,” kata Dodik.

 

 

Sarasehan Pekan Sarapan Nasional 2014 yang diadakan pada Selasa (18/2) di Gedung Balai Kota Depok ini diikuti 300 peserta yang salah satunya terdiri dari guru dan murid Sekolah Dasar. Pada kesempatan ini, para peserta diajak untuk sarapan dengan tidak mengonsumsi nasi (beras) tetapi dengan nasi jagung sebagai pengganti sumber karbohidrat. “Selama 40 tahun terakhir Indonesia mengalami distorsi pola makan. Dulu terbiasa mengonsumsi singkong, jagung, talas, dan sagu tapi saat ini budaya tersebut perlahan menghilang dan sebanyak 85% masyarakat lebih memilih mengonsumsi nasi,” tutur Dr. Nur Mahmudi, M. Sc, Walikota Depok.

 

“Oleh sebab itu, Pekan Sarapan Nasional 2014 ini mari kita isi dengan One day No rice. Ganti nasi dengan  nasi jagung yang Indeks glikemiknya lebih rendah. Di Indonesia sendiri, terdapat 77 macam sumber karbohidrat, yang dapat menggantikan nasi tersebut. Diantaranya, jagung, singkong, ubi, bekatul, kentang, talas dan sagu, ” tambah Nur.

 

Upaya yang dilakukan oleh beberapa pihak dengan menyelenggarakan gerakan ini untuk menyadarkan bahwa kesehatan dan produktifitas tubuh  didukung oleh frekuensi asupan makanan. Menurut Dr. Anung Sugihantono, M.   Kes,Dirjen Bina Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan, dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia sebagai basis daya saing di masa yang akan datang, yaitu salah satunya dengan meningkatkan status gizi masyarakat.

 

“Semoga ke depannya sarapan dijadikan sebuah kebiasaan dan inisiasi dalam kebijakan-kebijakan publik dapat mendukung gerakan ini,” tutup Anung. K-17

Artikel Lainnya

  • Jul 24, 2018

    Tren Keju dalam Produk Pangan Indonesia

    Tren keju seakan tidak pernah ada habisnya. Meskipun bukan produk dan ingridien asli Indonesia, tetapi masyarakat Indonesia sangat akrab dengan cita rasa keju di berbagai produk pangan. Meningkatnya animo pasar dengan keju ini tentu harus disambut dengan inovasi produk pangan yang inovatif.  ...

  • Jul 16, 2018

    Promosi Hotel, Restoran dan Katering Indonesia dengan Kopi

    Keberhasilan Pameran Hotelex yang telah diselenggarakan di sepuluh negara Asia menjadi salah satu alasan kuat PT Pamerindo Indonesia untuk mengadakan Pameran Hotelex Indonesia pada 18-20 Juli 2018 mendatang di Jakarta International Expo. "Pameran ini merupakan pameran business to business. Kami harapkan Pameran Hotelex Indonesia akan dikunjungi oleh lebih dari 12.000 pengunjung yang merupakan para pelaku industri hotel, restoran dan katering," tutur Project Director PT Pamerindo Indonesia, Wiwik Roberto dalam konferensi pers Hotelex Indonesia di Jakarta pada 6 Juli 2018. ...

  • Jun 29, 2018

    Tepat Menggunakan Rempah

    Berbagai rempah memiliki variasi komponen kimiawi yang berperan dalam pembentukan profil flavornya....

  • Jun 28, 2018

    Manfaat Rempah Bagi Kesehatan

    Berbagai rempah dan bumbu dapur yang selama ini dekat dengan...

  • Jun 27, 2018

    Mengenal Kunyit

    Kunyit merupakan salah satu suku tanaman temu-temuan (Zingiberaceae)....