Buavita Kembali Gelar Frutarian Challenge





Bertempat di atrium Cilandak Town Square pada Sabtu, 11 Januari lalu Buavita menggelar kelanjutan dari kampanye Buavita frutarian dengan melibatkan salah satu Endroser Frutarian, yakni Chef Edwin Lau. Dalam acara tersebut frutarian dapat langsung mendapatkan inspirasi serta tips untuk mengolah makanan sehari-hari yang lebih menyehatkan.

 

Banyak yang menilai bahwa menjalani pola makan yang baik menghalangi kita untuk menikmati aneka ragam kuliner karena makanan yang menyehatkan identik dengan rasa yang hambar. Padahal dengan dikreasikan menu tersebut akan lebih menggugah selera. “Pola makan yang baik dan benar itu mengandung unsur 5B, yaitu : berimbang nutrisinya, bergizi, beragam, bersih dan berkomitnen. Poin terakhir menjadi sangat penting, karena setelah kita memiliki pengetahuan mengenai bahan makanan yang bergizi serta bagaimana cara mengolah dan mengkombinasikannya agar menjadi menu yang bergizi seimbang dan aman dikonsumsi,” tutur Chef Edwin Lau.

Acara tersebut dihadiri oleh sekelompok ibu frutarian yang sudah tergabung dalam kelompok Healthy Eating, kelompok ini dipilih karena tidak bisa dipungkiri bahwa sosok ibu merupakan panutan bagi keluarga dalam hal menerapkan pola makan. Dalam kesempatan itu pula Chef Edwin Lau dengan piawai mendemontrasikan 2 resep, yaitu Tofu Berry dan Cranberry Beet Soup. Kedua resep itu menggunakan bahan yang memiliki ragam manfaat untuk tubuh serta mudah untuk diaplikasikan di rumah.

“Aktifitas ini merupakan salah satu dari banyak keseruan rangkaian kampanye Buavita Frutarian. Dengan bimbingan para endorser frutarian yang inspirasional, diharapkan semakin banyak masyarakat akan terinpirasi untuk memulai pola hidup yang lebih baik lagi,” ungkap Arya Bahupringga, Senior Brand Manager Buavita. K-15

Artikel Lainnya

  • Mar 21, 2019

    Tepat Menyimpan Produk Bakeri

    Teknik pendinginan merupakan metode yang sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Prinsipnya sangat sederhana, yakni menghambat pertumbuhan mikroba. Aplikasi penurunan suhu ini sangat luas digunakan dalam berbagai produk pangan, termasuk produk bakeri seperti kue,roti, patiseri, dan lainnya.   ...

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...