Edukasi Keamanan Pangan Melalui Program Chefmanship Academy





Unilever Food Solutions (UFS) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dari Kementerian Kesehatan dan BPOM RI mengadakan program edukasi melalui pelatihan komprehensif mengenai keamanan pangan untuk para operator rumah makan bertaraf sederhana.

 

“Chefmanship Academy merupakan salah satu pelayanan yang dipersiapkan oleh Unilever Foods Solutions untuk membantu para konsumennya mengembangkan bisnis mereka.Topik keamanan pangan dipilih karena kebutuhan yang tinggi, terutama bagi rumah makan bertaraf sederhana yang kurang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam permasalahan keamanan pangan,” jelas Adam Djokovic, Mananging Director Unilever Food Solutions pada acara pers conference Chefmanship Academy di Balai Kartini pada Rabu, 12 Desember 2013.

 

Data dari BPOM menyebutkan bahwa 51% dari outlet horeka tidak memenuhi keamanan pangan. Acara yang bertujuan menyadarkan sekaligus meningkatkan keahlian para operator dalam menjaga keamanan pangan ini dihadiri oleh 500 operator jasa boga.

 

Dalam seminar ini, UFS ingin menyuarakan keamanan pangan dalam lima langkah mudah yang dapat memberikan perbedaan besar, diadaptasi dari BPOM dan WHO, antara lain :

1.       Jagalah kebersihan diri, terutama tangan, area dapur dan peralatan memasak

2.       Pisahkan pangan mentah dari pangan matang

3.       Masaklah dengan benar

4.       Jagalah pangan pada suhu aman

5.       Gunakan air bersih dan bahan baku yang aman

 

 

Menjaga keamanan pangan sebenarnya bukan hal yang sulit, namun operator harus disiplin dalam menerapkan lima langkah mudah tersebut, karena ini merupakan hal dasar yang harus diperhatikan oleh operator pada saat menyiapkan pangan untuk menghindari kontaminasi dari bakteri serta mikroba yang berbahaya,” jelas Chef Vindex Tengker selaku Brand Ambassador Unilever Food Solutions. Kiki

Artikel Lainnya

  • Ags 02, 2019

    Bahan Pangan Pembentuk Rasa Umami

    Awalnya, manusia hanya mengenal empat rasa dasar, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Namun sejak seratus tahun yang lalu telah ditemukan komponen rasa dasar kelima, yakni umami. Untuk lebih mempermudah mendeskripsikan rasa umami, sering digunakan istilah ‘gurih’. Keberadaan umami sangat penting dalam menciptakan rasa yang enak. ...

  • Ags 02, 2019

    Peluang Bisnis Pasta di Industri Kuliner Indonesia

    Tren kuliner sangat mudah masuk dan berkembang dari satu negara ke negara lain akibat banyak faktor, salah satunya pertukaran budaya. Semakin berkembangnya dunia kuliner juga menjadikan para pelaku industri ini saling berlomba-lomba menghadirkan inovasi dari tren-tren yang ada. Menggabungkan masakan dari luar negeri dengan bahan-bahan khas negeri sendiri sudah banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu masakan khas negara lain yang dipadu-padankan dengan ingridien khas nusantara ialah olahan pasta.    Terdapat berbagai macam olahan pasta, seperti lasagna, fettucine, makaroni keju, dan spagheti. Meskipun olahan pasta ini disukai hampir semua golongan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun masih jarang pelaku bisnis kuliner menengah ke bawah yang menyediakan menu pasta.    “Olahan pasta di kalangan masyarakat kita dianggap sebagai masakan yang mewah, mahal, pembuatannya ribet, sehingga minim penjual. Padahal kenyataannya, pembuatan olahan pasta cukup mudah, harga bahan-bahannya juga cukup terjangkau dan pastinya mudah didapatkan. Selain itu, olahan pasta bisa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dengan menambah bahan-bahan yang kita punya, seperti spagheti rasa kari dan rendang, makaroni tuna, dan sebagainya,” terang Pasta Expert, Chef Ade Rachmat dalam Pelatihan Usaha Kuliner Pasta yang diselenggarakan oleh Indofood, bertempat di Bogor pada 1 Agustus 2019.   Pelatihan Usaha Kuliner Pasta ini sudah diadakan sejak 1 Juli lalu dan berakhir pada hari ini (1/8), dengan menghadirkan 34 peserta yang bergerak dalam bidang kuliner untuk mengikuti pelatihan memasak olahan pasta secara gratis.    Meskipun terbilang cukup mudah, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam mengolah pasta. “Terdapat beberapa hal penting dalam mengolah pasta agar menjadi olahan yang istimewa, antara lain cara memasak, tingkat kematangan, proses penirisan, penyimpanan pasta kering, dan penyimpanan pasta matang harus diperhatikan. Selain itu, pilih bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan biaya, namun tentunya tidak boleh mengesampingkan kualitas. Bahan-bahan yang dirasa cukup mahal bisa disubtitusi dengan bahan lain yang memiliki funsgi sama namun lebih terjangkau,” jelas Ade. KI-37 ...

  • Ags 01, 2019

    Tips Menurunkan Penggunaan Garam

    Penggunaan garam secara berlebihan berpotensi mendatangkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.  Pembatasan asupan garam tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan, di antaranya: i) memodifikasi penggunaan garam dapur, menggunakan bumbu dan rempah-rempah seperti seledri, daun bawang, daun salam, untuk meningkatkan cita rasa masakan tanpa harus menambah garam; ...

  • Jul 31, 2019

    Cara Bijak Mengonsumsi dan Menyiapkan Menu Berbasis Daging

    Mengonsumsi daging diusahakan tidak setiap hari untuk menghindari penumpukan lemak jenuh dan kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi daging harus diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi daging sebaikya berganti-ganti antara daging sapi dan ayam (unggas). Sebagian ahli mengatakan daging putih lebih sehat daripada daging merah. Daging yang dimasak secara matang lebih mudah dicerna dibandingkan daging setengah matang.   ...

  • Jul 30, 2019

    Ragam Kondimen Pendamping Masakan Daging

    Selain bumbu yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masakan, juga terdapat bahan-bahan yang menjadikan masakan tersebut kurang lengkap jika tidak menggunakannya. Bahan-bahan tersebut ialah kondimen, yang merupakan bahan makanan yang berjumlah sedikit dan berfungsi sebagai pelengkap maupun penyerta hidangan. ...