Mewujudkan Konsumen Cerdas dalam Sistem Ketahanan Pangan





Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi dengan layak. Berbagai kebijakan yang kurang tepat justru membuat ketahanan pangan semakin terpuruk. Hal ini memberikan imbas secara langsung terhadap perekonomian nasional. Ketahanan pangan berkaitan erat dengan sektor pertanian. Meskipun sektor pertanian dianggap kurang menguntungkan dan kurang menarik bagi para pemuda, tetapi sektor pertanian memegang peranan penting untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Upaya mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan memerlukan kerja sama dari berbagai pihak. Koordinasi antara pemerintah, pengusaha, akademisi, dan masyarakat sebagai konsumen harus selalu dijaga untuk menghasilkan tindakan yang sinergis dan menguntungkan semua pihak. Dalam rangka menjaring aspirasi berbagai stakeholder dalam hal ketahanan pangan, Indofood mengadakan simposium pangan nasional bertajuk “Penguatan Mata Rantai Ketahanan Pangan yang Mandiri dan Berdaulat” pada 2-3 Desember 2013 lalu di Jakarta.

Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Huzna Gustiana Zahir dalam acara itu mengatakan, masyarakat sebagai konsumen memegang peranan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan. Edukasi terhadap masyarakat menjadi salah satu cara untuk mewujudkan konsumen cerdas. Konsumen cerdas akan teliti sebelum membeli dan mengkonsumsi barang. Selain itu konsumen cerdas juga akan lebih mengutamakan efek jangka panjang seperti aspek lingkungan, kesehatan, pertimbangan terhadap produk lokal, aspek hukum, aspek ekonomi, dan berbagai klaim lainnya. “Konsumen jangan hanya didorong untuk belanja, karena perilakunya akan berdampak luas terhadap kondisi masyarakat dan perekonomian nasional," tegas Huzna. hesti

 

Artikel Lainnya