Gunakan Kemasan Pangan yang Food Grade



Pangan merupakan kebutuhan yang fundamental, karena setiap orang membutuhkannya. Namun di jaman yang semakin maju ini, produk pangan yang diinginkan tidak lagi sekadar mengenyangkan, namun juga harus yang aman, menyehatkan, dan halal. Dalam hal keamanan pangan, salah satu faktor penentunya adalah bahan kemasan yang digunakan.

Masalah keamanan keamanan kemasan pangan di Indonesia berhembus seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen akan pangan yang aman dan menyehatkan. Di Indonesia banyak produk pangan yang dibungkus dengan menggunakan koran, kantong plastik hitam, dan kertas daur ulang yang tidak mendapatkan perlakuan khusus untuk menjaga keamanan pangan. Hal itu mengemuka dalam seminar Keamanan Kemasan Pangan Indonesia yang diselenggarakan oleh APP Sinar Mas di Jakarta pada 12 Nopember lalu.

Perkembangan positif industri pangan akan berdampak positif pula bagi industri pengemasan. Bussiness Development Director, Indonesia Packaging Federation Ariana Susanti mengatakan, kemasan tidak hanya berfungsi untuk melindungi makanan atau minuman yang ada di dalamnya, tetapi juga menjadi daya tarik produk. “Packaging is a silent salesman,” ujar Ariana. Hal ini menegaskan pentingnya kemasan untuk meningkatkan nilai produk di mata konsumen. Kemasan tentunya harus disesuaikan dengan jenis produk. 

Penggunaan bahan baku kemasan non food grade akan mengurangi kualitas makanan. Pengajar Ilmu Pangan IPB Slamet Budiyanto mengatakan, mayoritas kemasan makanan di Indonesia masih menggunakan kemasan non food grade seperti kertas koran, kertas duplex, dan kantong plastik hitam. Ketiga bahan kemasan ini berasal dari daur ulang plastik dan kertas. Bahan baku kertas daur ulang tidak dapat dilacak keberadaannya. Kertas daur ulang berpotensi mengandung logam berat, bahan kimia organik, dan kemungkinan berasal dari proses de-inking yang tidak sempurna serta tidak mendapat perlakuan khusus untuk mengemas makanan. hesti

Artikel Lainnya

  • Jan 24, 2019

    Tips Bertahan dalam Bisnis Kuliner

    Bisnis kuliner memang menjadi bisnis yang menjanjikan, terlebih lagi kuliner dewasa ini sudah menjadi gaya hidup. Meskipun menjadi bisnis yang amat menjanjikan, bukan berarti tidak ada kendala dan tantangan. Bisnis kuliner tak hanya soal membuat pelanggan datang, namun juga membuat pelanggan datang kembali. Selain kenyamanan tempat, makanan dan minuman yang disuguhkan juga harus memuaskan lidah. Hal-hal tersebut adalah sederet tantangan yang harus dihadapi para pelaku bisnis kuliner. ...

  • Jan 23, 2019

    Mikroba Penyebab Kerusakan Jus Buah

    Umur simpan jus buah dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pemilihan bahan baku, cara pengolahan, peralatan dan mesin pengolahan, pengemasan, serta kondisi penyimpanan. Akan tetapi faktor utama kerusakan jus buah tak lepas dari adanya mikroba penyebab kerusakan. Kandungan zat gizi pada jus buah merupakan tempat hidup yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba, selain itu didukung dengan kadar air yang tinggi dan nilai aktifias air (aw) yang juga tinggi (0,97-1,00). Jenis mikroba umum yang menjadi penyebab kerusakan jus buah yaitu dari golongan bakteri (misalnya E. coli, dan Klebsiella), kapang (misalnya Aspergillus sp.), dan khamir. Bakteri, kapang, dan khamir dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap, toksin, gas, alkohol, busa, lendir, cemaran fisik, perubahan rasa, warna, bentuk dan kekentalan.   ...

  • Jan 22, 2019

    Branding Restoran Masa Kini melalui Teknik Memorable Experience

    Membuat masakan yang enak bukan menjadi satu-satunya modal membangun bisnis resto. Menyajikan makanan terenak sekalipun belum tentu dapat mendatangkan pelanggan yang banyak tanpa strategi pemasaran yang bagus. Strategi pemasaran yang harus dipikirkan oleh resto modern adalah bagaimana menciptakan pengalaman luar biasa yang belum pernah diberikan oleh resto-resto yang sudah ada sebelumnya. ...

  • Jan 21, 2019

    Membuat Roti dengan Teknik Sourdough

    Metode sourdough juga dikenal dengan metode biang, merupakan teknik lawas yang digunakan untuk membuat adonan roti jauh sebelum ditemukannya ragi instan pada tahun 1800-an. Prinsip teknik sourdough adalah membuat adonan biang sebagai starter (seperti starter untuk yoghurt) dan menjadikan biang tersebut sebagai leavening agent dalam adonan roti. Adonan biang tersebut mengandung yeast dan bakteri hidup Lactobacillus yang ditangkap secara alami dari udara dan dari dalam terigu, kemudian dibiakkan secara terus menerus. ...

  • Jan 18, 2019

    Jus VS Buah Segar

    Buah adalah salah satu bahan pangan penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Di dalam buah terkandung sejumlah zat gizi, serat pangan, dan berbagai komponen bioaktif. Terdapat beberapa cara dalam menikmati buah dan sayur. Salah satunya yang cukup populer adalah mengolahnya menjadi jus. ...