Penerapan Gizi Seimbang untuk Mengatasi Kegemukan





Masalah obesitas di Indonesia saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, prevalensi obesitas dominan pada penduduk yang tinggal di perkotaan dengan status ekonomi yang baik. Kegemukan atau obesitas pun memiliki dampak yang negatif bagi kesehatan seseorang, oleh karena itu dibutuhkan perhatian khusus untuk mengatasi masalah ini.

 

 

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menggelar acara Nutrition Skill Training Nutrion Expo yang bertajuk “Bye-Bye Fat, Hello Ideal Body” pada Jumat, 1 Nopember 2013 lalu. Dalam acara ini dr. H. Engkus Kusdinar Achmad dari Universitas Indonesia menjelaskan bahwa kegemukan akan menyebabkan penyakit jantung korener dan stroke yang merupakan penyebab nomor satu kematian, khususnya di Indonesia. Oleh sebab itu, kegemukan harus ditanggulangi untuk mengurangi resiko timbulnya penyakit degeneratif lainnya, seperti hipertensi, kanker dan diabetes.

 

“Kegemukan merupakan status gizi makro yang artinya sebagai kelebihan dari jumlah asupan karbohidrat, protein dan lemak. Selain terlihat secara langsung (klinik) kegemukan juga bisa dilihat secara antropometrik, yaitu dengan mengukur berat dan mengukur linear,” jelas dr. Engkus. Secara definisi kegemukan atau obesitas adalah berlebihnya persen lemak tubuh, lemak tubuh dikatakan berlebih jika mencapai angka lebih dari 25% untuk wanita dan lebih dari 30% untuk pria.

 

Beberapa faktor penyebab kegemukan diantaranya; asupan makanan, pola makan, aktifitas fisik, alkohol, genetik, asupan air, merokok, penyakit neuro-endok dan sebagainya. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan pengaturan gizi seimbang. Gizi seimbang dapat diterapkan sesuai dengan Topi Gizi yang dicanangkan pemerintah pada 2011 lalu yang berisi aneka ragam asupan, jumlah asupan energi, karbohidrat dan lemak, makan pagi, jumlah asupan air, aktifitas fisik, hindari alkohol dan baca label makanan. “Untuk menghindari kegemukan sebaiknya tidak mengonsumsi lemak lebih dari 25% dan jangan pernah meninggalkan makan pagi atau sarapan,” ungkap dr. Engkus.

 

Selain penerapan gizi seimbang olahraga pun sangat berpengaruh dalam mengatasi kegemukan. “Olahraga merupakan kegiatan yang mengeluarkan energi yang dilakukan secara teratur dan terencana,” jelas Mury Kuwari, S. Pd., M.Si. dari Institut Pertanian Bogor. Olahraga juga memiliki beberapa manfaat untuk jantung, tulang, otot, pembuluh darah, paru-paru, metabolisme, dan kebugaran. Bentuk-bentuk latihan menuju berat badan ideal terdiri dari jalan cepat, jogging, latihan kekuatan, bersepeda, berenang, circuit training, skipping, yoga, dan senam aerobik. Kiki

Artikel Lainnya

  • Jan 24, 2019

    Tips Bertahan dalam Bisnis Kuliner

    Bisnis kuliner memang menjadi bisnis yang menjanjikan, terlebih lagi kuliner dewasa ini sudah menjadi gaya hidup. Meskipun menjadi bisnis yang amat menjanjikan, bukan berarti tidak ada kendala dan tantangan. Bisnis kuliner tak hanya soal membuat pelanggan datang, namun juga membuat pelanggan datang kembali. Selain kenyamanan tempat, makanan dan minuman yang disuguhkan juga harus memuaskan lidah. Hal-hal tersebut adalah sederet tantangan yang harus dihadapi para pelaku bisnis kuliner. ...

  • Jan 23, 2019

    Mikroba Penyebab Kerusakan Jus Buah

    Umur simpan jus buah dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pemilihan bahan baku, cara pengolahan, peralatan dan mesin pengolahan, pengemasan, serta kondisi penyimpanan. Akan tetapi faktor utama kerusakan jus buah tak lepas dari adanya mikroba penyebab kerusakan. Kandungan zat gizi pada jus buah merupakan tempat hidup yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba, selain itu didukung dengan kadar air yang tinggi dan nilai aktifias air (aw) yang juga tinggi (0,97-1,00). Jenis mikroba umum yang menjadi penyebab kerusakan jus buah yaitu dari golongan bakteri (misalnya E. coli, dan Klebsiella), kapang (misalnya Aspergillus sp.), dan khamir. Bakteri, kapang, dan khamir dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap, toksin, gas, alkohol, busa, lendir, cemaran fisik, perubahan rasa, warna, bentuk dan kekentalan.   ...

  • Jan 22, 2019

    Branding Restoran Masa Kini melalui Teknik Memorable Experience

    Membuat masakan yang enak bukan menjadi satu-satunya modal membangun bisnis resto. Menyajikan makanan terenak sekalipun belum tentu dapat mendatangkan pelanggan yang banyak tanpa strategi pemasaran yang bagus. Strategi pemasaran yang harus dipikirkan oleh resto modern adalah bagaimana menciptakan pengalaman luar biasa yang belum pernah diberikan oleh resto-resto yang sudah ada sebelumnya. ...

  • Jan 21, 2019

    Membuat Roti dengan Teknik Sourdough

    Metode sourdough juga dikenal dengan metode biang, merupakan teknik lawas yang digunakan untuk membuat adonan roti jauh sebelum ditemukannya ragi instan pada tahun 1800-an. Prinsip teknik sourdough adalah membuat adonan biang sebagai starter (seperti starter untuk yoghurt) dan menjadikan biang tersebut sebagai leavening agent dalam adonan roti. Adonan biang tersebut mengandung yeast dan bakteri hidup Lactobacillus yang ditangkap secara alami dari udara dan dari dalam terigu, kemudian dibiakkan secara terus menerus. ...

  • Jan 18, 2019

    Jus VS Buah Segar

    Buah adalah salah satu bahan pangan penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Di dalam buah terkandung sejumlah zat gizi, serat pangan, dan berbagai komponen bioaktif. Terdapat beberapa cara dalam menikmati buah dan sayur. Salah satunya yang cukup populer adalah mengolahnya menjadi jus. ...