Himaghita Festival 2013 Kampanye Konsumsi Pangan Lokal



Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober merupakan bagian terintegrasi dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization, FAO) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan masalah, seperti masalah ketahanan pangan.

Berkenaan dengan hal tersebut Himaghita’s Festival 2013 hadir kembali dengan serangkaian acara yang lebih segar dan inovatif. Acarfa ditandai dengan orasi pangan yang diselenggarakan tepat pada tanggal 16 Oktober 2013 lalu. Dalam acara tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMAGHITA) UNS berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian UNS. Setelah longmarch dari Balai Kota Surakarta, acara dilanjutkan dengan tarian serta aksi teatrikal yang bercerita mengenai kebingungan manusia dalam memilih antara pangan modern dan pangan lokal. Acara ditutup dengan sosialisasi hari pangan sedunia sembari bagi-bagi pangan lokal seperti gethuk dan ganyong.

Rangkaian acara selanjutnya adalah seminar nasional dengan tema “Kreativitas Pengolahan Kakao sebagai Alternatif Membangun Industri Pangan Lokal” yang dilaksanakan pada 19 Oktober 2013 di aula FKIP UNS. Latar belakang dipilihnya tema yang berkaitan dengan kreativitas pengolahan kakao ini adalah berdasarkan kondisi Indonesia yang selalu mengimpor produk coklat, padahal notabene merupakan penghasil kakao terbesar ke-3 di dunia, Acara seminar nasional ini mendatangkan empat pembicara hebat dari berbagai sub-sektor ilmu. Diantaranya adalah F.G. Winarno (bapak teknologi pangan Indonesia), Edi Suharyanto, S.Tp, M.P. (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia), Dimas Rahadian A.M., S.Tp, M.Sc. (Delegasi Indonesia dalam Workshop “Cocoa and Chocolate Processing” di Belgia) serta Wednes Aria Yuda, S.Tp. (Pemilik dan RnD Cokelat nDalem).

Keesokan harinya acara aksi pangan yang berlangsung di depan Bank Mandiri Gladak dibuka dengan aksi para warog yang menceritakan mengenai pangeran bambangan yang berperang dengan 4 buto. Terdapat tungku bakaran di sisi kiri panggung yang digunakan untuk bakar-bakar ubi gratis bersama masyarakat. Di sisi kanan panggung juga terdapat kantin kejujuran berisi berbagai makanan lokal yang langsung habis dalam beberapa saat. Selanjutnya terdapat berbagai games menarik bersama komunitas serta sosialisasi Go Pangan Lokal! Pengenalan produk Dotekasu dan Batatas! Cookies pun tak kalah ramai.

Acara ditutup dengan meriah melalui aksi flashmob yang juga diikuti oleh sebagian besar masyarakat di sekitar.
Tahun ini, bazaar pangan mengambil tema unik berupa “Food Time Travel; Food You Grow Up With” yang ditujukan untuk melepas rindu dengan makanan-makanan generasi 90-an yang kini sudah jarang ditemui. Acara yang berlangsung dari tanggal 22-23 Oktober 2013 ini terdiri dari beberapa stand makanan lokal yang didatangkan dari beberapa unit usaha kecil di wilayah Solo, seperti Mommilk, Ji-Won, Sosis Ngampleng, dan masih banyak lagi. Selain itu terdapat pula games-games berhadiah menarik serta penampilan dari berbagai live band, seperti Relieve dari FISIP UNS.

Rangkaian acara yang terakhir adalah Student’s Food Creativity Competition yang dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2013 di Ruang Sidang Fakultas Pertanian UNS. Dalam acara ini, diundang pemenang 10 besar dari lomba karya ilmiah tingkat SMA/SMK se-Jawa Tengah dan DIY. Selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan karyanya yang kemudian dikomentari oleh para juri. Selain presentasi, terdapat pula display dari produk peserta, seperti pancake mocaf serta dodol susu dari biji bunga matahari. KI-08

 

Artikel Lainnya

  • Jul 24, 2018

    Tren Keju dalam Produk Pangan Indonesia

    Tren keju seakan tidak pernah ada habisnya. Meskipun bukan produk dan ingridien asli Indonesia, tetapi masyarakat Indonesia sangat akrab dengan cita rasa keju di berbagai produk pangan. Meningkatnya animo pasar dengan keju ini tentu harus disambut dengan inovasi produk pangan yang inovatif.  ...

  • Jul 16, 2018

    Promosi Hotel, Restoran dan Katering Indonesia dengan Kopi

    Keberhasilan Pameran Hotelex yang telah diselenggarakan di sepuluh negara Asia menjadi salah satu alasan kuat PT Pamerindo Indonesia untuk mengadakan Pameran Hotelex Indonesia pada 18-20 Juli 2018 mendatang di Jakarta International Expo. "Pameran ini merupakan pameran business to business. Kami harapkan Pameran Hotelex Indonesia akan dikunjungi oleh lebih dari 12.000 pengunjung yang merupakan para pelaku industri hotel, restoran dan katering," tutur Project Director PT Pamerindo Indonesia, Wiwik Roberto dalam konferensi pers Hotelex Indonesia di Jakarta pada 6 Juli 2018. ...

  • Jun 29, 2018

    Tepat Menggunakan Rempah

    Berbagai rempah memiliki variasi komponen kimiawi yang berperan dalam pembentukan profil flavornya....

  • Jun 28, 2018

    Manfaat Rempah Bagi Kesehatan

    Berbagai rempah dan bumbu dapur yang selama ini dekat dengan...

  • Jun 27, 2018

    Mengenal Kunyit

    Kunyit merupakan salah satu suku tanaman temu-temuan (Zingiberaceae)....