Pangan Fungsional dari Bahan Baku Lokal





Diversifikasi konsumsi pangan sangat dibutuhkan untuk hidup aktif, sehat, bugar, dan produktif karena manusia perlu lebih dari 40-50 jenis zat gizi yang hanya cukup jika berasal dari berbagai jenis pangan. Berdasarkan ilmu gizi, diversifikasi pangan sangat dibutuhkan karena tidak ada satu jenis pangan yang mampu mencukupi kebutuhan hidup manusia, pangan bersifat saling melengkapi baik rasa maupun gizi serta ekspresi nilai sosial, ekonomi serta budaya.Impor pangan yang dilakukan di Indonesia mencapai 70% kebutuhan meliputi 80% susu, 30% gula, 30% daging sapi, beras 2 juta ton pertahun dan gandum 5 juta ton per tahun.

Hal itu disampaikan oleh ahli gizi dari IPB Bogor Dr.Ir. Dodik Briawan, MCN dalam Seminar Gizi Peduli Indonesia yang diselenggarakan oleh ILMAGI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia) di Kampus Universitas Muhammdiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta pada 5 Oktober lalu. Acara yang mengambil tema Utilization of Indonesian  Food to Health Generation tersebut merupakan rangkaian kegiatan program kerja ILMAGI dalam mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal keanekaragaman pangan dan generasi muda yang sehat dari memakan makanan yang beranekaragam serta bergizi seimbang.

Dodik menjelaskan, ingridien pangan fungsional dibagi menjadi 2 yaitu ingridien umum dan baru. Ingridien umum merupakan ingridien yang sudah umum terdapat pada produk pangan sejak dulu dan membantu melancarkan saluran pencernaan meliputi vitamin, mineral dan serta pangan. Sedangkan ingredien baru berperan dalam mengurangi resiko penyakit jantung, meningkatkan penurunan kemampuan kognitif pada usia lanjut dan mengurangi risiko aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Ingredien baru tersebut antara lain fitosterol, kolin dan isoflavon.

Terdapat banyak fitokimia yang potensial yang diantaranya mengandung senyawa organosulfur, sulforafan, polifenol, butilftalat, isoflavon, saponin, likopen, senyawa alium, asam elagat. Masing masing kandungan pangan tersebut membantu banyak reduksi resiko seperti berbagai macam penyakit kanker, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Ia menandaskan, pangan fungsional yang berasal dari makanan lokal seperti ganyong memiliki manfaat mudah dicerna sehingga baik untuk makanan bayi atau orang sakit. Adapun labu kuning, mengandung beta karoten dan serat yang cukup tinggi, ubi jalar yang mengandung beta karoen, serat, dan antosianin untuk mencegah penyakit jantung, kanker, stroke, dan penuaan dini, sukun mengandung karbohidrat dan protein yang relatif lebih tinggi dibadingkan umbi-umbian dan singkong yang mengandung indeks glisemik (IG) rendah, tidak mengandung gluten dan kandungan engergi yang tinggi. wahyu

 

Artikel Lainnya

  • Feb 19, 2019

    Mengenal Ingridien untuk Membuat Gelato

    Gelato merupakan jenis es krim yang berasal dari Italia. Perbedaan gelato dengan es krim pada umumnya terutama terletak pada komposisi kandungan lemaknya. Produk gelato memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit daripada es krim. Berbeda dengan es krim, komponen utama gelato adalah susu dan krim, tanpa penambahan kuning telur seperti pada formulasi es krim. Jenis susu yang paling baik untuk membuat gelato adalah whole milk sebanyak 3,5%, namun gelato juga dibuat menggunakan susu rendah lemak dengan jumlah sebanyak 1-2% atau pun susu tanpa lemak (skim). Selain mempertahankan sifat krimi dan tekstur yang lembut, namun susu juga berfungsi meningkatkan resistensi produk terhadap leleh. Di samping itu, susu tidak hanya menambah kandungan protein dalam produk, namun juga merupakan sumber kalsium. ...

  • Feb 18, 2019

    Ragam Olahan Kacang Ijo

    Kacang hijau atau yang biasa disebut kacang ijo merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Sebagai bahan pangan, kacang ijo merupakan salah satu sumber protein nabati dengan kandungan protein sekitar 22,2%. Selain itu kacang ijo juga kaya akan zat gizi lain yang bermanfaat bagi tubuh seperti kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, serta vitamin B1. Meskipun bukan sebagai makanan pokok, masyarakat seringkali mengolah kacang ijo menjadi masakan siap santap. Hampir semua kalangan dapat menikmati masakan berbasis kacang ijo karena ketersediaan dan harga yang cukup terjangkau. ...

  • Feb 15, 2019

    Dangke: Produk Keju dengan Kearifan Lokal

    Dangke merupakan produk keju tradisional dari susu kerbau khas Sulawesi Selatan dan telah diproduksi sejak tahun 1905. Dangke banyak diproduksi di daerah Enrekang, Curio, Baraka, Anggeraja dan Alla. Menurut cerita, nama Dangke berasal dari bahasa Belanda, “dank u well” yang berarti terimaksih banyak. Saat itu seorang peternak kerbau memberikan olahan fermentasi susu kepada orang Belanda yang sedang melintas dan orang Belanda tersebut mengucapkan “dank je” yaitu ucapan singkat dari “dank u well”. Sejak saat itulah susu fermentasi kerbau ini disebut dangke. Dangke memiliki tekstur yang elastis, berwarna putih, dan memiliki rasa mirip dengan keju pada umumnya. ...

  • Feb 14, 2019

    Costing Menu Summer Fresh

    Summer Fresh merupakan smoothies buah mangga, pisang, dan peach yang dihaluskan dengan tambahan susu dan yogurt. Teksturnya agak kental mengandung butiran halus es buah beku yang dingin, sangat pas disajikan saat siang atau udara panas. Kaya akan vitamin C, kalium, kalsium, dan zat gizi lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Penambahan yogurt selain memberi rasa asam segar juga memberikan manfaat bagi kesehatan percernaan karena mengandung probiotik. Bahan smothies ini antara lain mangga, peach, pisang, susu segar, dan yogurt. Kandungan gizi per porsinya antara lain; energi 251 kkal, protein 7,6 gram, lemak 8,2 gram, dan karbohidrat 39,8 gram. Berikut adalah costing dari Summer Fresh: ...

  • Feb 13, 2019

    Jus Martabe Khas Sumatra Utara

    Jus martabe merupakan minuman dari Sumatera Utara yang tergolong unik dan jarang dijumpai pada daerah lain. Keunikannya terletak pada bahan dasar yang digunakan yakni terong Belanda dan markisa. Martabe sendiri merupakan singkatan dari Markisa-Terong-Belanda. Jus ini tinggi serat pangan dan pektin, gula buah fruktosa, vitamin C, vitamin E, asam folat, kalium, dan magnesium. Mengonsumsi jus  martabe dapat memperbaiki kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan tulang, mengefektifkan sistem pembersihan racun dalam tubuh, memacu peremajaan sel, menggiatkan fungsi hati dan ginjal, serta mengatasi radang saluran kencing.   ...