Susu, Makanan Pelengkap dengan Gizi Lengkap



Susu merupakan salah satu pangan pelengkap yang dapat dikategorikan sebagai pangan fungsional. Klasifikasi tersebut didasarkan pada lengkapnya kandung an gizi pada susu, seperti karbohidrat, protein, lemak, kalori, vitamin C, vitamin B1, kalsium, serta kandungan gizi lainnya.=20

 

Hal itu disampaikan oleh ahli gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universi tas Indonesia Fiastuti Witjaksono dalam media briefing yang diselenggarakan Tetra Pak Indonesia di Jakarta pada 17 September lalu. Perbandingan zat gi zi antara susu dengan beberapa sumber protein menyatakan susu memiliki kele ngkapan zat gizi yang sama dengan ikan, tempe, dan tahu, sedangkan jika dib andingkan dengan telur dan daging sapi, perbedaannya hanya terletak pada ti dak terdapatnya Zn dalam susu.=20

 

Lebih jauh Fiastuti menjelaskan, berdasarkan fakta akan kandungan gizi dala m susu, diketahui bahwa pangan ini sangat penting untuk dikonsumsi setiap h arinya. Hal ini disebabkan konsumsi susu dapat membantu perkembangan fisik dan otak, serta pertumbuhan tulang pada bayi, mengganti sel-sel yang rusak pada remaja, menjaga kepadatan tulang pada orang dewasa, dan mencegah osteo porosis pada orang lanjut usia. Namun, berbagai kendala, mulai dari kendala teknis, seperti mahalnya harga susu, rendahnya ketersedian susu lokal, ser ta rendahnya daya beli masyarakat, sampai kendala non-teknis, seperti kuran gnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat susu, membuat Indonesia menjadi negara dengan konsumsi susu nasional terendah di ASEAN, yaitu 13,47 liter/k apita/tahun atau dapat diasumsikan orang Indonesia hanya minum susu satu ge las dalam kurun waktu satu minggu.

 

Seiring dengan perkembangan teknologi, kini susu semakin mudah dikonsumsi m asyarakat dengan hadirnya teknologi ultra high temperature (UHT) dan teknol ogi pengemasan aseptik. Direktur Seafast Center IPB Purwiyatno Hariyadi men gatakan, teknologi itu merupakan proses pengolahan susu segar dengan menggu nakan suhu tinggi dalam waktu yang singkat. "Proses pengolahan susu dengan teknologi UHT merupakan teknologi sterilisasi yang paling efektif dalam mem bunuh mikroba berbahaya, karena pemanasan dengan suhu sangat tinggi dalam w aktu singkat akan mampu mempertahankan mutu dan kandungan zat gizi susu," k atanya. Setelah melewati proses UHT, susu dikemas dengan menggunakan teknol ogi kemasan aseptik, sehingga susu UHT bisa bertahan berbulan-bulan selama kemasan tetap tertutup rapat dan tidak rusak. Hasilnya, susu UHT bisa tetap segar, tanpa pengawet dan aman dikonsumsi.

 

Communication Manager Tetra Pak Elvira Wongsosudiro menambahkan, Tetra Pak adalah pelopor teknologi UHT untuk pemrosesan dan pengemasan susu cair di d unia. Proses pengolahan susu yang dilakukan dengan menggunakan teknologi UH T dan pengemasan aseptik berteknologi canggih, akan mampu melindungi kandun gan gizi yang ada dalam susu. "Saat ini susu UHT kemasan Tetra Pak telah te rsedia dalam berbagai rasa dan manfaat, serta berbagai jenis produk dan uku ran kemasan sesuai kebutuhan," jelas Elvira Wongsosudiro. syifa  

Artikel Lainnya

  • Ags 02, 2019

    Bahan Pangan Pembentuk Rasa Umami

    Awalnya, manusia hanya mengenal empat rasa dasar, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Namun sejak seratus tahun yang lalu telah ditemukan komponen rasa dasar kelima, yakni umami. Untuk lebih mempermudah mendeskripsikan rasa umami, sering digunakan istilah ‘gurih’. Keberadaan umami sangat penting dalam menciptakan rasa yang enak. ...

  • Ags 02, 2019

    Peluang Bisnis Pasta di Industri Kuliner Indonesia

    Tren kuliner sangat mudah masuk dan berkembang dari satu negara ke negara lain akibat banyak faktor, salah satunya pertukaran budaya. Semakin berkembangnya dunia kuliner juga menjadikan para pelaku industri ini saling berlomba-lomba menghadirkan inovasi dari tren-tren yang ada. Menggabungkan masakan dari luar negeri dengan bahan-bahan khas negeri sendiri sudah banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu masakan khas negara lain yang dipadu-padankan dengan ingridien khas nusantara ialah olahan pasta.    Terdapat berbagai macam olahan pasta, seperti lasagna, fettucine, makaroni keju, dan spagheti. Meskipun olahan pasta ini disukai hampir semua golongan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun masih jarang pelaku bisnis kuliner menengah ke bawah yang menyediakan menu pasta.    “Olahan pasta di kalangan masyarakat kita dianggap sebagai masakan yang mewah, mahal, pembuatannya ribet, sehingga minim penjual. Padahal kenyataannya, pembuatan olahan pasta cukup mudah, harga bahan-bahannya juga cukup terjangkau dan pastinya mudah didapatkan. Selain itu, olahan pasta bisa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dengan menambah bahan-bahan yang kita punya, seperti spagheti rasa kari dan rendang, makaroni tuna, dan sebagainya,” terang Pasta Expert, Chef Ade Rachmat dalam Pelatihan Usaha Kuliner Pasta yang diselenggarakan oleh Indofood, bertempat di Bogor pada 1 Agustus 2019.   Pelatihan Usaha Kuliner Pasta ini sudah diadakan sejak 1 Juli lalu dan berakhir pada hari ini (1/8), dengan menghadirkan 34 peserta yang bergerak dalam bidang kuliner untuk mengikuti pelatihan memasak olahan pasta secara gratis.    Meskipun terbilang cukup mudah, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam mengolah pasta. “Terdapat beberapa hal penting dalam mengolah pasta agar menjadi olahan yang istimewa, antara lain cara memasak, tingkat kematangan, proses penirisan, penyimpanan pasta kering, dan penyimpanan pasta matang harus diperhatikan. Selain itu, pilih bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan biaya, namun tentunya tidak boleh mengesampingkan kualitas. Bahan-bahan yang dirasa cukup mahal bisa disubtitusi dengan bahan lain yang memiliki funsgi sama namun lebih terjangkau,” jelas Ade. KI-37 ...

  • Ags 01, 2019

    Tips Menurunkan Penggunaan Garam

    Penggunaan garam secara berlebihan berpotensi mendatangkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.  Pembatasan asupan garam tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan, di antaranya: i) memodifikasi penggunaan garam dapur, menggunakan bumbu dan rempah-rempah seperti seledri, daun bawang, daun salam, untuk meningkatkan cita rasa masakan tanpa harus menambah garam; ...

  • Jul 31, 2019

    Cara Bijak Mengonsumsi dan Menyiapkan Menu Berbasis Daging

    Mengonsumsi daging diusahakan tidak setiap hari untuk menghindari penumpukan lemak jenuh dan kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi daging harus diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi daging sebaikya berganti-ganti antara daging sapi dan ayam (unggas). Sebagian ahli mengatakan daging putih lebih sehat daripada daging merah. Daging yang dimasak secara matang lebih mudah dicerna dibandingkan daging setengah matang.   ...

  • Jul 30, 2019

    Ragam Kondimen Pendamping Masakan Daging

    Selain bumbu yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masakan, juga terdapat bahan-bahan yang menjadikan masakan tersebut kurang lengkap jika tidak menggunakannya. Bahan-bahan tersebut ialah kondimen, yang merupakan bahan makanan yang berjumlah sedikit dan berfungsi sebagai pelengkap maupun penyerta hidangan. ...