Peresmian Model Pengembangan Pedagang Kaki Lima di Bogor





Deputi Pengkajian Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) merintis model pengembangan Pedagang Kaki Lima (PKL), dan Bogor sebagai acuan bagi PKL di daerah lainnya. Dipilihnya Kota Bogor karena kota ini berbatasan langsung dengan Ibukota. Pemerintah daerah kota Bogor juga telah memberikan putusan terdapat 14 zona yang diijinkan dikelola oleh koperasi. Beberapa zona diantaranya, yakni PKL Binamarga tempat dimana launching model pengembangan PKL yang dilangsungkan pada Sabtu lalu (11/09), kemudian di Ekalokasari, Bangbarung, Gang Selot, Papandayan dan Pengadilan.

 

Kamirudin, Asisten Deputi Urusan Penelitian Usaha Kecil Menengah menjelaskan pada tahun 2011, bekerjasama dengan kantor Koperasi Kota Bogor, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat-Obatan dan Makanan (BPOM) dan MUI, melakukan berbagai pembinaan agar model pengembangan PKL di Bogor dapat menjadi acuan PKL di daerah lain. “Beberapa langkah yang dilakukan, yaitu penataan aspek legalitas, peningkatan aspek pembinaan dan pemasaran, peningkatan sarana dan prasarana dan sanitasi lingkungan. Para PKL tersebut diberikan pendidikan mengenai sanitasi lingkungan, dan perbaikan sarana-prasarana tempat mereka berjualan agar makanan yang mereka jual terjamin kebersihannya,” tutur Kamirudin.

Pada tahun 2013 ini secara resmi para PKL tersebut mendapatkan sertifikat dari Dinas Kesehatan yang nantinya setiap enam bulan sekali akan dilakukan pengecekan kembali oleh badan-badan terkait. Acara yang berlangsung di Jalan Binamarga ini diresmikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Secara resmi program rintisan pembinaan Koperasi PKL, penandatanganan prasasti Koperasi Selotbang (gang selot dan Bangbarung) dan Koperasi Bineka (Binamarga dan Ekalokasari) disahkan. Selain itu juga dilakukan seremoni penyerahan bantuan yang dilakukan oleh bank-bank yang terkait, dan peresmian Asosiasi Koperasi Kota Bogor.

Salah satu PKL di Binamarga menuturkan bahwa bantuan koperasi PKL sangat membantu dalam pembangunan usahanya, dengan diberikannya sertifikat dan bantuan berupa perbaikan sarana dan prasarana. “Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga dengan dilaksanakannya acara ini membuat para PKL lebih maju lagi”, tuturnya. Riska 

Artikel Lainnya

  • Jul 24, 2018

    Tren Keju dalam Produk Pangan Indonesia

    Tren keju seakan tidak pernah ada habisnya. Meskipun bukan produk dan ingridien asli Indonesia, tetapi masyarakat Indonesia sangat akrab dengan cita rasa keju di berbagai produk pangan. Meningkatnya animo pasar dengan keju ini tentu harus disambut dengan inovasi produk pangan yang inovatif.  ...

  • Jul 16, 2018

    Promosi Hotel, Restoran dan Katering Indonesia dengan Kopi

    Keberhasilan Pameran Hotelex yang telah diselenggarakan di sepuluh negara Asia menjadi salah satu alasan kuat PT Pamerindo Indonesia untuk mengadakan Pameran Hotelex Indonesia pada 18-20 Juli 2018 mendatang di Jakarta International Expo. "Pameran ini merupakan pameran business to business. Kami harapkan Pameran Hotelex Indonesia akan dikunjungi oleh lebih dari 12.000 pengunjung yang merupakan para pelaku industri hotel, restoran dan katering," tutur Project Director PT Pamerindo Indonesia, Wiwik Roberto dalam konferensi pers Hotelex Indonesia di Jakarta pada 6 Juli 2018. ...

  • Jun 29, 2018

    Tepat Menggunakan Rempah

    Berbagai rempah memiliki variasi komponen kimiawi yang berperan dalam pembentukan profil flavornya....

  • Jun 28, 2018

    Manfaat Rempah Bagi Kesehatan

    Berbagai rempah dan bumbu dapur yang selama ini dekat dengan...

  • Jun 27, 2018

    Mengenal Kunyit

    Kunyit merupakan salah satu suku tanaman temu-temuan (Zingiberaceae)....