Tupperware Gelar Home Fair di Jakarta





Selama hampir seminggu PT Tupperware Indonesia menggelar program Tupperware Home Fair di Atrium Mal Taman Anggrek. Mulai dari tanggal 20 hingga 25 Agustus, fair ini menampilkan berbagai hiburan, permainan, dan talkshow edukatif.

 

Managing Director Tupperware Indonesia, Nining W. Permana mengatakan, “kegiatan ini diselenggarakan agar masyarakat lebih dekat dengan Tupperware. Di fair ini masyarakat juga dapat memperoleh info mengenai produk-produk kami,” ucap Nining membuka acara.

Program fair terbesar perusahaan penyedia produk plastik untuk keperluan rumah tangga ini mengusung konsep ‘Home’. Nining menjelaskan kata ‘home’ yang diusung Tupperware memiliki makna khusus, “huruf h kependekan dari kata health, dengan Tupperware kami membantu para ibu menyiapkan, menyimpan wadah yang terjamin keamanannya, dan memastikan orang tersayang membawa bekal sehat yang disiapkan ibu. O kependekan dari kata organization, dengan produk kami, ibu dapat mengatur dan menata dapur dengan cerdas, rapi, dan higienis. M kependekan dari kata money, dengan bergabung bersama kami, berarti ibu membelanjakan uang dengan efektif dan efisien, kami juga membantu ibu untuk mendapat penghasilan tak terbatas. Dan e, kependekan dari kata environment, yang berarti jika Anda menggunakan produk kami, maka Anda membantu dunia untuk mengurangi penggunaan sampah plastik”.

Program yang dimeriahkan oleh chef kenamaan seperti Rudy Choirudin, Sisca Soewitomo, Winnie Kusuma Wardhani, Billy Kalangi, dan Farah Quinn ini terbuka untuk umum. Ita

Artikel Lainnya

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...

  • Sep 20, 2018

    Keamanan Pengemas Jajanan dan Makanan Cepat Saji

    Penggunaan kemasan adalah salah satu upaya untuk mencegah terjadinya cemaran pada produk olahan pangan. Selain berfungsi sebagai pelindung, kemasan juga berperan sebagai media untuk promosi. Kemasan dapat mempengaruhi berbagai aspek pada pangan seperti nilai jual, estetika, dan keamanan pangan. Makin kompleks suatu kemasan, maka nilai tambah produk pangan juga akan dapat meningkat. Konsumen cenderung memilih kemasan yang menarik dan mampu menunjukkan mutu produk pangan. ...

  • Sep 17, 2018

    Apa itu Gaya Hidup Ketofastosis?

    Diet ketogenik merupakan salah satu tren diet yang cukup populer di Indonesia. Prinsip diet ini ada pada pengaturan pola makanan harian untuk mencapai kondisi ketosis. Diet ini dipandang efektif untuk penurunan berat badan. Saat ini, diet ketogenik dikombinasikan dengan puasa pada kondisi ketosis dengan tujuan mempertahankan metabolisme lemak yang optimal sehingga disebut dengan ketofastosis....

  • Sep 14, 2018

    Kemeriahan Lomba Cipta Menu Berbahan Lokal

    Crafting Special Recipe (CRISPY) Competition merupakan lomba cipta menu dan masak dengan menggunakan bahan pangan lokal. CRISPY tahun 2018 mengangkat tema “Kreasi olahan cemilan sehat untuk keluarga : one bite size” dan menggunakan buah sukun sebagai bahan dasar utama.  Acara yang berlangsung pada 9 September 2018 lalu di Kampus IPB Dramaga tersebut diikuti oleh 24 tim peserta dari masyarakat umum dan berbagai instansi, di antaranya adalah Stikes Mitra Keluarga, UPN Jakarta, Poltekkes Jakarta II, UHAMKA, Bhi, Poltekkes Kemenkes Bandung, Universitas Negeri Jakarta, STP Bogor, Akpar Pertiwi, Universitas Djuanda, Universitas Ibnu Khaldun, Bina Sarana Informatika, Sekolah Vokasi IPB, dan IPB. ...

  • Ags 30, 2018

    Efektifitas Rantai Pasok untuk Peningkatan Kualitas Susu Segar

    Susu merupakan salah satu produk industri peternakan yang potensial di Indonesia. Sebagian besar (98%) susu di Indonesia diproduksi di Pulau Jawa yang berasal dari peternakan rakyat. Terdapat tiga permasalahan utama terkait produksi susu di Indonesia yaitu kurangnya pengetahuan peternak tentang penanganan susu, lahan peternakan dan skala kepemilikan, serta persoalan regenerasi....