Menghindari Kenaikan Berat Badan Setelah Lebaran





Dalam menghadapi lebaran, banyak masyarakat yang menyiapkan aneka hidangan lezat untuk disantap bersama keluarga yang sedang berkumpul di kampung halaman.

Banyaknya makanan yang dihidangkan saat lebaran, menyebabkan adanya fenomena kegemukan pasca Lebaran. Padahal sebelumnya telah berpuasa selama sebulan penuh. Untuk mengatasi hal itu, dapat disiasati dengan beberapa langkah seperti yang disarankan oleh Nutritionist Unilever Indonesia Andriani Wagiyanto di Jakarta pada 30 Juli lalu.

Ia menyarankan agar membatasi jumlah kalori yang dikonsumsi agar menjaga tingkat kalori tetap normal.  Kalori diperoleh dari karbohidrat, protein dan lemak. Asupan kalori yang berlebih dapat menyebabkan kegemukan. Ia mencontohkan, jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang manis-manis.

Andriani juga menyarankan agar makan dengan piring kecil, untuk menghindari makan berlebihan. Jangan lupakan pula untuk makan sayuran dan buah-buahan untuk mencegah sembelit dan gangguan pencernaan saat Lebaran. Hal ini dimaksudkan untuk mengimbangi makanan berlemak yang dikonsumsi.

Hindari juga untuk pergi ke meja makan dua kali. "Tunggu beberapa saat untuk mengira apakah Anda memang cukup lapar untuk porsi berikutnya," kata Andriani sembari menambahkan, agar berat badan tidak bertambah, imbangi masuknya kalori dengan membakar kalori, yakni dengan olah raga yang rutin saat libur Lebaran. sinta

 

Artikel Lainnya

  • Jan 24, 2019

    Tips Bertahan dalam Bisnis Kuliner

    Bisnis kuliner memang menjadi bisnis yang menjanjikan, terlebih lagi kuliner dewasa ini sudah menjadi gaya hidup. Meskipun menjadi bisnis yang amat menjanjikan, bukan berarti tidak ada kendala dan tantangan. Bisnis kuliner tak hanya soal membuat pelanggan datang, namun juga membuat pelanggan datang kembali. Selain kenyamanan tempat, makanan dan minuman yang disuguhkan juga harus memuaskan lidah. Hal-hal tersebut adalah sederet tantangan yang harus dihadapi para pelaku bisnis kuliner. ...

  • Jan 23, 2019

    Mikroba Penyebab Kerusakan Jus Buah

    Umur simpan jus buah dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pemilihan bahan baku, cara pengolahan, peralatan dan mesin pengolahan, pengemasan, serta kondisi penyimpanan. Akan tetapi faktor utama kerusakan jus buah tak lepas dari adanya mikroba penyebab kerusakan. Kandungan zat gizi pada jus buah merupakan tempat hidup yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba, selain itu didukung dengan kadar air yang tinggi dan nilai aktifias air (aw) yang juga tinggi (0,97-1,00). Jenis mikroba umum yang menjadi penyebab kerusakan jus buah yaitu dari golongan bakteri (misalnya E. coli, dan Klebsiella), kapang (misalnya Aspergillus sp.), dan khamir. Bakteri, kapang, dan khamir dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap, toksin, gas, alkohol, busa, lendir, cemaran fisik, perubahan rasa, warna, bentuk dan kekentalan.   ...

  • Jan 22, 2019

    Branding Restoran Masa Kini melalui Teknik Memorable Experience

    Membuat masakan yang enak bukan menjadi satu-satunya modal membangun bisnis resto. Menyajikan makanan terenak sekalipun belum tentu dapat mendatangkan pelanggan yang banyak tanpa strategi pemasaran yang bagus. Strategi pemasaran yang harus dipikirkan oleh resto modern adalah bagaimana menciptakan pengalaman luar biasa yang belum pernah diberikan oleh resto-resto yang sudah ada sebelumnya. ...

  • Jan 21, 2019

    Membuat Roti dengan Teknik Sourdough

    Metode sourdough juga dikenal dengan metode biang, merupakan teknik lawas yang digunakan untuk membuat adonan roti jauh sebelum ditemukannya ragi instan pada tahun 1800-an. Prinsip teknik sourdough adalah membuat adonan biang sebagai starter (seperti starter untuk yoghurt) dan menjadikan biang tersebut sebagai leavening agent dalam adonan roti. Adonan biang tersebut mengandung yeast dan bakteri hidup Lactobacillus yang ditangkap secara alami dari udara dan dari dalam terigu, kemudian dibiakkan secara terus menerus. ...

  • Jan 18, 2019

    Jus VS Buah Segar

    Buah adalah salah satu bahan pangan penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Di dalam buah terkandung sejumlah zat gizi, serat pangan, dan berbagai komponen bioaktif. Terdapat beberapa cara dalam menikmati buah dan sayur. Salah satunya yang cukup populer adalah mengolahnya menjadi jus. ...