Menghindari Kenaikan Berat Badan Setelah Lebaran





Dalam menghadapi lebaran, banyak masyarakat yang menyiapkan aneka hidangan lezat untuk disantap bersama keluarga yang sedang berkumpul di kampung halaman.

Banyaknya makanan yang dihidangkan saat lebaran, menyebabkan adanya fenomena kegemukan pasca Lebaran. Padahal sebelumnya telah berpuasa selama sebulan penuh. Untuk mengatasi hal itu, dapat disiasati dengan beberapa langkah seperti yang disarankan oleh Nutritionist Unilever Indonesia Andriani Wagiyanto di Jakarta pada 30 Juli lalu.

Ia menyarankan agar membatasi jumlah kalori yang dikonsumsi agar menjaga tingkat kalori tetap normal.  Kalori diperoleh dari karbohidrat, protein dan lemak. Asupan kalori yang berlebih dapat menyebabkan kegemukan. Ia mencontohkan, jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang manis-manis.

Andriani juga menyarankan agar makan dengan piring kecil, untuk menghindari makan berlebihan. Jangan lupakan pula untuk makan sayuran dan buah-buahan untuk mencegah sembelit dan gangguan pencernaan saat Lebaran. Hal ini dimaksudkan untuk mengimbangi makanan berlemak yang dikonsumsi.

Hindari juga untuk pergi ke meja makan dua kali. "Tunggu beberapa saat untuk mengira apakah Anda memang cukup lapar untuk porsi berikutnya," kata Andriani sembari menambahkan, agar berat badan tidak bertambah, imbangi masuknya kalori dengan membakar kalori, yakni dengan olah raga yang rutin saat libur Lebaran. sinta

 

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...