Menikmati Cokelat dan Spaghetti di Rumah Hantu



 

 

Dengan mengusung konsep rumah hantu, Death By Chocolate (DBC) & Spaghetti Bogor didirikan untuk para  penggemar coklat dan spaghetti. Menempati bangunan dengan gaya kolonial, dan dihiasi dengan hiasan serba hantu, seperti topeng hantu, papan nisan dan juga alunan musik horor, dengan suasana tersebut tentu kesan mistis akan terasa kental bagi setiap pengunjung yang datang ke restoran ini.

 

Salah satu wisata kuliner unik di kota Bogor ini menawarkan banyak pilihan makanan dengan menu andalan cokelat dan spaghetti. Sesuai dengan temanya makanan yang disajikan di restoran ini juga berbau horor dan unik, diantaranya omelet otak hantu, pancake tengkorak, puding hati manusia, es bola Frankenstein, semua makanan disajikan dengan penampilan horor. Menu andalan di tempat ini adalah death by chocolate, kue cokelat yang dibentuk seperti kuburan lengkap dengan batu nisannya. “Tadinya di DBC ini hanya ada hantu cokelat saja tapi setelah ada event hallowen, hantu disini berkembang menjadi universal dan ini menjadi salah satu kekuatan kami, bahwa kami bukan hanya sekedar resto yang hanya menjaual makanan tapi kita mempunyai konsep rumah hantu yang menjadi daya tarik tersendiri,” tutur Diah, supervisor Death By Chocolate & Spaghetti.

 

Selain cokelat, tempat ini pun menjual spaghetti, pasta berbentuk panjang ini  dibuat secara home made sehingga cita rasanya berbeda. “Untuk menyesuaikan permintaan pengunjung, kami pun menyediakan makanan tradisional, karena tidak semua orang menyukai makanan western,” cerita Diah.

 

Resto yang berdiri sejak tanggal 14 Agustus 2006 ini ramai dikunjungi pada malam hari. Untuk menjaga mutu dan kualitas dari menu-menu yang dijual, DBC memiliki standar rasa yang sudah ditetapkan dan harus dijaga baik ketahanan, bahan makananan dan penyimpananannya. Sedangkan untuk sistem sanitasi dan higien DBC juga sangat memperhatikan khususnya pada produk cokelat. “Untuk produk cokelat kami memiliki banker cokelat yang suhu ruangannya dijaga agar tetap dingin,” ungkapnya.

 

Menariknya, di resto ini juga disediakan beberapa permainan, seperti ramalan tarot, fortune teller, dan berbagai permainan bertemakan horror lainnya. Bagi pengunjung yang datang malam hari harus bersiap dikejutkan oleh hantu-hantu yang akan berkeliling menyapa para pengunjung. Hantu-hantu ini akan muncul pada pukul 20.00 selama 20 menit. “ini merupakan salah satu strategi untuk menarik pengunjung,  kami juga ingin para pengunjung tidak hanya makan tapi juga bisa menikmati performance disini, dan ini terbukti banyak sekali pengunjung yang merasa tertantang untuk berkunjung ke tempat ini,” tutup Diah. K-15

 

 

Death By Chocolate

Jl. Ceremai No. 22 Bogor

 T. 0251 8377725

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...