Sensasi Gulungan Lasagna dari Bogor



Jika melihat lasagna pada umumnya berbentuk datar dan dibuat dalam beberapa lapisan diselingi dengan lapisan dari berbagai bahan dan saus, biasanya keju, saus tomat dan daging. Dengan bentuk lasagna yang sudah umum itulah, hadir Lasagna Gulung di kota hujan, Bogor. Seperti yang dijelaskan oleh Yedi Rosadi selaku Supervisor dari Lasagna Gulung, “Ide awal membuka Lasagna Gulung ini adalah mencari sesuatu yang unik, pada dasarnya lasagna adalah lempengan pasta yang dibuat bertumpuk, yang sudah tidak aneh lagi, maka dari itu kita mencoba berkreasi dengan membuat lasagna yang digulung.”

Pada awal dibukanya sejak September 2007, Lasagna Gulung hanya menyediakan pilihan rasa ayam, tuna dan kerang saja, namun banyak permintaan dari konsumen yang menginginkan rasa daging sapi maka dibuatlah lasagna dengan rasa daging sapi yang juga menjadi favorit konsumen yang datang ke Lasagna Gulung. Dengan target konsumen kalangan menengah keatas, banyak pengunjung akhir pekan yang datang merupakan warga dari luar kota Bogor. Selebihnya warga sekitar kota Bogor saja. 

Karena lasagna gulung ini merupakan hidangan yang biasa disantap bersama keluarga, banyak pengunjung yang datang memesan untuk dibawa pulang, “Walaupun begitu, pada akhir pekan juga ada konsumen yang menikmati lasagna di tempat bersama keluarganya,” tambahnya. Tidak hanya melayani pembelian di tempat, pihak Lasagna Gulung juga menyediakan layanan delivery service, dengan minimal pembelanjaan Rp 200.000 bebas ongkos kirim untuk wilayah Bogor dan sekitarnya, untuk Kabupaten Bogor dikenakan ongkos kirim sebesar Rp 20.000 serta Jakarta dan sekitarnya dengan minimal pembelian sebanyak 30 buah dengan ongkos kirim antara Rp 100.000 hingga Rp 150.000 tergantung lokasi pengantaran.

 “Ketahanan Lasagna Gulung maksimal hingga dua hari saja, karena bahan baku dalam pembuatan lasagna sendiri menggunakan bahan yang masih segar sehingga ketahanannya hanya sebentar,” jelasnya. Dalam pembuatan lasagna pun para karyawan sebelum berkerja diharuskan mencuci tangan terlebih dahulu dan menggunakan sarung tangan selama proses pembuatan.

Pemilihan bahan baku, Lasagna Gulung menyerahkan kepada pihak distributor untuk bahan makanan dari daging, sedangkan bahan seperti sayuran, pembelian dilakukan sendiri. “Bahan yang dipesan kebanyakan dari Bogor, namun beberapa barang seperti keju dan mayonnaise dipesan dari luar Bogor. Karena sejak awal kita selalu menggunakan produk yang sama agar cita rasa asli tetap terjaga walaupun di tempat kita biasa beli tidak ada, akan kita cari sampai dapat.”

Walaupun lasagna bukan makanan dari Indonesia, namun di Lasagna Gulung juga menyediakan makanan Indonesia meskipun tidak beragam seperti lasagna gulung. Saat ini outlet Lasagna Gulung hanya berada di Bogor saja dengan jam operasional sejak pukul 7 pagi hingga 10 malam. Penjualan dalam hari kerja bisa mencapai 70 sampai 100 buah, untuk akhir pekan dapat mencapai 200 buah lebih.

Selain mendapatkan pengalaman baru dalam merasakan lasagna gulung ini, di setiap menu lasagna gulung ditambahkan sayuran sehingga membuat rasanya makin unik, “Dalam menu lasagna daging sapi menggunakan sayuran bayam, untuk ayam ditambahkan wortel, serta tuna dengan jagung manis,” ujarnya. Kapasitas dari Lasagna Gulung sendiri mencapai 70 tempat duduk. Selain itu Lasagna Gulung juga seringkali digunakan untuk arisan.

Dengan kisaran harga untuk lasagna gulung kerang Rp 59.000, tuna Rp 63.000, ayam Rp 68.000 dan daging sapi Rp 72.000. Selain itu juga Lasagna Gulung menyediakan minuman khas kota Bogor, yaitu es pala yang sirup dan manisan buah palanya dibuat sendiri oleh Lasagna Gulung. Selain itu, dalam satu buah lasagna gulung, digunakan empat jenis keju yang berbeda, yaitu chedar, edame, parmesan dan mozzarella menjadikan makanan ini terkandung karbohidrat dan protein. Adi

Lasagna Gulung

Jl. Salak 24, Bogor

Tlp. 0251 8377519

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...