Pasta Gio : Pastanya Orang Jawa



 

Restoran yang menyajikan pasta biasanya memiliki konsep ala western atau Italian sesuai dengan asalnya, namun bagaimana jika makanan pasta dikombinasikan dengan unsur Jawa? Inilah yang coba dihadirkan oleh Pasta Gio. Pasta Gio memilih konsep dengan ruangan terbuka yang semi permanen sehingga terasa sederhana namun menawarkan makanan berkelas.

“Pasta Gio merupakan franchise dari Yogyakarta.  Awalnya, sang pemilik yang bernama Gio diajarkan memasak oleh orang tuanya yang saat itu merupakan chef di hotel berbintang di Yogyakarta.  Pertama berbisnis, ia memasak dan menjajakan masakannya di garasi rumahnya saja.  Namun, rasanya yang berbeda menyebabkannya terkenal dari mulut ke mulut,” buka Fajrin selaku owner dari Pasta Gio Bogor. Di Bogor sendiri Pasta Gio mulai berdiri pada 24 Februari 2013.

Di Yogyakarta, Pasta Gio sudah berdiri selama 8 tahun. Selain di Yogyakarta dan Bogor, Pasta Gio terdapat di Banjarmasin dan Banjarbaru. “Franchise ini memiliki dua konsep dimana yang pertama ialah franchise secara sepenuhnya, yaitu menggunakan nama Pasta Gio dan menu yang ditampilkan pun sama, yang kedua adalah menggunakan nama lain namun menu dan tata cara pengolahannya sama,” tambahnya.

Fajrin pun menceritakan mengapa tertarik dengan Pasta Gio, “Awalnya saya diajak kakak untuk main ke Yogyakarta.  Selama disana, saya melihat Pasta Gio selalu ramai padahal lokasinya bisa dikatakan terpencil sehingga muncul pemikiran bahwa walaupun tempatnya terpencil tapi jika memiliki rasa yang enak serta harga yang murah pasti bisa sukses.  Karena itu saya mencoba membawanya ke Bogor.” Menu andalan Pasta Gio ialah Fettucinni ala Chef Gio yang merupakan resep original racikan Chef Gio.

Sebelum membuka Pasta Gio di Bogor, ia dan beberapa karyawannya melakukan training selama 3 minggu di Yogyakarta. “Selama 4 bulan dibuka, respon pengunjung sangat bagus.  Dengan harga yang tidak terlalu tinggi, rasa yang enak dan apalagi kuliner khusus pasta di Kota Bogor ini masih jarang, membuat pengunjung untuk selalu datang kembali,” tambahnya.

Pengunjung biasanya ramai berdatangan pada hari jumat malam hingga minggu malam.  Dalam satu hari mereka dapat menghidangkan hingga 100 porsi untuk pasta saja, belum termasuk dengan menu-menu lainnya. Dalam pemilihan bahan baku, terdapat bahan yang harus diambil dari Yogyakarta, yaitu saus. Selebihnya pemilihan bahan baku dipercayakan kepada supplier. “Biasanya pemesanan bahan dari supplier seperti krim susu, daging sapi dan daging ayam, selebihnya seperti sayuran kita memilih untuk belanja sendiri agar tetap terjaga kesegarannya.”

Nilai gizi dari makanan yang disajikan bisa dikatakan seimbang karena dari menu pasta yang dihidangkan menggunakan krim yang mengandung susu dan minumannya pun menggunakan susu dan yoghurt. Sebelum membuka warungnya, ia dan karyawannya telah melakukan persiapan yang dimulai sejak pukul 9 pagi.  Pada waktu tersebut, para karyawan memilih bahan makanan yang akan digunakan pada hari itu. “Menu makanan menurut saya bisa dikatakan berkualitas jika bahan makanan yang digunakan masih segar dan diolah secara benar dan bersih,” urai Fajrin.

Penyimpanan bahan makanan juga dilakukan dengan teliti, termasuk penyesuaian suhu ruang penyimpanan dengan bahan makanan agar kualitasnya tetap terjaga. Menjelang bulan Ramadhan, Pasta Gio telah menyiapkan promo tersendiri.  “Nantinya kita akan menyediakan menu nasi, dimana pada hari biasa menu tersebut tidak ada.” Pengunjung juga memberikan pengaruh untuk menentukan jenis menu yang akan dihidangkan, “Mereka sering memberikan ide dalam menu baru, setelah itu kami akan coba mengolahnya, jika berhasil makan akan kita tawarkan secara umum kepada pelanggan.”

Jam operasional pada hari kerja mulai dari pukul 12 siang hingga pukul 10 malam dan pada akhir pekan mulai pukul 12 siang hingga pukul 12 malam. Pasta Gio Bogor mampu menampung hingga 100 orang dan sudah beberapa kali dipesan untuk event khusus seperti arisan dan acara keluarga. “Yang sering datang kesini 30% remaja dan sisanya orang dewasa.  Konsep Rumah Joglo yang sederhana dan nyaman ini seperti menarik pengunjung untuk datang,” tutupnya.

 

Pasta Gio Jogjakarta – Bogor

Jl. Pandu Raya No. 21 Bogor Utara

T. 0251 8111036

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...