Momo Milk, Cafe Berkonsep Barn



Susu, minuman berwarna putih ini memiliki banyak fungsi dan manfaat, selain itu berbagai kalangan menyukainya. Susu juga bisa diolah menjadi berbagai macam jenis, seperti milkshake dan yoghurt. Itulah mengapa Momo Milk hadir di Bogor. Jika sebelumnya booth Momo Milk sudah pernah dijumpai di Yogya Junction atau Sapta IPB kini hadir Momo Milk dengan tema café dimana pengunjung tidak hanya dapat menikmati susu saja melainkan dengan makanan lainnya.

“Setelah selama ini saya membuka hanya sebatas booth untuk Momo Milk, kali ini saya membuka Momo Milk Café yang memiliki konsep klasik.  Kita ingin membuat pengunjung merasa sedang berada di peternakan dan merasa sedang berada di sebuah barn,” jelas Haidhar Wurjanto selaku owner dari Momo Milk. Presentasi makanan yang disajikan disini pun cukup unik karena menggunakan barang seperti botol susu, talenan kayu yang dibuat sebagai alas makanan dan teh yang menggunakan jar atau toples. “Sekarang ini banyak konsumen mencari sesuatu yang baru, aneh dan lucu,” tambahnya.

Dengan mengusung target konsumen pelajar dan mahasiswa, Momo Milk juga sering didatangi oleh para keluarga yang ingin menikmati sajian dari Momo Milk. Lokasi dari Momo Milk juga berdekatan dengan sekolah dan kampus sehingga hampir semua kalangan dapat menikmatinya. Pemilihan susu diambil dari daerah Cibubulang Kabupaten Bogor, “Susu tersebut merupakan susu dengan Grade A yang kadar lemaknya tinggi, rasanya gurih dan secara mikrobiologi, patogennya pun sedikit.  Susu ini lalu diolah, di pasteurisasi dan dibuat yoghurt lalu dikirim kesemua cabang Momo Milk.”

Di Momo Milk Café, makanan yang disajikan adalah makanan ringan, karena kebanyakan orang ingin menikmati susu dengan makanan ringan seperti French fries, batagor, siomay dan roti bakar. Momo Milk Café ini berdiri sejak 5 Juni 2013 lalu.  Nama Momo Milk dipilih karena suara sapi yang berbunyi seperti “Mo”. “Momo  terdengar catchy dan mudah diingat orang,” ujar Haidhar. Awalnya ia membuka Momo Milk Café ini karena ia melihat bahwa penjualan Momo Milk di booth sangat baik sehingga ia ingin mengejar citra brand yang baik pula di masyarakat dengan membuka Momo Milk Café ini.

Terbukti, dengan dibukanya Momo Milk café ini, nama Momo Milk makin dikenal orang.  Tren sebagian anggota masyarakat saat ini yang gemar memotret makanan yang akan dikonsumsi dan menggungahnya ke media sosial, juga menjadi promosi tidak langsung. “Maka dari itu untuk peralatan makanan kami gunakan yang unik sehingga banyak orang yang secara tidak langsung memperkenalkan Momo Milk kepada orang lain dengan mengunggah ke media sosial,” tambahnya. Beberapa makanan yang menjadi favorit disini ialah Milkshake Momo Oreo, Mango Milkshake dan Strawberry Milkshake, sedangkan untuk makanannya Cheesy Melt Chicken, Roti Bakar Momo dan Mie Ayam.

Nilai gizi produk yang disajikan cukup baik karena susu sendiri memang memiliki manfaat dan khasiat yang sangat baik. Jam operasional Momo Milk Café ini mulai pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam setiap harinya dengan kapasitas mampu menampung pengunjung hingga 68 orang. “Target kedepannya saya ingin melakukan perluasan ruangan café dan ingin menjual susu botolan untuk dijual ritel,” tutupnya. Adi 

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...