Mewaspada Kontaminasi Salmonella pada Produk Pangan





Salmonella merupakan patogen yang menyebabkan penyakit. Bakteri tersebut tergolong dalam kelompok gram negatif. Habitat utamanya dapat ditemukan pada usus manusia dan hewan. Makanan dan air merupakan media penularan yang baik bagi Salmonella, namun dampaknya bagi kesehatan tergantung pada imunitas masing-masing orang.

Hal tersebut disampaikan oleh Peneliti SEAFAST Center IPB, Dr. Ratih Dewanti-Hariyadi dalam Seminar yang diselenggarakan oleh 3M Indonesia di Jakarta pada 26 Juni lalu. Ratih mengingatkan tentang bakteri Salmonella dapat bertahan hingga dua tahun dalam keadaan yang tidak diberi nutrisi. Selain itu, umumnya bakteri tersebut sangat menyukai makanan yang bersifat kering seperti coklat bubuk, susu bubuk, dan rempah bubuk.

Selain itu makanan yang kering, mentah dan makanan yang tidak dikemas dengan proses yang baik, , telur yang tidak dimasak dengan matang, makanan mentah, unggas dan daging, buah-buahan serta sayuran mentah seperti selada, tauge, tomat, dan kentang juga memiliki potensi sebagai media tumbuh Salmonella.

Dalam kondisi tertentu, Salmonella akan menyebabkan penyakit, yang paling umum adalah Gastroentiteritis, tifoid atau tipes, dan demam.

Oleh sebab itu, kontaminasi Salmonella dalam produk pangan harus ditekan seoptimal mungkin. Salah satunya adalah dengan menerapkan Good Agricultural Practices. Jika lahan pertanian diketahui telah terkontaminasi oleh Salmonella, sebaiknya dilakukan tindakan sanitasi dan pembersihan terlebih dahulu. Dina

Artikel Lainnya