Asupan Gizi Tepat untuk Pertahankan Panjang Telomer





Telomer adalah bagian paling ujung kromosom yang menjadi rahasia agar umur semakin panjang dan semakin awet muda. Telomer tersusun dari urutan basa-basa nukleotida dengan motif tertentu yang berulang-ulang ratusan hingga ribuan kali. Pada manusia, motif telomer yang berulang adalah TTAGGG. Untuk memelihara telomer, diperlukan enzim khusus yang disebut telomerase.

 

 

Hal tersebut dijelaskan oleh Bapak Teknologi Pangan Indonesia Prof FG Winarno pada Seminar Nasional Pangan dan Gizi di Jakarta pada 26 Juni lalu. Sebelum membelah diri, jelasnya, sel akan menjalani beberapa fase. Salah satunya adalah fase S (fase sintesis) yang memungkinkan penggandaan seluruh untai DNA yang menyusun genom. Penggandaan DNA pada umumnya dilakukan oleh enzim DNA-polimerase. Namun demikian, "Sintesis DNA oleh DNA-polimerase tidak memungkinkan penggandaan pada bagian ujung DNA linier. Dengan adanya struktur telomer yang khas dan enzim telomerase penggandaan untai DNA dapat dilakukan secara menyeluruh," kata Winarno.

 

Enzim telomerase berfungsi melindungi telomer dan mengurangi kerusakan DNA yang diyakini memberi kontribusi pada proses penuaan. Enzim telomerase adalah enzim yang menjaga agar sel tetap muda.  Jumlah enzim telomerase dapat menurun bila sedang sedih, marah, dengki, sakit hati dan luka batin. Sebaliknya, jumlah enzim telomerase dapat mengalami peningkatan pada saat hati bahagia,jatuh cinta, sedang menang perlombaan,setelah meditasi, atau saat kontemplasi.

 

Bila suatu sel tidak memiliki enzim telomerase, sel tersebut tidak mampu menggandakan bagian paling akhir dari untai DNA-nya, walaupun tetap dapat membelah diri. Hal tersebut menyebabkan untai DNA pada sel anakan menjadi lebih pendek dari sel awal. Bila keadaan ini berlanjut terus-menerus seiring dengan pembelahan sel, untai DNA menjadi terlalu pendek dan kestabilan genom terganggu. Keadaan ini mengancam kelanjutan hidup sel, atau sel berhenti membelah dan memasuki tahap penuaan.

 

Lebih jauh Winarno memaparkan, pemberian asupan gizi dapat meningkatan produksi telomer. Ia menunjuk konsumsi asam lemak omega 3 secara rutin dapat membantu menjaga telomer agar tetap panjang.  Asam lemak omega 3 dari tanaman terdiri dari Alpha Linoleic Acid (ALA) yag mana kemudian dipecah menjadi EPA dan DHA. Pada pangan sumber hewani, asam lemak omega 3 hanya mengandung sedikit ALA dan sebagian besar sudah berupa EPA dan DHA, sehingga lebih baik.

 

Sejumlah penelitian telah membuktikan, panjang telomer pasien yang terkena penyakit jantung, jauh lebih pendek dari orang normal. Fakta lain menunjukkan bahwa orang yang memiliki panjang telomer pendek memiliki resiko kena serangan jantung 62% lebih tinggi dari orang-orang pada umumnya. "Untuk mengurangi resiko tersebut serta memperpanjang umur, dapat diberikan asupan nutrisi yang dapat meningkatkan telomer dan enzim telomerase," kata Prof FG Winarno. mesa

Artikel Lainnya