Buah Berry Kaya Antioksidan



Buah merupakan jenis asupan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya. Buah menjadi sangat baik bagi tubuh karena kandungan yang terdapat di dalamnya bisa memberikan manfaat yang sangat beragam. Salah satu kandungan yang baik dan terdapat di dalam buah adalah serat, dimana serat memiliki manfaat yang sangat baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. 

 

"Sayangnya masyarakat di Indonesia masih sedikit yang mengonsumsi buah setiap hari secara rutin, walaupun sebenarnya mereka sudah mengerti bahwa buah mengandung banyak sekali manfaat yang baik untuk tubuh,” kata dokter ahli gizi klinik Universitas Indonesia  Fiastuti Witjaksono di Jakarta pada 19 Juni lalu. Fiastuti menunjukkan Data World Health Organization (WHO) dan Food Agriculture Organization (FAO) yang menyebutkan bahwa kekurangan asupan buah dan sayur dapat menyebabkan risiko berbagai penyakit yang salah satu nya adalah gangguan kesehatan saluran pencernaan. Kekurangan asupan buah dan sayur dapat menyebabkan risiko kematian akibat kanker saluran cerna sebesar 14 persen. Oleh karenanya, untuk

mendapatkan hidup sehat, Fiastuti menyarankan untuk menerapkan gaya hidup yang sehat dan mengonsumsi asupan yang sehat, seperti dengan mengonsumsi buah-buahan.

 

Lebih jauh ia memaparkan, ada dua jenis buah yang bisa dikonsumsi, yaitu buah tropis dan non tropis. Kelompok buah tropis seperti mangga, jeruk, jambu, sudah lebih dikenal oleh masyarakat, baik jenis maupun manfaatnya akan tetapi masyarakat belum mengenal betul bahwa terdapat buah-buahan non tropis juga memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh.

 

Saat ini makin banyak orang Indonesia yang ingin tahu lebih banyak mengenai manfaat buah Berries, karena ternyata tren di luar negeri masyarakatnya banyak yang mengonsumsi buah ini. Buah dengan kata ‘berry’ di belakang namanya ini terdiri dari bermacam- macam, yaitu Bilberry,Blackberry, Blueberry, Cranberry, Drewberry, Huckleberry, Lingonberry, Cowberry, Foxberry, Redberry, Mulberry, Raspberry, dan Strawberry. Buah berry yang populer dan biasa dikonsumsi masyarakat di dunia ada lima yaitu Blackberry, Blueberry, Cranberry, Raspberry, dan Strawberry. Kelompok buah Berries ini memiliki kandungan yang baik untuk tubuh, sayangnya tingkat konsumsi buah Berries masih sedikit sekali di Indonesia. Hal itu disebabkan kelompok buah ini sulit di dapat di Indonesia karena hanya tumbuh di tempat yang berbeda-beda di luar Indonesia, buah Berries juga tergolong cukup mahal dibandingkan dengan buah kategori tropis.

 

“Sebagian besar buah Berries mengandung anthocyanin, ellagic acid dan flavonoid yang dapat membantu menangkal radikal bebas dalam tubuh," tandas Fiastuti. Selain itu, buah Berries juga terkenal akan kandungan serat dan mineral yang tinggi seperti magnesium, potassium dan mangan. Kandungan serat yang tinggi tentu saja bermanfaat baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Magnesium dan potassium penting bagi kesehatan sistem saraf dan metabolisme tubuh, sedangkan Mangan juga berperan penting dalam melindungi sel dari radikal bebas akibat polusi, asap rokok, makanan, dan lain-lain.wati

Artikel Lainnya

  • Mar 21, 2019

    Tepat Menyimpan Produk Bakeri

    Teknik pendinginan merupakan metode yang sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Prinsipnya sangat sederhana, yakni menghambat pertumbuhan mikroba. Aplikasi penurunan suhu ini sangat luas digunakan dalam berbagai produk pangan, termasuk produk bakeri seperti kue,roti, patiseri, dan lainnya.   ...

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...