Cermati Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Berlebih





Angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia yang meningkat, dari 49,9% di tahun 2001 menjadi 59,5% di tahun 2007 menjadi perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan RI. Beberapa penyakit tidak menular dan persentase penyebab kematian antara lain hipertensi, penyakit jantung, kanker, dan diabetes melitus. Pada umumnya, penyakit tersebut terkait dengan konsumsi gula, garam dan lemak berlebih. 

 

Terlebih lagi, menurut data Kementerian Kesehatan, sebanyak 24,5% penduduk Indonesia ternyata mengonsumsi garam berlebih dan 12,8% mengkonsumsi lemak  berlebih. Hal tersebut berisiko untuk terkena penyakit tidak menular. Dr. Ekowati Rahajeng, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan mengkawatirkan tentang pola konsumsi mayarakat yang menyukai makan manis, asin dan berlemak yaitu sekitar 23,8% untuk gula/manis, 5,7% untuk garam/asin, dan 64,7% untuk lemak. Oleh karena itu, "Untuk mengurangi peningkatan angka prevalensi penyakit tidak menular, edukasi mengenai diet dan gizi seimbang, termasuk didalamnya mengenai pengaturan konsumsi gula, garam, lemak, dan baca label makanan penting dilakukan," kata Ekowati dalam program edukasi “Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan" yang digelar oleh Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Nutrifood Indonesia di Jakarta pada 19 Juni lalu.

 

Edukasi kepada masyarakat tersebut merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian penyakit tidak menular yang disebabkan oleh konsumsi gula, garam, lemak berlebih. "Kami berharap program edukasi ini dapat membantu masyarakat lebih bijak memilih makanan yang dikonsumsi,” katanya sembari menambahkan, yang perlu juga dicermati adalah konsumsi produk pangan kemasan. Ia menandaskan, anjuran batas konsumsi gula, garam, dan lemak ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.30/2013. Anjuran itu yakni, batas konsumsi gula per orang/hari adalah 50 gram  atau 4 sendok makan, sementara untuk batas konsumsi garam per orang/hari adalah 2000 miligram natrium/sodium atau 5 gram garam atau 1 sendok teh. Untuk lemak, batas konsumsi lemak per orang/hari adalah 67 gram  atau 5 sendok makan minyak. 

 

Yang patut disayangkan adalah sebagian masyarakat umumnya hanya memperhatikan label pada makanan kemasan terkait label halal, waktu kadaluarsa, nama produk, dan komposisi makanan saja. Padahal yang tak kalah pentingnya adalah membaca Informasi Nilai Gizi (ING) yang ada di label makanan kemasan. Direktur Standarisasi BPOM Tetty Sihombing menambahkan, informasi pada label kemasan sekurang-kurangnya berisi nama produk/nama pangan olahan, daftar bahan atau komposisi yang digunakan, berat bersih atau isi bersih, nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor, halal bagi yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi,  tanggal, bulan dan tahun kadaluarsa, nomor pendaftaran, asal-usul bahan pangan tertentu, ING dan klaim. "Zat gizi yang wajib dicantumkan meliputi energi total, lemak total, protein, karbohidrat total dan natrium," jelas Tetty 

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...