Frozen Dessert dalam Berbagai Versi





Frozen dessert dinilai cukup mampu bersaing di pasar Indonesia. Frozen yoghurt misalnya, yoghurt beku yang penampilannya mirip es krim, bahkan dengan versi yang tak kalah menggoda berkat topping aneka potongan buah yang menggoda, ini belakangan tengah membuat masyarakat ibu kota dan beberapa kota besar lainnya kecanduan. Tak lagi sebagai dessert, tapi sebagai camilan. Klaim rendah lemak plus buah-buahan segarnya yang menyehatkan, membuat orang tak ragu menikmatinya kapan saja.

Lain lagi dengan gelato yang menjadi tren, sebelum frozen yoghurt. Frozen dessert berupa es krim khas Italia ini juga hadir dengan klaim rendah lemak karena bahan baku utamanya adalah susu krim. Perbedaannya dengan es krim adalah overrun (pengikatan udara dalam produk) yang lebih rendah sehingga teksturnya lebih padat dan lebih lembut. Variasi rasanya pun beragam, mulai dari rasa buah-buahan, cokelat, moka, tiramisu, dan lainnya.

Jenis yang lain yaitu sorbet. Namanya memang tak sepopuler frozen yoghurt ataupun gelato. Namun tanpa disadari, sorbet sebenarnya sudah hadir di antara deretan pilihan es krim di beberapa gerai es krim ternama. Sorbet penampilannya mirip es krim tetapi bertekstur kasar, mirip butiran Kristal es serut dengan cita rasa yang cenderung asam segar. Perbedaan ini muncul karena sorbet memang tidak mengandung lemak sama sekali. Pembuatannya tidak menggunakan susu ataupun kuning telur. sorbet dibuat dari air buah atau puree buah segar, atau dapat dicampur dengan minuman lain seperti teh, dan terkadang dipadu dengan sirup gula, yang kemudian dibekukan dan ‘dihancurkan’ hingga terbentuk Kristal-kristal es halus.

Di Amerika sorbet dikenal dengan ‘sherbet’ terbuat dari jus buah atau puree. Beberapa versinya ada yang ditambahkan dengan produk susu yang memiliki kandungan lemak kurang dari 3%.

Sorbet dengan nilai jual tinggi adalah sorbet yang bertekstur lembut dan memiliki Kristal es yang kecil sehingga mudah larut di mulut. Kristal es yang lembut dapat diperoleh jika campuran antara sirup gula dengan jus buah atau puree buahnya pas dan pengocokan adonan dilakukan secara konstan hingga membeku. Berbagai macam jus buah atau puree dapat digunakan untuk sorbet sesuai dengan kesukaan.

Cara sederhana yang dapat dilakukan dalam pembuatan sorbet ini yaitu, hanya dengan mencampukan gula, jus atau puree buah kemudian diaduk dan dibekukan, maka jadilah sorbet buah yang kita inginkan. Investasi tidak terlalu besar jika kita bisa bermain di industri ini. Alat yang diperlukan untuk produksi skala besar hanya ice cream maker. K-12
Dimuat dalam majalah Kulinologi Indonesia edisi 02. Vol.II tahun 2010

 

Artikel Lainnya

  • Feb 15, 2019

    Dangke: Produk Keju dengan Kearifan Lokal

    Dangke merupakan produk keju tradisional dari susu kerbau khas Sulawesi Selatan dan telah diproduksi sejak tahun 1905. Dangke banyak diproduksi di daerah Enrekang, Curio, Baraka, Anggeraja dan Alla. Menurut cerita, nama Dangke berasal dari bahasa Belanda, “dank u well” yang berarti terimaksih banyak. Saat itu seorang peternak kerbau memberikan olahan fermentasi susu kepada orang Belanda yang sedang melintas dan orang Belanda tersebut mengucapkan “dank je” yaitu ucapan singkat dari “dank u well”. Sejak saat itulah susu fermentasi kerbau ini disebut dangke. Dangke memiliki tekstur yang elastis, berwarna putih, dan memiliki rasa mirip dengan keju pada umumnya. ...

  • Feb 14, 2019

    Costing Menu Summer Fresh

    Summer Fresh merupakan smoothies buah mangga, pisang, dan peach yang dihaluskan dengan tambahan susu dan yogurt. Teksturnya agak kental mengandung butiran halus es buah beku yang dingin, sangat pas disajikan saat siang atau udara panas. Kaya akan vitamin C, kalium, kalsium, dan zat gizi lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Penambahan yogurt selain memberi rasa asam segar juga memberikan manfaat bagi kesehatan percernaan karena mengandung probiotik. Bahan smothies ini antara lain mangga, peach, pisang, susu segar, dan yogurt. Kandungan gizi per porsinya antara lain; energi 251 kkal, protein 7,6 gram, lemak 8,2 gram, dan karbohidrat 39,8 gram. Berikut adalah costing dari Summer Fresh: ...

  • Feb 13, 2019

    Jus Martabe Khas Sumatra Utara

    Jus martabe merupakan minuman dari Sumatera Utara yang tergolong unik dan jarang dijumpai pada daerah lain. Keunikannya terletak pada bahan dasar yang digunakan yakni terong Belanda dan markisa. Martabe sendiri merupakan singkatan dari Markisa-Terong-Belanda. Jus ini tinggi serat pangan dan pektin, gula buah fruktosa, vitamin C, vitamin E, asam folat, kalium, dan magnesium. Mengonsumsi jus  martabe dapat memperbaiki kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan tulang, mengefektifkan sistem pembersihan racun dalam tubuh, memacu peremajaan sel, menggiatkan fungsi hati dan ginjal, serta mengatasi radang saluran kencing.   ...

  • Feb 12, 2019

    Audit untuk Menjaga Keamanan Pangan Restoran

    Salah satu usaha yang mengombinasikan antara produk dan jasa adalah restoran. Dalam menyajikan menu di restoran perlu adanya proses yang memastikan bahwa prosedur yang telah dibuat sesuai dengan praktiknya. Oleh karena itu, audit sangat dibutuhkan bagi restoran. Tujuan dari proses audit adalah sebagai proses verifikasi untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan yang dibentuk oleh restoran benar-benar diimplementasikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, audit juga dilakukan sebagai evaluasi untuk memastikan apakah sistem tersebut masih dapat menjaga produk pangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan untuk kebutuhan sertifikasi atau validasi pengesahan terhadap sistem untuk kebutuhan branding produk maupun persyaratan akan suatu bentuk status komersial.   ...

  • Feb 11, 2019

    Kecukupan Gizi Konsumen Vegetarian

    Konsumen vegetarian biasanya menghindari beberapa makanan khusunya yang menjadi sumber protein hewani. Oleh karena itu, asupan gizi seperti protein yang biasa didapat dari sumber hewani harus digantikan dari sumber lain. Menurut Prof. Ali, masalah terbesar utama yang sangat sering dialami para vegetarian adalah kekurangan asupan protein yang berkualitas dan kekurangan zat besi (Fe). Mereka bisa saja mendapatkan asupan protein dari pangan nabati. Namun, kebanyakan sumber protein dari pangan nabati tidak memiliki nilai biologis yang cukup, sehingga memerlukan proses yang lebih lama agar bisa diserap dengan baik oleh tubuh.   ...