Menjaga Keamanan Pangan pada Rantai Suplai Produk Pangan





Dari waktu ke waktu tuntutan konsumen akan kualitas produk pangan yang dikonsumsi semakin tinggi. Selain itu meningkatnya kesadaran konsumen akan makanan yang halal juga menggeser standar produsen untuk menghasilkan makanan yang tidak hanya aman untuk kesehatan, tetapi juga tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama, keyakinan, dan budaya masyarakat. Hal ini senada dengan isi dari UU No 18 tahun 2012 tentang keamanan pangan. Dalam peraturan itu disebutkan, pangan yang aman adalah yang tidak mengandung bahan-bahan yang membahayakan kesehatan manusia. Jika menggunakan bahan-bahan yang berisiko, harus sesuai dengan ambang batas yang diijinkan sehingga tidak membahayakan konsumen.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Harsi Dewantari Kusumaningrum, Pengajar pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB pada acara pelatihan dengan topik “Capacity Building for Safety and Hygiene in Food Supply Chain in Indonesia” di Bogor pada 29 Mei lalu. Acara yang berlangsung secara kontinyu selama 15 hari diikuti oleh tidak kurang dari 20 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, yang diharapkan setelah selesai mengikuti pelatihan, dapat menjadi pelatih di bidang keamanan pangan, terutama di industri usaha kecil dan menengah bidang pangan. 

 

Harsi menjelaskan, pangan yang aman adalah pangan yang tidak mengandung bahan berbahaya atau masih berada dalam jumlah yang diijinkan. Tetapi seiring dengan tingginya tingkat kesadaran konsumen, saat ini keamanan pangan bergeser untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan makanan yang tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya yang mereka anut. 

 

Bahaya keamanan pangan dibedakan menjadi bahaya mikrobiologi, bahaya kimia, dan bahaya fisik. Bahaya mikrobiologi dapat berupa infeksi dan toksiko-infeksi. Bahaya kimia mempunyai efek samping dalam jangka panjang sedangkan bahaya biologis mempunyai efek yang langsung terlihat sehingga lebih menarik perhatian. Padahal bahaya kimia jika terjadi dalam jangka panjang menjadi sangat berbahaya karena mempengaruhi kinerja organ tubuh manusia. “Keracunan pangan mayoritas terjadi pada makanan siap saji misalnya nasi bungkus,”ujar Harsi. Pentingnya untuk menghindari bahaya biologis untuk mewujudkan keamanan pangan ditunjukkan dengan diterapkannya SNI pada air minum dalam kemasan (AMDK) sebagai salah satu produk pangan yang paling banyak dikonsumsi oleh manusia. hesti

Artikel Lainnya

  • Ags 02, 2019

    Bahan Pangan Pembentuk Rasa Umami

    Awalnya, manusia hanya mengenal empat rasa dasar, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Namun sejak seratus tahun yang lalu telah ditemukan komponen rasa dasar kelima, yakni umami. Untuk lebih mempermudah mendeskripsikan rasa umami, sering digunakan istilah ‘gurih’. Keberadaan umami sangat penting dalam menciptakan rasa yang enak. ...

  • Ags 02, 2019

    Peluang Bisnis Pasta di Industri Kuliner Indonesia

    Tren kuliner sangat mudah masuk dan berkembang dari satu negara ke negara lain akibat banyak faktor, salah satunya pertukaran budaya. Semakin berkembangnya dunia kuliner juga menjadikan para pelaku industri ini saling berlomba-lomba menghadirkan inovasi dari tren-tren yang ada. Menggabungkan masakan dari luar negeri dengan bahan-bahan khas negeri sendiri sudah banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu masakan khas negara lain yang dipadu-padankan dengan ingridien khas nusantara ialah olahan pasta.    Terdapat berbagai macam olahan pasta, seperti lasagna, fettucine, makaroni keju, dan spagheti. Meskipun olahan pasta ini disukai hampir semua golongan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun masih jarang pelaku bisnis kuliner menengah ke bawah yang menyediakan menu pasta.    “Olahan pasta di kalangan masyarakat kita dianggap sebagai masakan yang mewah, mahal, pembuatannya ribet, sehingga minim penjual. Padahal kenyataannya, pembuatan olahan pasta cukup mudah, harga bahan-bahannya juga cukup terjangkau dan pastinya mudah didapatkan. Selain itu, olahan pasta bisa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dengan menambah bahan-bahan yang kita punya, seperti spagheti rasa kari dan rendang, makaroni tuna, dan sebagainya,” terang Pasta Expert, Chef Ade Rachmat dalam Pelatihan Usaha Kuliner Pasta yang diselenggarakan oleh Indofood, bertempat di Bogor pada 1 Agustus 2019.   Pelatihan Usaha Kuliner Pasta ini sudah diadakan sejak 1 Juli lalu dan berakhir pada hari ini (1/8), dengan menghadirkan 34 peserta yang bergerak dalam bidang kuliner untuk mengikuti pelatihan memasak olahan pasta secara gratis.    Meskipun terbilang cukup mudah, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam mengolah pasta. “Terdapat beberapa hal penting dalam mengolah pasta agar menjadi olahan yang istimewa, antara lain cara memasak, tingkat kematangan, proses penirisan, penyimpanan pasta kering, dan penyimpanan pasta matang harus diperhatikan. Selain itu, pilih bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan biaya, namun tentunya tidak boleh mengesampingkan kualitas. Bahan-bahan yang dirasa cukup mahal bisa disubtitusi dengan bahan lain yang memiliki funsgi sama namun lebih terjangkau,” jelas Ade. KI-37 ...

  • Ags 01, 2019

    Tips Menurunkan Penggunaan Garam

    Penggunaan garam secara berlebihan berpotensi mendatangkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.  Pembatasan asupan garam tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan, di antaranya: i) memodifikasi penggunaan garam dapur, menggunakan bumbu dan rempah-rempah seperti seledri, daun bawang, daun salam, untuk meningkatkan cita rasa masakan tanpa harus menambah garam; ...

  • Jul 31, 2019

    Cara Bijak Mengonsumsi dan Menyiapkan Menu Berbasis Daging

    Mengonsumsi daging diusahakan tidak setiap hari untuk menghindari penumpukan lemak jenuh dan kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi daging harus diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi daging sebaikya berganti-ganti antara daging sapi dan ayam (unggas). Sebagian ahli mengatakan daging putih lebih sehat daripada daging merah. Daging yang dimasak secara matang lebih mudah dicerna dibandingkan daging setengah matang.   ...

  • Jul 30, 2019

    Ragam Kondimen Pendamping Masakan Daging

    Selain bumbu yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masakan, juga terdapat bahan-bahan yang menjadikan masakan tersebut kurang lengkap jika tidak menggunakannya. Bahan-bahan tersebut ialah kondimen, yang merupakan bahan makanan yang berjumlah sedikit dan berfungsi sebagai pelengkap maupun penyerta hidangan. ...