Tidak Mudah Menetapkan Ikon Kuliner Nusantara





Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menetapkan 30 ikon kuliner Nusantara.  Menurut  Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus dan Mice Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Achyaruddin, tidak mudah untuk menetapkan ikon tersebut.  Karena setidaknya ada 5280 kuliner Indonesia yang telah memiliki nama, dan 2000 diantaranya sudah diketahui resepnya.  “Setelah berbagai perdebatan dan diskusi, maka ditetapkanlah 30 ikon kuliner tersebut,” tutur Achyaruddin.

Sementara itu, Pakar Kuliner Bondan Winarno mengharapkan dengan adanya ikon tersebut, kuliner Indonesia tidak hanya jago kandang, tapi juga dikenal oleh dunia internasional.  “Untuk mendukung promosi, kita juga harus mengetahui filosofi dari suatu masakan, dan kemudian menyusun standardisasinya,” ungkap Bondan.

Direktur Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Saiful Adi, optimis bahwa kuliner Indonesia bisa diterima di dunia internasional.  “Pengalaman  menunjukkan, penyajian set menu kuliner Indonesia dalam suatu conference mendapat sambutan yang hangat dari peserta asing,” tuturnya.

Oleh sebab itu, untuk mensosialisasikan resep dan teknik memasak kuliner Indonesia, Kemenparekraf bekerja sama dengan STP Bandung dan Indonesian Chef Association (ICA) Jawa Barat menyelenggarakan workshop yang diikuti oleh chef, akademisi, mahasiwa, dan praktisi kuliner.  Acara tersebut berlangsung dari tgl 24 hingga 26 Mei di STP Bandung.  @hendryfri

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...