J. House Restaurant & Wine Bar Hadir dengan konsep ‘Wine Educate’





 

Industri kuliner Jakarta bertambah dengan hadirnya J.House Restaurant and Wine Bar yang telah resmi dibuka, pada akhir minggu lalu. Restoran yang terletak di Jl. KH. Mas Mansyur ini tidak hanya menawarkan suasana yang modern, namun juga menyuguhkan kombinasi masakan yang diadaptasi dari selera lokal dan minuman spesial wine berkelas bagi food & wine lovers.

 

Kehadiran J.House Restaurant and Wine Bar ini akan menjadi alternative tujuan kuliner dan hang out bagi masyarakat modern. “Kami menilai bahwa masa depan kota Jakarta sangat menjanjikan dari segi industri hospitality dan kuliner. Hal ini dikarenakan bahwa masyarakat  modern saat ini telah memiliki kebiasaan makan di luar rumah secara rutin, dengan keadaan tersebut kami hadirkan tempat hang out yang dapat menjadi alternative tujuan masyarakat kota Jakarta yang ingin menikmati suasana modern,” jelas Rommy Rajrandhani, Corporate GM PT Mitra Putera Indonesia.

 

Restoran yang dilengkapi dengan 126 kursi bergaya kasual dan cozy ini menawarkan menu yang berfokus pada menu western, dengan menu andalan Braissed Lamb Steak dan Risotto. Sesuai dengan namanya tempat ini memiliki 1000 koleksi wine berkualitas. Konsep ‘wine educate’ dipilih untuk menyebarkan pemahaman kepada masyarakat tentang cara terbaik menikmati wine. Selain itu, akan diadakan program yang digelar rutin seputar wine.

 

Program inovasi yang akan digelar secara rutin ini, nantinya menampilkan para pakar wine terbaik seperti Wine Maker yang akan membicarakan pengetahuan dan seluk beluk wine hingga cara pembuatan wine; Wine Sommelier yang akan menyampaikan seputar etika menikmati wine mulai dari penyajian, pemilihan, penyimpanan hingga menikmati minuman serta chef yang akan memberikan penjelasan seputar Wine Pairing for Food, yaitu cara menikmati wine yang tepat dengan makanan tertentu. Kiki

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...