Penanganan dan Penyimpanan Bahan Baku & Ingridien Produk Cokelat







Penanganan dan penyimpanan bahan baku dan ingridien produk cokelat merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keamanan dan mutu produk cokelat.  Oleh sebab itu, International Confectionery Association (ICA), secara khusus memberi panduannya dalam Good Manufacturing Practices  (GMP) untuk industri confectionery, cokelat dan kakao.  Berikut adalah beberapa pedoman mengenai hal tersebut:

-        Biji kakao, susu, dan kacang adalah bahan baku yang umum digunakan.  Ketiganya harus dipastikan telah mendapatkan perlakuan panas cukup untuk menghilangkan adanya bakteri Salmonella.



-        Untuk ingridien yang telah mengalami proses pengolahan, seperti gelatin, produk telur, lesitin, kelapa, dan lainnya sebaiknya dipastikan sesuai spesifikasi dan persyaratan secara kimia dan mikrobiologi.  Selain data dari supplier, juga diperlukan verifikasi analisis untuk memastikannya.



-        Produsen juga harus menjamin bahwa kacang, biji kakao, raisin, dan ingridien lainnya –termasuk rework, yang rentan terhadap infestasi hewan, burung, serangga, vermin, mikroorganisme, atau kontaminan lainnya dapat terlindungi dengan baik.



-        Bahan baku dan ingridien juga disarankan untuk tetap disimpan dalam kemasan aslinya.  Dan kemasan serta tempat penyimpanannya didesain agar terhindar dari kontaminasi.  Tidak hanya itu, kondisi penyimpanannya juga memperhatikan persyaratan agar tidak terjadi kerusakan, terutama suhu dan kelembabannya.



-        Bahan baku beku yang rentan terhadap serangan dan pertumbuhan bakteri patogen, sebaiknya disimpan pada suhu -18oC atau lebih rendah.



-        Bahan baku cairan yang terdiri dari beberapa ingridien mudah rusak (perishable) dan baik untuk pertumbuhan mikroba patogen, sebaiknya diproses terlebih dahulu dengan tujuan meminimalkan risiko keberadaan bakteri tersebut.



-        Bahan baku dan ingridien harus didesain agar memiliki risiko minimal terhadap pertumbuhan mikroba pathogen dan segala jenis kontaminasi.



Selain penanganan bahan baku, GMP yang diterbitkan oleh ICA tersebut juga mengatur persyaratan lainnya, termasuk di dalamnya mengenai desain ruangan, kondisi proses, dan sanitasi pekerja.  K-09

Artikel Lainnya

  • Apr 18, 2019

    Tips Memilih Whipped Cream

    hipped cream merupakan krim yang timbul di bagian atas dari susu pada waktu didiamkan atau dipisahkan, sehingga whipped cream juga disebut sebagai ‘kepala susu’.Kegagalan dalam pengolahan whipped cream biasanya ada pada suhu, pengocokan, dan perbandingan air (khusus untuk bubuk whipped cream). “Penggunaan air es dalam pengocokkan bubuk whipped cream sangat penting, karena air es tersebut membantu whipped cream mengembang secara maksimal.  ...

  • Apr 16, 2019

    Bahan-bahan yang mempengaruhi tekstur es krim

    Es krim dibuat dengan cara membekukan campuran susu, lemak hewani atau nabati, gula, dengan atau tanpa penambahan ingridien lain yang diizinkan. Bentuk dan ukuran masing-masing bahan penyusun es krim tersebut sangat menentukan kualitas es krim, terutama tekstur. Tekstur yang diinginkan pada es krim adalah lembut, creaminess (seperti kondisi kaya akan lemak) dan homogen. Sedangkan body yang diinginkan adalah firm dengan substansi padatan yang bersatu dalam bentuk buih/busa. Ketahanan es krim untuk tidak mudah meleleh juga menentukan apresiasi konsumen.   ...

  • Apr 15, 2019

    Costing Menu Honey Blended

    Honey Blended  adalah smoothie yang berbahan dasar raspberry, yoghurt, dan madu. Raspberry merupakan jenis buah yang banyak menyumbangkan manfaat untuk tubuh karena mengandung vitamin C dan magnesium yang cukup tinggi. Dipadukan dengan yogurt maka semakin melengkapi menfaat dari buah ini. ...

  • Apr 15, 2019

    Kenali Perbedaan Alergi Susu dengan Intoleransi Laktosa

    Alergi protein susu dan intoleransi laktosa merupakan dua masalah utama mengapa orang tidak dapat mengonsumsi susu. Perlu diketahui bahwa keduanya merupakan hal yang berbeda, meskipun dapat memberikan gejala yang sama. Alergi susu, biasanya yang berasal dari sapi, timbul akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang menganggap bahwa protein susu yang masuk ke dalam tubuh ialah zat yang berbahaya. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh memberikan respon penolakan dan menghasilkan gejala alergi. Susu sapi mengandung dua jenis protein, yaitu whey dan kasein yang keduanya dapat memicu reaksi alergi.   ...

  • Apr 11, 2019

    Jenis-Jenis Susu dan Kandungan Lemaknya

    Susu sebagai bahan makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sifatnya mudah dicerna dan diserap,sehingga baik untuk dikonsumsi. Susu cair, selain dikonsumsi langsung, juga banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri jasa boga, seperti untuk pembuatan yoghurt, pendamping breakfast cereal, pengganti santan, dan lainnya. Di pasaran terdapat berbagai jenis susu cair. Oleh sebab itu, industri perlu membaca label untuk memilih produk susu yang sesuai dengan kebutuhan. ...