Mencicipi Makanan Organik di The Place Bogor





Saat ini telah hadir beragam jenis makanan untuk memanjakan lidah masyarakat. Salah satu restoran baru yang hadir di kota Bogor adalah The Place yang berdiri pada 25 Desember 2012. Dijelaskan oleh Bambang Wahyudi, Executive Chef “Alasan dinamakan The Place adalah ingin menjadi barometer tempat nongkrongnya anak muda di Bogor,” tambahnya. Ketika pertama kali membangun The Place, sang owner mempunyai hobby mencicipi makanan, hingga terpikirlah untuk membuka restoran sendiri., The Place adalah restoran makanan Italia, “Konsep The Place adalah Italian Food dimana 90% makanan Italia dan 10% lainnya campuran makanan barat dan Asia. Jika kami menyajikan makanan Indonesia, sudah banyak pesaing di kota Bogor ini, namun bukan berarti makanan Indonesia tidak memiliki potensi,” tambahnya.

Mengusung target market menengah keatas karena The Place menggunakan bahan organik. Makanan yang disajikan The Place diklaim menyehatkan karena sebagian besar bahan baku yang digunakan adalah bahan organik dan memiliki chef yang ahli di bidang makanan organik dan makanan sehat. “ The Place menciptakan makanan Italia yang didesain tidak hanya enak tetapi juga menyehatkan,” tambah Bambang. Selain itu pada akhir pekan banyak orang asing yang datang.

Untuk bahan baku, Chef Bambang terjun langsung dalam pemilihannya, “Selain langsung memilih bahan, saya juga mengajarkan kepada kru saya bagaimana memilih bahan yang baik,” terangnya. Bahan baku didapat dari supplier terpilih di Jakarta. “Untuk menjaga hygiene dan sanitasi, penyimpanan bahan baku dilakukan secara terpisah karena bila dicampur dapat terjadi kontaminasi silang,” jelasnya.

Saat ini The Place hanya ada di Bogor, “Jika dalam 6 bulan kedepan tetap menunjukan peningkatan, maka akan dibuka di Jakarta,” tutur Bambang. Pada hari Senin sampai Jumat, The Place buka mulai pukul 11 siang hingga pukul 12 malam, untuk akhir pekan mulai pukul 11 siang hingga pukul 2 dini hari.
Menu andalah yang banyak dipesan pengunjung adalah Calzone Ripieno dan Fettuccine Al Samone. Dalam pengelolaan makanan tidak banyak hambatan yang muncul. “Tips dalam membuat masakan yang baik ialah masak menggunakan hati, sehingga apapun yang kita olah akan terasa enak. Jangan asal masak yang penting jadi tetapi hasilnya tidak bagus,” ujarnya.

Sebelum membuka restoran, beberapa bahan makanan yang beku seperti ikan, ayam dan daging di thawing terlebih dahulu agar ketika pengunjung memesan makanan bisa langsung diolah. Untuk mencegah kebosanan pengunjung, setiap 3 bulan sekali akan dilakukan pergantian menu, menu makanan yang kurang dilirik pengunjung akan diganti dengan yang baru dan setiap 2 bulan sekali akan diadakan promo-promo untuk menarik pengunjung lebih banyak. Adi

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...