Tingkatkan Konsumsi Buah dan Sayur





Pola makan seimbang terdiri dari nasi sebagai sumber karbohidrat, lauk sebagai sumber protein, buah dan sayur sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral, serta susu sebagai pelengkap nutrisi. Banyak masyarakat yang masih mempunyai pola pikir “makan biar kenyang”. Hal ini mengindikasikan bahwa setelah merasa kenyang, masyarakat akan berhenti makan, tanpa memperdulikan kebutuhan asupan gizi bagi tubuh. 

Melihat hal itu, tidak mengherankan jika konsumsi rata-rata buah dan sayur masyarakat Indonesia masih jauh di bawah angka standar rekomendaksi konsumsi buah dan sayur. Dalam sebuah media edukasi tentang Manfaat buah dan sayur di Jakarta, Dokter Spesialis Gizi Klinik Universitas Indonesia Fiastuti Witjaksono mengungkapkan tentang konsumsi rata-rata buah dan sayur penduduk Indonesia yang hanya 2,5 porsi per hari atau 34,55 kg/kapita/tahun. 

Fiastuti mengingatkan, data FAO menyebutkan bahwa standar kecukupan untuk sehat adalah jika konsumsi buah dan sayur sebesar 91,25 kg/kapita/tahun. The National Health and Medical Research Council juga menyatakan bahwa setiap hari, manusia harus mengkonsumsi dua jenis buah dan lima jenis sayuran. Adapun American Heart Association merekomendasikan untuk mengkonsumsi delapan porsi atau 4,5 mangkok dari berbagai jenis buah dan sayur per hari. Sementara itu WHO atau FAO merekomendasikan untuk mengkonsumsi 400 gram buah dan sayur per hari, sedangkan USDA’s Food Guide Pyramid menyarankan untuk mengkonsumsi 2-4 porsi buah dan 3-5 porsi sayuran per hari. 

Bagaimana dengan negara kita? Mengutip dari rekomendasi dari Pedoman Gizi Seimbang dalam UU Kesehatan No.36/2009 yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan, Fiastuti  konsumsi yang disarankan adalah 3-5 porsi sayur dan 2-3 porsi buah per hari sesuai dengan tumpeng gizi seimbang. "Hal ini mengindikasikan bahwa berbagai lembaga kesehatan dunia dan Indonesia menyadari pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur sebagai bagian dari menu makan setiap hari secara teratur untuk memenuhi asupan gizi seimbang untuk tubuh,"papar Fiastuti. hesti

Artikel Lainnya