Tips Mencegah dan Mengobati dari Serangan Jantung Koroner



Penyakit jantung koroner (PJK) dapat menyerang siapa saja, tidak menutup kemungkinan pada usia  muda dapat terserang penyakit ini apabila terbiasa dengan pola hidup tidak sehat dan pola makan yang tidak seimbang sejak kecil.  dr. Hananto Andriantoro, Sp. JP, Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, pada seminar sehat yang diselenggarakankan oleh  AGRIANITA IPB dalam rangka memperingati Hari Kartini, menuturkan terjadinya serangan jantung koroner adalah karena kurangnya suplai oksigen ke jantung akibat terhambatnya aliran darah oleh benjolan yang tumbuh pada dinding pembuluh darah, jika benjolan ini terus menumpuk kemudian menjadi plak (aterosklerosis) dapat memicu serangan jantung mendadak. Benjolan ini terbentuk karena lemak, kolesterol LDL, dan pertumbuhan sel yang berlebihan pada pembuluh darah. Beliau menuturkan bahwa sebagian besar serangan jantung disebabkan oleh aritmia yaitu irama jantung tidak teratur, faktor utama penyebabnya adalah kondisi psikologi seseorang. Misal tidak dapat menerima atau terjadi guncangan jiwa jika kondisi yang diinginkan tidak sesuai dengan kenyataan.

 

Penyakit lain juga dapat memicu serangan jantung antara lain tekanan darah tinggi, tingginya gula darah, hiperkolesterol, kanker, dan obesitas. ”Ada pula penyebabnya karena kelainan jantung sejak lahir misal kelainan katup jantung, serangan jantung akan datang rutin namun tidak berdampak buruk asalkan tetap tenang”, pungkas dr. Hananto.

 

Tips mencegah dalam kondisi sehat tanpa resiko

Terapkan pola hidup sehat seperti tidak merokok, rutin berolah raga, istirahat cukup, mudah mengontrol emosi, menghindari stres. Sejak kecil mengatur pola makan dengan gizi seimbang, hindari makanan dengan tinggi lemak, kolesterol LDL, garam dan gula berlebih. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah yang kaya antioksidan untuk menangkal radikal bebas.

 

Tips mencegah dalam kondisi sehat dengan resiko

”Usia diatas 40 tahun resiko terserang jantung meningkat, kaum pria lebih rentan dibandingkan kaum wanita. Hal ini dikarenakan wanita memiliki hormon estrógen yang dapat mencegah serangan jantung”, tutur dr. Hananto. Namun ketika setelah 5-10 tahun menopause resiko ini akan meningkat. Hal yang perlu dilakukan antara lain :

Lakukan terapi dan tetapkan tindakan pencegahan seperti mulai usia 40 tahun tidak minum manis lagi, stop mengkonsumsi makanan dengan tinggi lemak dan kolesterol LDL, kontrol tekanan darah, dan gula darah.

 

Tips mengobati

Gejala gejala sakit jantung adalah rasa sakit di dada, jantung berdebar tanpa sebab yaitu 20-30 per menit (denyut normal 60-100 per menit), dan sesak napas. Jika terjadi gejala ini tetaplah tenang dan segera bawa ke UGD RS terdekat. Periksakan ke kardiolog, lakukan terapi sesuai yang dianjurkan dokter dan minum obat secara rutin.  “Minumlah obat selama hidup “long life rhytem” secara terkontrol dengan dosis tepat, dosis yang paling rendah diberikan agar kondisi tetap terkontrol”, tutupnya. @felanesa

Artikel Lainnya