Penerapan HACCP di Industri Jasa Boga





 

Industri jasa boga umumnya memiliki karakter menghasilkan pangan siap santap, jenis yang diproduksi beragam, teknologi aplikasi sederhana, fasilitas dapur, rentang waktu pemasakan sampai dengan makanan dikonsumsi relatif rendah, dan lainnya.  Terdapat tiga karakter pangan yang dihasilkan, antara lain pangan yang tidak melalui pemasakan, pangan  yang diolah dan disajikan pada hari yang sama, dan pangan yang diolah dengan metode pemasakan yang kompleks.  Kondisi tersebut dapat memberikan risiko keamanan pangan jika tidak ditangani secara cepat.

Untuk meminimalkan risiko keamanan pangan, industri jasa boga perlu menerapkan sistem jaminan keamanan pangan, salah satunya Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).   Peneliti SEAFAST Center IPB, Prof. Lilis Nuraida , menjelaskan bahwa HACCP adalah suatu sistem pencegahan sistematik yang dirancang untuk meminimalkan risiko bahaya keamanan pangan, meskipun bukan jaminan keamanan pangan tanpa resiko (zero risk).  “HACCP merupakan pendekatan yang bersifat sistematik, proaktif, usaha dari suatu tim, teknik common sense, serta sistem hidup dan dinamik.”  HACCP bukan sekedar pekerjaan di atas kertas dan tanggung jawab seseorang. Hal tersebut diungkapkan dalam Pelatihan HACCP untuk Industri Jasa Boga angkatan ke 2, yang diselenggarakan oleh SEAFAST Center IPB dan KULINOLOGI INDONESIA (23 s/d 25 April) di Kampus IPB Bogor.   Lilis menjelaskan tahapan aplikasi HACCP yang dimulai dari penyusunan rencana; implementasi; monitoring, evaluasi, dan audit; serta review hasi evaluasi monitoring dan audit.  Namun demikian  Lilis mengingatkan, sebelum penerapan HACCP terdapat prasyarat yang perlu dipenuhi, diantaranya adalah Good Hygienic Practices (GHP).  @hendryfri

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...