Kompetisi Khusus Barista Indonesia





 

Jika mampir ke café atau coffee shop, biasanya akan ada orang yang membuatkan pesanan kopi. Dialah yang disebut barista. Barista adalah seseorang yang bekerja dibelakang layar sebuah coffee shop, menyajikan baik minuman dingin ataupun minuman panas yang terbuat dari kopi. Saat ini seiring munculnya café dan coffee shop di Indonesia, profesi barista pun mulai dilirik.

Sebagai wujud penghargaan terhadap profesi barista, hadirlah event IBC (Indonesian Barista Competition) yang sudah menyelenggarakan event kali ketiganya. Untuk kesempatan kali ini, Indonesia mendapatkan persetujuan untuk mengirimkan pemenang Indonesian Barista Competition ke tingkat internasional yang akan di selenggarakan di Melbourne, Australia.

Seperti yang dijelaskan oleh Veronica Herlina selaku Ketua Panitia Indonesian Barista Competition, “Sebelumnya kita sudah sering menyelenggarakan kompetisi yang sama namun belum bertaraf nasional.” Seiring perjalanannya, IBC terus menunjukan peningkatan peserta dan kualitas pertandingannya.

Dalam menjaring peserta, dilakukan babak eliminasi di lima kota besar di Indonesia, yaitu Bali, Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. Setiap kota akan tersaring 30 orang untuk masuk ke babak grand final. Khusus untuk Jakarta dipilih 60 orang, “Di Jakarta saat ini sudah banyak sekali cafe, coffee shop  maupun restoran yang menyediakan kopi sehingga kita khususkan untuk kota Jakarta hingga 60 orang,” tambahnya.

Dalam kompetisi ini, satu orang barista disediakan waktu selama 45 menit untuk menyajikan karya mereka. Selama waktu itu harus bisa menyajikan 4 espresso, 4 cappucino dan 4 signature drink yang boleh menggunakan apa saja selain alkohol. “Saat ini tidak hanya profesi sebagai barista yang sedang di gandrungi, tetapi produk kopinya pun sedang meningkat,” terangnya.

Kopi yang digunakan peserta dibebaskan oleh panitia namun pada saat presentasi harus menyebutkan kopi apa yang digunakan, darimana asalnya dan alasan mengapa menggunakan kopi jenis itu. Peserta yang mengikuti kompetisi ini pun diikuti oleh beragam orang, “Peserta yang ikut kompetisi ada yang perorangan, dari hotel, café hingga hanya pecinta kopi saja,” ujarnya.

Penilaian dilakukan berdasarkan rasa kopi yang dihasilkan, kebersihan saat bekerja, pemakaian peralatan apakah sesuai dan efektif dan cara mempresentasikan kopi buatannya. “Ada beberapa peserta yang mampu menjelaskan dengan bahasa inggris sehingga Indonesia bisa dikatakan siap untuk event internasional,” tambahnya.

Satu peserta akan dinilai oleh tujuh orang juri. Saat grand final 50% juri akan didatangkan dari luar negeri dan 50% juri dalam negeri. Hampir 90% peserta menggunakan kopi Indonesia, nantinya akan dipilih 3 peserta yang akan dikirim ke luar negeri untuk mengikuti kompetisi internasional. Adi  

Artikel Lainnya

  • Ags 02, 2019

    Bahan Pangan Pembentuk Rasa Umami

    Awalnya, manusia hanya mengenal empat rasa dasar, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Namun sejak seratus tahun yang lalu telah ditemukan komponen rasa dasar kelima, yakni umami. Untuk lebih mempermudah mendeskripsikan rasa umami, sering digunakan istilah ‘gurih’. Keberadaan umami sangat penting dalam menciptakan rasa yang enak. ...

  • Ags 02, 2019

    Peluang Bisnis Pasta di Industri Kuliner Indonesia

    Tren kuliner sangat mudah masuk dan berkembang dari satu negara ke negara lain akibat banyak faktor, salah satunya pertukaran budaya. Semakin berkembangnya dunia kuliner juga menjadikan para pelaku industri ini saling berlomba-lomba menghadirkan inovasi dari tren-tren yang ada. Menggabungkan masakan dari luar negeri dengan bahan-bahan khas negeri sendiri sudah banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu masakan khas negara lain yang dipadu-padankan dengan ingridien khas nusantara ialah olahan pasta.    Terdapat berbagai macam olahan pasta, seperti lasagna, fettucine, makaroni keju, dan spagheti. Meskipun olahan pasta ini disukai hampir semua golongan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun masih jarang pelaku bisnis kuliner menengah ke bawah yang menyediakan menu pasta.    “Olahan pasta di kalangan masyarakat kita dianggap sebagai masakan yang mewah, mahal, pembuatannya ribet, sehingga minim penjual. Padahal kenyataannya, pembuatan olahan pasta cukup mudah, harga bahan-bahannya juga cukup terjangkau dan pastinya mudah didapatkan. Selain itu, olahan pasta bisa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dengan menambah bahan-bahan yang kita punya, seperti spagheti rasa kari dan rendang, makaroni tuna, dan sebagainya,” terang Pasta Expert, Chef Ade Rachmat dalam Pelatihan Usaha Kuliner Pasta yang diselenggarakan oleh Indofood, bertempat di Bogor pada 1 Agustus 2019.   Pelatihan Usaha Kuliner Pasta ini sudah diadakan sejak 1 Juli lalu dan berakhir pada hari ini (1/8), dengan menghadirkan 34 peserta yang bergerak dalam bidang kuliner untuk mengikuti pelatihan memasak olahan pasta secara gratis.    Meskipun terbilang cukup mudah, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam mengolah pasta. “Terdapat beberapa hal penting dalam mengolah pasta agar menjadi olahan yang istimewa, antara lain cara memasak, tingkat kematangan, proses penirisan, penyimpanan pasta kering, dan penyimpanan pasta matang harus diperhatikan. Selain itu, pilih bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan biaya, namun tentunya tidak boleh mengesampingkan kualitas. Bahan-bahan yang dirasa cukup mahal bisa disubtitusi dengan bahan lain yang memiliki funsgi sama namun lebih terjangkau,” jelas Ade. KI-37 ...

  • Ags 01, 2019

    Tips Menurunkan Penggunaan Garam

    Penggunaan garam secara berlebihan berpotensi mendatangkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.  Pembatasan asupan garam tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan, di antaranya: i) memodifikasi penggunaan garam dapur, menggunakan bumbu dan rempah-rempah seperti seledri, daun bawang, daun salam, untuk meningkatkan cita rasa masakan tanpa harus menambah garam; ...

  • Jul 31, 2019

    Cara Bijak Mengonsumsi dan Menyiapkan Menu Berbasis Daging

    Mengonsumsi daging diusahakan tidak setiap hari untuk menghindari penumpukan lemak jenuh dan kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi daging harus diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi daging sebaikya berganti-ganti antara daging sapi dan ayam (unggas). Sebagian ahli mengatakan daging putih lebih sehat daripada daging merah. Daging yang dimasak secara matang lebih mudah dicerna dibandingkan daging setengah matang.   ...

  • Jul 30, 2019

    Ragam Kondimen Pendamping Masakan Daging

    Selain bumbu yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masakan, juga terdapat bahan-bahan yang menjadikan masakan tersebut kurang lengkap jika tidak menggunakannya. Bahan-bahan tersebut ialah kondimen, yang merupakan bahan makanan yang berjumlah sedikit dan berfungsi sebagai pelengkap maupun penyerta hidangan. ...