Memilih Bahan Baku Seafood yang Aman





 

 

 

Produk dari laut, seperti ikan, kerang, udang dan cumi memang dikenal memiliki kualitas gizi yang cukup baik.  Selain itu, rasanya juga cukup nikmat.  Sehingga tidak aneh, jika penggemar seafood cukup banyak. Namun demikian, patut diingat nilai gizi yang tinggi dan raza yang lezat akan menjadi tidak berguna jika ternyata keamanan produknya bermasalah.  Apalagi seafood tergolong dalam pangan yang mudah rusak (perishable).  Oleh sebab itu, industri jasa boga harus memberikan perhatian secara khusus dalam pemilihan, penyimpanan, dan penanganan produk-produk berbasis seafood.  Berikut adalah beberapa tips yang dianjurkan oleh US Food and Drug Administration (USDA, 2012) dalam memilih bahan baku seafood:

 

 

 

 

Ikan atau udang

 

Bahan baku merupakan kunci yang menentukan hasil akhir, termasuk untuk seafood.  Oleh sebab itu, pilihlah ikan, cumi, atau kerang berkualitas terbaik.  Perhatikan display dan penyimpanannya.  Pastikan seafood tersebut tarjaga dalam rantai dingin.  Beberapa ciri kualitas yang masih baik adalah

 

1.       Aroma masih segar dan lembut.  Tidak berbau amis, asam, atau seperti ammonia

 

2.       Mata ikan jernih dan sedikit menonjol

 

3.       Daging agar keras dan mengkilap, serta insang yang merah cerah.  Selain itu, pastikan tidak ada lendir di sekitarnya.

 

4.       Warna fillet ikan tidak pudar, gelap, atau kering

 

5.       Ketika daging ditekan, akan segera kembali ke bentuk semula

 

6.       Untuk udang, dagingnya terang dan cerah serta tanpa bau

 

7.       Jika memiliki indikator suhu pada kemasannya, cek selalu untuk memastikan penyimpannya telah pada suhu yang tepat.

 

 

 

 

Shellfish

 

Berikut adalah beberap tips memilih oyster dan kerang lainnya:

 

1.       Lihat sertifikat pendukung yang berisi informasi seputar kerang tersebut

 

2.       Jangan pilih kerang yang cangkangnya pecah atau rusak

 

3.       Lakukan ketukan pada cangkangnya.  Pilih kerang yang menutup jika diketuk

 

4.       Untuk kepiting dan lobster, pastikan masih hidup.  Karena mereka akan cepat rusak ketika telah mati.

 

Frozen seafood

 

Pembekuan merupakan salah satu cara untuk memperpanjang umur simpan produk laut.  Namun demikian, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerusakan produk beku tersebut.  Berikut adalah tips memilih frozen seafood:

 

1.       Jangan beli produk beku yang kemasannya sudah rusak

 

2.       Jangan pilih produk beku yang disimpan di atas garis beku atau freezer case

 

3.       Jangan pilih kemasan yang telah memiliki kristal es, karena bisa jadi produk tersebut telah disimpan terlalu lama atau mengalami pembekuan kembali.  K-09

 

 

 

 

Referensi

 

US Food and Drug Administration. Fresh and Frozen Seafood, Selecting and Serving it Safely.  http://www.fda.gov/food/resourcesforyou/consumers/ucm077331.htm didownload pada 18 Februari 2013.

 

Artikel Lainnya

  • Jun 26, 2019

    Efek Konsumsi Lemak Trans terhadap Kesehatan

    Lemak trans ialah semua isomer geometrik dari asam lemak tidak jenuh tunggal dan asam lemak tidak jenuh jamak yang tidak terkonjugasi, dipengaruhi setidaknya oleh satu kelompok metilen, dengan ikatan rangkap karbon-karbon dalam konfiurasi trans. Lemak trans ini dapat terbentuk secara alami dalam bahan pangan serta selama proses pengolahan pangan pada temperatur yang sangat tinggi (proses deodorisasi dan penggorengan) dan melalui reaksi hidrogenasi. ...

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...