Gelato vs Es Krim




 

Selama ini, banyak yang beranggapan bahwa gelato adalah es krim Italia.  Namun nyatanya keduanya berbeda.   Hal tersebut diungkapkan oleh Chef Roberto Lobrano dari Gelato University Italia.  “Gelato bukan es krim, karena berbeda dari segi ingridien dan proses pengolahannya,” ungkapnya di booth Lotus Food Services dalam Pameran Food and Hotel Indonesia (10/04) di Jakarta International Expo Kemayoran. 

Dari segi komposisi, Roberto menjelaskan bahwa kandungan lemak gelato lebih  rendah dibandingkan es krim.  “Gelato bersifat lebih ringan dibandingkan es krim, karena kandungan lemaknya berkisar 3-10%.  Sedangkan es krim mencapai 10-30%,” tuturnya.  Selain itu, nilai over run gelato hanya berkisar 25-45%, es krim mencapai 60-110%.

Sedangkan gula dalam gelato berjumlah 14-24%.  “Ingridien ini sangat penting, karena selain memberikan rasa, gula juga dapat berperan sebagai anti freezing agent,” ujarnya.  Selain itu, ditambahkan pula milk solid non fat (7-11%) dan padatan lainnya (0.5%).

Secara proses, terdapat tiga tahapan utama dalam pembuatan gelato.  Menurut Roberto, tahap pertama adalah pencampuran bahan cair.  Kemudian diikuti dengan pemberian flavor pada campuran tersebut.  Tahap terakhir adalah memasukkannya kedalam mesin. 

Tidak membutuhkan waktu lama untuk proses pembuatannya.  Hanya dalam beberapa menit, gelato yang nikmat sudah siap untuk disantap.  @hendryfri

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...