Makna Tumpeng dalam Upacara Siraman





 

Siraman adalah merupakan salah satu bagian dari serangkain upacara adat sebelum melangsungkan pernikahan. Dalam ritual warisan nenek moyang ini mengandung banyak falsafah di dalamnya. Tiap langkah pada prosesi siraman bermakna agar para calon pengantin membersihkan diri dan hati sehingga semakin mantap untuk melangsung pernikahan esok harinya.

Upacara siraman ini diawali dengan memasangkan blektepe (anyaman daun kelapa) yang dilakukan oleh kedua orang tua calon pengantin, tuwuhan, pencampuran air dari 7 sumber,  potong rigmo, pecah kendi, bopongan, jual dawet, pemotongan tumpeng, hingga melepas ayam dere (dara). Semua prosesi ini menyimbolkan pengharapan agar kedua calon pengantin memiliki kemantapan untuk berumah tangga, kematangan pemikiran, dan kelak memiliki kemakmuran, kesejahteraan dan kebahagiaan dalam kehidupan barunya.

Salah satu yang menarik dalam upacara ini adanya tumpeng dan jual dawet. Setelah prosesi siraman selesai, kedua orang tua calon pengantin melakukan prosesi jual dawet. “Makna jual dawet diambil dari dawet  yang berbentuk bundar, diartikan sebagai lambang kebulatan kehendak orang tua untuk menikahkan anaknya,” tutur Tati Prihanggodo, dari Purusatama Wedding Organizer. Bagi orang yang akan membeli dawet tersebut harus membayar dengan kreweng (uang-uangan dari tanah liat). Kreweng tersebut menunjukkan bahwa kehidupan manusia berasal dari bumi. Ibu bertugas melayani pembeli, sedangkan ayah yang menerima pembayaran. Hal ini mengajarkan kepada anak mereka yang akan menikah tentang bagaimana mencari nafkah, bahwa sebagai suami istri harus saling membantu.

Setelah jual dawet, dilakukan pemotongan tumpeng yang selanjutnya akan disuapkan kepada calon pengantin. Tumpeng dalam upacara ini dinamakan tumpeng kuat, pada umumnya tumpeng berwarna kuning yang melambangkan kejayaan. Namun, pada upacara siraman ini tumpeng yang digunakan berwarna putih yang berisi telur sebagai simbol agar kelak pasangan pengantin ini mudah mendapatkan keturunan, lalu ada urap sayur sebagai pengharapan agar selalu disayang seluruh keluarga, ayam yang diartikan kedua pasangan ini mampu mandiri dan mencari nafkah sendiri, dan lodeh kluwih yang disimbolkan untuk seseorang yang berjiwa besar serta memiliki pemikiran yang lebih mantap. “Di akhir acara, calon pengantin wanita yang telah berganti busana menerima uang kreweng hasil penjualan dawet dari sang ibu, hal ini melambangkan pengajaran sang Ibu tentang bagaimana hidup mandiri dan mengatur nafkah pada kehidupan perkawinan,” tambah Tati.  Suapan terakhir dan cium sayang dari kedua orang tua merupakan akhir dari rangkaian acara siraman adat Jawa ini. Kiki

Artikel Lainnya

  • Jun 26, 2019

    Efek Konsumsi Lemak Trans terhadap Kesehatan

    Lemak trans ialah semua isomer geometrik dari asam lemak tidak jenuh tunggal dan asam lemak tidak jenuh jamak yang tidak terkonjugasi, dipengaruhi setidaknya oleh satu kelompok metilen, dengan ikatan rangkap karbon-karbon dalam konfiurasi trans. Lemak trans ini dapat terbentuk secara alami dalam bahan pangan serta selama proses pengolahan pangan pada temperatur yang sangat tinggi (proses deodorisasi dan penggorengan) dan melalui reaksi hidrogenasi. ...

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...