Inovasi Bumbu Instan Masa Kini





 

Di zaman yang sudah berkembang seperti sekarang ini, masyarakat berlomba-lomba menciptakan inovasi dengan produk-produk yang kreatif. Indonesia yang bisa dikatakan sebagai gudangnya makanan enak pun tidak mau kalah, dengan banyak beredarnya bumbu instant siap pakai dengan rasa makanan asli Indonesia. Rasa yang didapatkan akan sama dengan rasa aslinya namun dengan pengolahan yang lebih sederhana.

Atas dasar itu lah Bamboe mencoba peruntungannya di dunia bumbu instant tanah air. “Kita berasal dari Surabaya, maka dari itu varian bumbu kita masih dalam lingkup makanan jawa, namun kedepannya kita akan mengembangkan makanan dari seluruh Indonesia, walaupun saat ini fokus lebih ke makanan jawa,” jelas Riadi Waluyo selaku Marketing Vice President dari Bamboe saat dijumpai dalam pameran pertanian, pameran pengemasan dan pameran makanan dan minuman di Makassar, Sulawesi Selatan 15 Maret lalu.

Bumbu instan saat ini lebih sering digunakan kalangan umum, “Saat ini memang lebih banyak dikonsumsi oleh masyarata umum, kedepannya kita mencoba mengembangkan ke industri, sebagai contohnya ada industri popcorn yang menciptakan popcorn rasa kari yang menggunakan bumbu dari kita,” tambahnya.  Selain itu banyak warung kecil hingga besar banyak yang menggunakan bumbu rawon mereka.

Banyak orang yang mengatakan bahwa kota Makassar saat ini merupakan pintu gerbang menuju Indonesia timur. Maka dari itu Bamboe ingin mencoba memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat kota Makassar dan secara umum ke penduduk Indonesia bagian timur. “Secara umum, produk kita sudah masuk ke dalam pasar swalayan yang tersebar di seluruh Indonesia,” timbalnya.

Dengan bumbu utama hanya bawang merah dan bawang putih, pengguna produk Bamboe 70% rumah tangga dan 30% warung atau kios lainnya. “Beberapa warung menggunakan produk kita, namun dipadukan dengan bumbu buatan mereka sendiri, supaya rasanya lebih keluar,” jelasnya. Asal mula nama Bamboe dimulai ketika mencari kata yang seirama dengan kata Bumbu, maka diambilah kata Bamboe agar mudah diingat.

“Saat ini terdapat 5 jenis varian yang banyak orang suka, yaitu rawon, rendang, soto ayam, kari dan gulai. Dengan rawon paling menjadi favorit orang-orang,” tambahnya. Sesuai dengan namanya yaitu bumbu instan, dalam penggunaaannya pun sangat sederhana, tinggal menyiapkan saja bahan makanan yang diperlukan lalu ditambahkan bumbu tersebut maka makanan tersebut siap disantap.

Selain mengikuti pameran seperti ini, Bamboe juga sering mengadakan demo masak dengan tata cara pembuatannya hingga menjadi makanan yang siap saji. Salah satu produk terbaru mereka adalah bumbu Balado. “Kita membuat bumbu varian baru sesuai dengan banyaknya permintaan konsumen terhadap varian tertentu, namun membutuhkan percobaan-percobaan lainnya agar menjadi bumbu yang benar-benar otentik,” tambahnya. Terlebih makanan dan minuman di kota Makassar ini memang memiliki potensi untuk terus berkembang. Adi 

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...