Belajar Konsep Makan




 

Saat ini banyak orang mengganggap makanan yang berada di sekitar merupakan makanan yang sudah tidak menyehatkan lagi dan tidak aman untuk dikonsumsi, oleh karena itu tak jarang orang yang selektif pada makanan yang mereka konsumsi. Dengan latar belakang tersebut De Chef Culinary Center Bogor mengadakan Healthy Cooking Class yang menghadirkan Arief T. Nur Gomo sebagai narasumber.  Dalam Cooking class yang diadakan pada Sabtu (16/03 ) lalu peserta tidak sekedar diajarkan bagaimana cara memamasak makanan sehat, tapi juga diajarakan bagaimana makanan tersebut memberikan asupan gizi yang cukup dengan rasa yang enak.

Dalam seminar singkatnya, Arief menjelaskan tentang healthy food concept yang meliputi nutritious, tasty dan right amount, “Nutritious disini menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi sebagai zat pemberi energi, zat pembangun dan zat pemelihara tubuh. Sedangkan tasty berarti makanan tersebut harus membangkitkan selera makan, dan right amount memiliki arti makanan yang dimakan harus memberikan cukup asupan gizi dan energi sesuai kebutuhan tubuh,” jelas Arief. Selain itu, healthy food concept pun memiliki tiga syarat yang harus ada, yaitu syarat benefit, syarat safety dan syarat estetik. Dalam kesehariannya tubuh manusia membutuhkan asupan zat gizi yang cukup untuk proses metabolisme, zat gizi yang dibutuhkan antara lain karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air dan phytocemicals.

Phytocemicals merupakan zat bioaktif alami yang terdapat pada bahan makanan yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas dalam tubuh. “Salah satu bahan makanan sebagai sumber phytocemical yang baik adalah brokoli,” tutur arief. Sayuran dengan kuntum hijau ini kaya akan vitamin C, dalam 100 g brokoli mengandung vitamin C yang bisa memenuhi 107% dari kebutuhan harian tubuh. Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa brokoli memiliki manfaat untuk tubuh, yaitu sebagai anti inflamasi, antioksidan, anti kanker, dan meningkatkan detoksifikasi. Sebagai anti inflamasi brokoli mengandung senyawa phytocemical golongan flavonol yang disebut kaemferol. Kaemferol memiliki kemampuan untuk mengurangi resiko inflamasi kronis melalui mekanisme kerjanya yang mengurangi dampak alergi yang berhubungan dengan faktor-faktor penyebab inflamasi, seperti senyawa penyebab alergi, kondisi kesehatan yang buruk, kekurangan zat gizi tertentu, penggunaan obat-obatan, dan gaya hidup yang tidak sehat yang dapat menurunkan produksi antibodi.

Cooking class dengan tema Chinese New Year ini memberikan kesempatan pada peserta untuk belajar membuat easy made kung pao chicken dan long yard & broccoli sautéed with honey yang tentu sehat serta mudah untuk dibuat. Kedua masakan tersebut dipilih karena proses membuatnya mudah dan bahan dasarnya mengandung brokoli yang memiliki sejuta manfaat untuk tubuh. Kiki

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...