Jus Markisa, Favorit Oleh-oleh dari Makassar





 

Berbicara tentang kota Makassar, banyak sekali kuliner lokal baik makanan dan minuman yang dapat dicicipi, namun Makassar juga terkenal dengan buah markisanya. Markisa, buah yang memiliki biji dan rasa asam ini jika diolah menjadi sari buah atau minuman tentunya akan menghadirkan rasa segar.

 

Atas dasar itu lah Global Sejahtera Bahagia ingin mengembangkan produk dari buah markisa yang asli dari Makassar. Saat itu produk yang dihasilkan adalah minuman sari buah yang siap diminum dan sirup markisa. “Namun kedepannya kita tidak menutup kemungkinan membuat produk markisa lainnya seperti jelly, permen serta dicampurkan jenis jus lainnya,” jelas Max Tjipta Raharja selaku manajer dari Global Sejahtera Bahagia saat ditemui di Pameran Sinar Agri, Food & Packaging Expo di Makassar 15 Maret 2013 lalu.

 

Setiap orang yang menyukai jus buah-buahan atau sesuatu yang manis pastin akan menyukai sari buah markisa ini, karena markisa yang digunakan berbeda dari markisa lainnya. “Markisa yang kami gunakan diambil dari daratan rendah, dan memiliki warna keunguan dan memiliki cita rasa yang kuat jika dibandingkan dengan markisa dari daratan tinggi,” tambahnya.

 

Saat ini yang menjadi sasaran produk markisa Global Sejahtera Bahagia ini adalah dijual di toko-toko, namun jika ada kesempatan tentunya akan merambah ke area lain seperti restoran atau cafe. Produk markisa yang baru berusia kurang lebih 3 tahun ini ingin lebih mendekatkan diri kepada pengunjung pameran Sinar Agri, Food & Packaging ini, “kami ingin memasarkan dan memperkenalkan lebih jauh produk kami bahwa saat ini Makassar memiliki produk olahan buah markisa baru,” terangnya.

 

“Keunggulan produk kami adalah tidak menggunakan pemanis buatan, melainkan murni dari buah markisa itu sendiri,” tambahnya. Produk sari buah siap minum dapat bertahan hingga 6 bulan dan produk sirup markisa dapat bertahan hingga 9 bulan karena terdapat jumlah gula yang banyak yang merupakan pengawet alami.

 

Perbadingan untuk penjualan sari buah siap minum dan sirup, sirup lebih menjadi favorit. Pelanggan dapat membuat pesanan khusus jika ada yang ingin membeli sari buah nya saja. “sari buah tersebut tidak dijual secara umum, namun jika ada pelanggan yang ingin memesan, kami bisa menyediakannya, dalam 1 kilogram buah markisa dapat menghasilkan sari buah sekitar 20% nya saja karena masih terkandung kulit dan biji buah markisa tersebut,” tutupnya. Adi 

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...