Hidangan Berkualitas dari Secondary Cut





Regional Innovation Workshop adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh MLA. Acara ini diikuti oleh executive dan banquet chef di Asia Tenggara dan Cina. Sebelumnya acara serupa diadakan di Malaysia dan Singapura, tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah. Workshop yang berlangsung selama dua hari ini (28 Februari-1 Maret 2013) diikuti oleh lebih dari 30 peserta, 12 diantaranya merupakan executive chef dari hotel di Indonesia.

Tahun ini MLA memfokuskan pada tren terbaru di bidang banqueting,  yaitu penggunaan secondary cut dari daging sapi (beef) dan domba muda (lamb) Australia serta teknik memasak Sous Vide. “Tujuan dari workshop ini adalah mempersiapkan banquet dengan sukses dan dengan biaya yang lebih rendah namun memberikan profit yang lebih tinggi,” tutur Isye Iriani, Marketing Manager MLA pada press conference yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta pada Kamis kemarin (28/2).

“Di Indonesia 90% hidangan steak berasal dari prime cut, sedangkan di Australia steak yang berasal dari secondary cut sudah populer,” tambah Isye. Dengan berkonsep Explore, Experiment dan Experience, acara ini juga merupakan suatu bukti inovasi baru kepada industri daging sapi. Pada workshop tersebut, MLA mengundang Australian Master Butcher, yaitu Barry Lloyd untuk memberikan training teknik pemotongan secondary cut dan juga memberikan informasi mengenai inovasi-inovasi yang dibuat dari potongan non-loin yang telah diaplikasikan. Selain itu, hadir juga Richmond Lim, Executive Chef The Kuala Lumpur Convention Centre yang mengajarkan teknik memasak sous vide.

“Di workshop ini masing-masing peserta akan diberikan kesempatan untuk langsung mempraktekkan sendiri teknik pemotongannya (hands-on workshop). Sehingga para peserta yang telah mengikuti workshop ini bisa menerapkan langsung pada anak buahnya,” tutup Isye. K-15

Artikel Lainnya