Eksotisme Makanan Asia





Setiap negara di belahan dunia memiliki keunikan gaya hidup. Mulai dari fashion, bahasa, dan budaya hingga cita rasa masakan. Misalnya saja negara-negara di Asia memiliki ciri khas rasa, jenis bumbu, dan bahan-bahan makanan hingga pengolahan yang berbeda.
Eksotisme makanan Asia terletak pada penggunaan bumbu-bumbu yang melimpah.

Ciri khas kuliner Asia disebabkan oleh budaya tradisional yang dimiliki, seperti cara memasak, kebiasaan makan, dan resep-resep warisan. Masing-masing memiliki ciri khas bumbu seperti kecap, garam, dan rempah-rempah. Bahan-bahan makanan yang dimiliki masing-masing negara merupakan karakteristik dari masing-masing resep budaya negara tersebut. Sangat berbeda dengan negara-negara Eropa, hidangan Eropa tidak memerlukan banyak bumbu dan rempah.  Kekhasan dari makanan itu dapat menjadi identitas negara asalnya. Sebut saja Jepang yang sebagian makanannya disajikan dalam keadaan mentah, seperti sushi dan sashimi, dengan melihatnya saja orang sudah tahu makanan tersebut berasal dari Jepang. Berikut ciri-ciri beberapa masakan Asia berdasarkan negara asalnya :

Cina
Berbicara tentang makanan Cina, sepertinya negara tirai bambu ini salah satu negara Asia yang makanannya terkenal di penjuru dunia, seperti bebek peking dan dimsum. Cina merupakan negara yang sangat menjaga budanyanya, sehingga setiap budaya termasuk makanannya banyak dikenal di negeri luar. Sebagain besar masakan Cina dimasak dengan cara cepat dan umumnya bercitarasa gurih serta berminyak, bumbu yang tak pernah tertinggal dalam masakan Cina ialah Acar Szechuan, bumbu five spice, arak, kecap asin, jamur kuping, jamur hioko dan seledri. Berdasarkan kekhasan citarasanya makanan Cina terdiri dari empat wilayah :

 

1. Cina Bagian Utara

Wilayah ini memiliki ciri khas makanan yang hambar karena hanya menggunakan bumbu yang mudah, yaitu bawang putih, bawang bombay, jahe, dan garam. Beijing adalah daerah pusat makanan dari wilayah utara dengan makanan populernya, yaitu bebek peking.

2. Cina Bagian Barat

Wilayah barat diketahui memiliki makanan bercitarasa pedas yang berasal dari biji cabai, daerah yang terkenal adalah Sichuan, Guangxi, Hunan, dan Xinjiang. Makanan favorit dari daerah ini adalah Kung Pao Chicken dan Mayi Shangshu.

3. Cina Bagian Timur

Cita rasa makanan daerah ini lebi asam, gurih dan manis, masyarakatnya lebih banyak menggunakan gula, jahe dan cuka beras. Salah satu daerah yang termasuk dalam wilayah ini dalah Shanghai sedangkan makanan yang banyak dijumpai di daerah tersebut adalah beggar’s chicken atau ayam pengemis.

4. Cina Bagian Selatan

Masakan dari wilayah ini lebih berbumbu dan segar, kulinernya berpusat di daerah Guangdong yang memiliki olahan hasil laut dan sayuran yang melimpah ruah. Hidangan khas dari wilayah ini adalah Guangdong kaoya, yakni bebek panggang dengan bumbu yang kental.
Jepang
Negara yang terkenal dengan bunga sakuranya ini memiliki ciri khas makanan serba mentah atau raw food. Sushi, sashimi, shabu-shabu, sukiyaki, dan tempura adalah sederetan makanan Jepang yang populer di negara lain, termasuk di Indonesia. Masyarakat Jepang memiliki bumbu khas yang selalu digunakan dalam masakan mereka, seperti dashi (kaldu) yang dibuat dari konbu, ikan, dan jamur shitake ditambah miso dan shoyu. Masakan Jepang mempunyai perbedaan dengan masakan negara lain, yaitu makanan Jepang sama sekali tidak menggunakan bumbu berupa rempah-rempah dari biji-bijian atau penyedap yang mengandung biji, seperti merica dan cabai. Selain itu, masakan Jepang juga tidak menggunakan bumbu yang berbau tajam seperti bawang putih.

Thailand
Sama seperti Cina dan Jepang, kuliner negeri gajah putih ini sudah banyak ditemukan di Indonesia Masakan ini terkenal dengan rasa asam dan pedas yang pas dengan lidah orang Asia. Rasa asam dan pedas menjadi ciri khas hidangan Thailand. Disamping itu, masakan Thailand juga memiliki perpaduan rasa manis, asin dan gurih. Rempah dan bumbu yang digunakan dalam kuliner Thailand hampir sama dengan Indonesia, sebut saja serai, lengkuas, jahe, ketumbar, cabai, merica, lada hitam, saus tiram, kecap manis, kecap asin, chili sauce. Sedangkan untuk dedaunan negara ini lebih banyak menggunakan daun ketumbar dan daun kemangi. Tidak hanya itu, hidangan Thailand juga sering ditambahkan kecap ikan atau nampla sebagai penyedap. Rasa asin kecap ini sangat kuat, dipadu dengan aroma ikan yang juga kuat.

Indonesia
Saat ini hidangan Indonesia mulai merambah dunia luar, makanan Indonesia identik dengan rempah-rempah yang beragam dan bersantan. Hampir semua bumbu dan rempah ada di setiap masakan Indonesia, seperti pada rendang, rawon, gulai, opor, dan soto. Bumbu yang biasa digunakan pada masakan Nusantara ini adalah jahe, lengkuas, bunga pekak, jinten, lada, terasi, asam kandis, asam gelugur, kayu manis, adas, jeruk nipis, jeruk limau. Bumbu yang berjenis daun juga lazim digunakan dalam masakan Indonesia, seperti daun kunyit, daun jeruk purut, daun salam, dan daun kemangi. Yang lebih menggugah selera lagi masakan Indonesia selalu disajikan dengan sambal pendamping.

Vietnam
Masakan Vietnam mempunyai ciri khas tersendiri, kulinernya dipengaruh oleh Perancis dan China yang menjajah negara ini. Pengaruh China sangat kental terlihat dari pemakaian mie, sedangkan pengaruh Perancis dapat ditemukan pada pemakaian roti Perancis yang dijual sebagai snack yang dikukus maupun dibakar. Hidangan negara ini memiliki cita rasa gurih dan sedikit asin, hal ini disebabkan oleh penggunaan saus ikan yang disebut Noucham. Noucham merupakan saos hasil fermentasi anchovy beraroma khas berwarna coklat pekat dan berasa asin. Makanan yang sangat favorit sebagai sarapan pagi, yaitu Pho, sejenis sup dari mie dengan campuran daging sapi berbumbu khas yang ditaburi dengan daun bawang, daun mint dan dimakan dengan Noucham.

 

India
Salah satu keragaman budaya India adalah kekhasan kulinernya, India memang kental dengan budayanya, seperti tarian dan upacara adat. Agama dan budaya berperan besar dalam perkembangan kulinernya, sebagian besar masyarakat India tidak memakan daging sapi hingga cenderung vegetarian, hal ini disebabkan oleh agama yang dianutnya, yaitu Hindu. Makanan pokok orang India adalah beras,  atta (tepung gandum utuh), dan kacang-kacangan, seperti lentil, kacang arab, dan kacang hijau.  Hidangan India pun khas dengan aroma rempah-rempah yang tajam, rempah yang sering dipakai dalam masakan India adalah cabai, jintan putih, kunyit, jahe, kayu manis, dan biji sesawi hitam. Selain itu, negara ini pun terkenal dengan bumbu siap pakai yang selalu dibubuhi hampir di setiap hidangan, yakni garam masala. Garam masala terdiri dari lima jenis rempah, diantaranya jintan, ketumbar, cengkeh, kapulaga, dan kayu manis. Garam masala ditaburkan di atas masakan sewaktu makanan hampir masak agar aroma garam masala tidak hilang. Bumbu lainyang digunakan ialah ghee (sejenis mentega) dan yoghurt.

Lebanon
Masakan Lebanon terkenal sebagai salah satu masakan terenak dari Timur Tengah. Kuliner Lebanon umumnya khas dengan perpaduan antara bumbu, rempah-rempah, sayuran dan potongan-potongan daging. Salah satu yang menjadi ciri khas cita rasa masakan Lebanon adalah rasa asam yang sangat kuat. Hidangan Lebanon yang dijual di Indonesia kadar rasa asamnya dikurangi hingga 50 persen karena untuk menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Makanan yang biasa disajikan sebagai makanan pembuka adalah Mezze yang terdiri dari campuran acar, salad, roti arab, ikan, buah-buahan dan sedikit lemak hewan. Makanan ini termasuk makanan khas Lebanon yang terkenal di dunia.

Turki
Sebagian besar masakan Turki merupakan warisan dari bangsa Utsmaniyah. Meski demikian kuliner negara Turki mempunyai ciri khas tersendiri, yaitu rasa pedas dan manis. Bahan utama  yang terdapat dalam hidangan khas Turki meliputi : domba, daging sapi, ayam, ikan, terong, cabai hijau, bawang, bawang putih, lentil, kacang, dan tomat. Selain itu, kacang-kacangan juga sering menjadi bahan utama, seperti kacang pistachio, almond, chesnut, kenari, dan hazelnut. Untuk menambah cita rasa ditambhakan pula rempah-rempah, seperti  jinten, paprika, lada hitam, peterseli, mint, oregano, dan thyme. Minyak yang digunakan untuk memasak, yakni minyak zaitun, minyak bunga matahari. Selain sayuran warga Turki juga biasa menambahkan buah-buahan dalam masakannya, plum, aprikot, kurma, apel, anggur, dan buah ara adalah buah yang paling sering digunakan, baik segar atau kering, dalam masakan. K-15

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...