Makna 2 Kali Penyaringan pada Minyak Goreng





Dewasa ini ketika mengunjungi pusat perbelanjaan, maka kita akan banyak melihat minyak goreng dengan label “2 kali penyaringan” sebenarnya apa yang dimaksud dengan 2 kali penyaringan tersebut? Setiap produsen minyak goreng banyak yang mengklaim produknya yang paling baik. Misalnya karena mengandung omega 3 dan omega 9, melalui dua kali proses penyaringan, mengandung berbagai vitamin, dan lainnya. Kondisi seperti ini membuat konsumen bingung dalam memilih produk minyak goreng yang baik.

Seperti dijelaskan Prof. Nuri Andarwulan, peneliti di Seafast Center IPB, “Penyaringan merupakan proses akhir pemurnian minyak, minyak kasar melalui tahap pertama di gamming, yaitu penghilangan gam yang mengandung senyawa larut dalam air. Minyak yang telah bebas gam tersebut masuk ke tahapan bleaching. Didalam mesin yang dinamakan bleacher, ditambahkan absorben, yang akan menyerap sebagian zat yang berwarna di dalam minyak kasar  yang telah di gamming, setelah absorben menyerap semua zat yang berwarna, selanjutnya masuk ke tahap deodorisasi, yaitu penghilangan bau yang tidak diinginkan.” Perlakuan ini pula yang dapat membuat minyak menjadi tahan lama.



Selain menghilangkan bau yang tidak diinginkan, proses ini juga dapat menjernihkan minyak. Setelah itu masuk kedalam tahap fraksinasi atau bahasa yang sering digunakan, penyaringan. Tujuan dari penyaringan ini adalah untuk memisahkan dua fase yang terkandung di dalam minyak, yaitu fase cair dan fase padat. Olein merupakan istilah untuk fase cair dan stearin istilah untuk fase padat.



Proses awal dari fraksinasi atau penyaringan adalah kristalisasi, yang merupakan proses dimana minyak diturunkan suhunya sehingga fraksi stearinnya membentuk kristal. Pada suhu tertentu fraksi olein akan berbentuk cair, itulah yang dipisahkan dengan penyaringan, minyak goreng merupakan fraksi olein. Disebut dua kali penyaringan, karena pada tahap fraksinasi tadi dilakukan sebanyak 2 kali, sekali berhasil memisahkan olein dan stearin, lalu olein tadi di fraksinasi kembali, diturunkan kembali pada suhu tertentu, lalu sisa-sisa fraksi padat yang ada di olein akan mengkristal. Maka diperolehlah minyak goreng dengan dua kali penyaringan.



“Sebenarnya produk minyak yang menampilkan bahwa produk mereka dua kali penyaringan atau tidak sama saja. Namun, untuk mendapatkan market yang baik maka diciptakan bahasa dua kali penyaringan tersebut,” tambahnya.  Jika minyak yang hanya dilakukan sekali penyaringan, jika disimpan dalam jangka waktu yang lama akan muncul kabut, itu yang tidak diinginkan konsumen. Konsumen menginginkan produk yang terlihat baik, maka produk dua kali penyaringkan tampak lebih jernih.




Produk minyak goreng yang dihasilkan dengan dua kali penyaringan tampak jernih, terlihat keemasan dan tahan lama selama disimpan dengan baik. Untuk konsumen yang menggunakan produk 1 kali penyaringan masih terdapat asam lemak jenuh yang lebih banyak jika dibandingkan dengan minyak yang 2 kali penyaringan. Sehingga minyak goreng dengan 2 kali penyaringan lebih menyehatkan bagi konsumen karena menghasilkan kolesterol yang baik. Produk yang digoreng dengan asam lemak jenuh yang lebih tinggi menghasilkan produk yang gurih, sedangkan dengan asam lemak jenuh yang lebih sedikit menghasilkan produk yang kurang gurih.


Pilihan kembali ke konsumen, apakah ingin mendapatkan hasil masakan yang gurih namun tidak sehat atau mendapatkan makanan yang sehat namun kurang gurih. “Sebenarnya hanya sebagian kecil saja konsumen yang peduli dengan minyak dua kali penyaringan ini, karena yang lebih mementingkan minyak ini kebanyakan ibu rumah tangga menengah keatas, dan sisanya yang tidak terlalu mementingkan hal tersebut,” tutupnya. K-16

Artikel Lainnya

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...

  • Okt 23, 2018

    Indonesia Kaya akan Kopi Unggul

    Tidak seperti tanaman lainnya, kopi diambil dari tanaman kopi bukanlah diambil dari buah atau dagingnya seperti buah-buahan lainnya melainkan bijinya. Pada awalnya biji kopi tidaklah memiliki aroma yang khas dan menyegarkan. Pembentukan cita rasa dan aroma kopi terjadi saat proses penyangraian (roasting). Reaksi yang berperan pada proses tersebut adalah reaksi Maillard yang merupakan reaksi antara gula pereduksi dan asam amino yang terkandung pada biji kopi.    Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB Prof Dr C Hanny WIjaya dalam Seminar Guru dalam rangkaian kegiatan LCTIP XXVI oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB di Bogor pada 6 Oktober lalu. Faktor yang memengaruhi kualitas flavor kopi yakni faktor pemanenan, penyimpanan, dan penyangraian.    Kelebihan Indonesia adalah memiliki kopi unggulan dari berbagai macam daerah yang telah diakui oleh dunia. Namun sayangnya Indonesia masih belum bisa memanfaatkan kekayaan alam tersebut, terutama masih belum bisa memaksimalkan pengemasan kopi untuk dapat dikonsumsi dengan kualitas terbaik oleh penikmat kopi.   Jenis-jenis kopi yang beredar di pasaran saat ini antara lain yakni green coffee,  dried coffee cherry, roasted coffee, decaffeinated coffee, liquid coffee, dan instant coffee. Untuk dapat menikmati kopi yang ada, maka Hanny menyarankan untuk  minum air putih dahulu sebelum minum kopi, minumlah 2-3 cangkir sehari, penambahan gula dan krim mengurangi citarasa kopi, dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. Untuk mengendalikan kafein dalam kopi, dapat dilakukan brewing dan pressing. K-08 ...