…Wahnya,  The Chocolate Boutique Hotel Mulia Jakarta





Jika berbicara tentang cokelat, bisa dipastikan hampir semua orang menyukainya. Hal itu lah yang membuat Hotel Mulia menciptakan Tim Cokelat yang sangat berbakat dan kreatif dalam mengolah cokelat dengan baik. Pernak-pernik fashion unik yang pernah mereka ciptakan menggunakan bahan-bahan seperti cokelat, permen dan marzipan, sehingga terciptalah The Chocolate Boutique pada bulan Agustus tahun 2008.

Mengapa dinamakan The Chocolate Boutique? Seperti dijelaskan Adeza Hamzah selaku Assistant Director of Communications dari Hotel Mulia Jakarta, “tim cokelat kita yang sangat berbakat dan kreatif ini sering menciptakan kreasi cokelat dalam bentuk seperti tas, sepatu dan produk fashion lainnya, sehingga dipilihlah nama Boutique yang memang memiliki arti tempat berjualan barang-barang fashion”.

Makna dari Kata “boutique” yang berarti “eksklusif” karena semua produk-produk yang ditampilkan The Chocolate Boutique semua dibuat dengan tangan atau hand made dari tim cokelat Hotel Mulia. “Semua cokelat yang di display disini hand made semua. Sehingga memiliki kesan eksklusif”, tambahnya. Target market dari The Chocolate Boutique ini sangat luas, siapapun yang menyukai cokelat, pecinta mode dan penggemar barang-barang unik pasti akan menikmati The Chocolate Boutique.

“Hampir semua orang kenal dan suka dengan rasa cokelat. Cokelat juga bisa diolah dengan berbagai macam campuran makanan serta dapat dibentuk dan dikreasikan sedemikian rupa, sehingga Hotel Mulia menciptakan The Chocolate Boutique,” jelasnya ketika ditanya mengapa memilih cokelat untuk dikembangkan. Selain itu, manfaat dari cokelat yang sangat beragam menjadi salah satu pertimbangan, dengan kandungan antioksidan yang terdapat dalam cokelat dapat berguna bagi kesehatan.

Salah satu pelayanan menarik yang juga ditawarkan The Chocolate Boutique ialah Cake Decor dimana para konsumen bebas menentukan sendiri bentuk dan variasi cokelat yang diinginkan untuk menghiasi kue yang mereka pesan. “Mau dibuat sebesar apa dan hiasan seperti apapun bisa dibuat disini,” ungkap Adeza. Saat ini The Chocolate Boutique hanya tersedia di Hotel Mulia Jakarta saja. “Saya belum mendapat kabar untuk membuka gerai The Chocolate Boutique lain, meskipun saat ini Hotel Mulia Bali telah dibuka,” jelasnya.

 “Kami memiliki ruang khusus yang dinamakan ‘Chocolate Room’, di dalam ruangan tersebut suhu ruang diatur secara presisi pada 16-180Ckarena jika melebihi suhu tersebut cokelat akan meleleh dan dapat menimbulkan minyak yang akan sulit untuk digunakan. Jika terlalu dingin pun cokelat akan mudah membeku dan mempersulit proses pengerjaannya,” terang Adeza. Cokelat yang dihasilkan dibiarkan mengeras secara alami maka dari itu untuk special order membutuhkan waktu 3-7 hari tergantung dengan tingkat kesulitannya.  Adi

The Chocolate Boutique
Ground Floor Hotel Mulia Senayan
Jl. Asia Afrika Senayan
Jakarta 10270
Tlp. 021 5747777

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...