Berbagi Pengalaman Manis Bersama deChocola





Manisnya rasa cokelat banyak memberikan inspirasi kepada banyak orang untuk memberikan cokelat kepada orang yang dikasihi, bisa dengan keluarga atau teman terdekat. Hal itu yang melatar belakangi pendirian deChocola, dimana deChocola membuat cokelat yang dapat dibuat di rumah oleh seorang ibu dengan anak-anaknya dan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di dapur.

deChocola mulai berdiri sejak bulan September tahun 2009 dengan mengambil nama Chocola yang diambil dari singkatan dari bahasa Belanda yaitu Chocolade. “Karena masalah patent, kami tambahkan ‘de’ di depannya,”jelas Yoko Sulistio selaku owner. Tagline dari deChocola “Sweet Moments with DeeDee” sesuai dengan konsep dari outletnya yang ingin menampilkan kesan girlie dengan warna pink yang dominan. Logo deChocola adalah dua anak perempuan yang terinspirasi dari putri-putrinya.

Menu andalan dari deChocola adalah cokelat pick and pack, yaitu bermacam-macam cokelat yang dipadukan dengan berbagai macam bahan lain seperti kacang, permen, blackpepper dan lemon, kismis, kopi, bahkan abon dan cabai kering. “Cokelat itu dibuat tanpa cetakan dan disajikan berupa patahan, para konsumen dapat memilihnya dalam toples dan menimbangnya sendiri,” jelasnya. Namun seiring berjalannya waktu banyak konsumen ingin yang lebih praktis, sehingga diciptakan dalam bentuk chocolate bar dengan ukuran dan berat tertentu.

Dengan latar belakang pembuatan produk cokelat deChocola adalah cokelat rumahan, selain Pick and Pack atau Chocolate bar, terdapat satu lagi produk andalan dari deChocola. “Kami juga membuat ramuan cokelat dan gula yang dibentuk seperti es lilin untuk campuran susu panas, nantinya cokelat stick itu dicelupkan ke dalam susu panas sampai leleh dan jadilah susu cokelat yang nikmat.” tambahnya.

Untuk menjaga kekonsistenan mutu dari cokelat yang dihasilkan, deChocola selalu memakai bahan baku dari pabrik yang sama sejak deChocola berdiri. Apabila ada bahan yang diperlukan kosong, seperti Sunflower Seed atau Macademia maka deChocola memutuskan untuk tidak memproduksi cokelat yang menggunakan bahan tersebut dahulu. “Kami lebih baik tidak memproduksinya dulu daripada mengganti dengan supplier lain yang mungkin berbeda kualitasnya,” Pungkasnya.

dalam proses pembuatan cokelat selama ini tidak pernah menghadapai hambatan yang berarti, namun yang sering menjadi kendala adalah proses pengiriman kepada customer terutama yang keluar kota. Cokelat sangat sensitif dengan suhu yang naik turun. “Kami mengantisipasinya dengan menggunakan ice gel dan foam box saat pengiriman dan selalu mengunakan jasa pengiriman yang satu hari tiba di tujuan untuk mencegah kerusakan pada produk cokelatnya,” terang Yoko. K-16

deChocola Homestyle Chocolates
Grand Indonesia, West Mall LG Fl. Foodhall
Jl. M.H. Thamrin No.1, Jakarta
Tlp. 021-34194263
Hp. 0858 88331046
Email. custservice@dechocola.com

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...