Suryakencana, Gudang Kuliner Bogor yang Tersohor





Menyusuri Jalan Suryakencana Bogor seperti terlempar ke masa lalu. Jejeran rumah-rumah tua yang kini berubah fungsi menjadi toko menghiasi jalan yang tidak terlalu lebar ini. Lokasinya berada di tengah kota, dan mudah dijangkau. Menghabiskan waktu di Bogor jika tidak mengunjungi Jalan Suryakencana belum ‘klop’ rasanya. Mengapa? Karena di kawasan ini banyak dijumpai berbagai makanan khas Bogor, seperti laksa, toge goreng, soto mie, bir kotjok, combro, soto koneng alias soto bogor, asinan, manisan, dan ngohiang.

Kawasan pecinaan Kota Bogor ini memang tersohor akan kuliner legendarisnya. Ada lebih dari 100 pedagang makanan yang ada di sepanjang Jalan Suryakencana hingga Gang Aut, mulai dari kaki lima hingga restoran berlomba-lomba menawarkan berbagai hidangan khas Bogor.  Tidak hanya makanannya yang legendaris, para penjualnya pun merupakan penjual yang sudah berpengalaman selama berpuluh tahun. Uniknya, beberapa jajanan di tempat ini tidak bisa ditemukan di tempat lain. Berikut adalah beberapa kuliner yang bisa ditemukan di sepanjang jalan Suryakencana dan Gang Aut :

Toko Roti De Paris
Toko roti ini sudah berdiri lebih dari 15 tahun lalu, tampilan toko yang sederhana ini menjual berbagai roti dan kue. Menariknya, disini dijual roti yang berbahan dasar talas. Salah satu umbi yang terkenal di kota hujan ini disulap menjadi penganan yang enak.  Semua roti yang berasal dari talas berwarna ungu, seperti roti tawar, roti isi talas, dan pia talas. Selain roti yang serba talas, De Paris juga menyediakan berbagai kue khas negeri tirai bambu, diantaranya kue mochi dan kue nastar taiwan.

Laksa
Hidangan berkuah kuning yang ini merupakan kuliner yang wajib dicicipi, sepintas makanan ini hampir menyerupai soto namun yang membedakan adalah penggunaan oncom. Isi laksa terdiri dari bihun, toge, lontong, dan oncom. Setelah semua bahan isi ditata dalam mangkuk, kemudian disiram dengan kuah kuning yang berisi kelapa  parut, lalu ditaburi dengan kelapa sangrai dan daun kemangi. Daun kemangi membuat hidangan ini beraroma khas dan kelapa sangrai menghasilkan rasa gurih dan manis. Agar rasa yang dihasilkan gurih dan manis, maka kelapa  yang digunakan harus kelapa setengah tua.

Toge goreng
Sama seperti laksa, hidangan yang satu ini pun patut dicoba jika berkunjung ke Bogor. Meskipun tidak ada satu bahan pun yang digoreng, namun makanan ini dinamakan toge goreng. Bahan dasar pembuatan toge goreng yaitu toge dan mie basah. Mula-mula toge dan mie di blanch sampai lembut, lalu disajikan dengan lontong dan disiram dengan saus tauco yang rasanya khas. Penyajian toge goreng ini dilengkapi dengan kecap dan sambal rawit. Perbedaan yang mencolok dari makanan lain, yaitu pada daun pembungkusnya, toge goreng ini dibungkus dengan daun patat. Daun patat adalah daun yang digunakan sebagai kemasan alami untuk membungkus makanan. Daun patat hampir mirip dengan daun pisang hanya saja berukuran kecil dengan tulang daun (pelepah) yang lentur sehingga dapat dilipat. Toge goreng ‘Gebro’ adalah toge goreng goreng yang sudah terkenal kelezatannya.

Soto Kuning
Salah satu penjaja soto kuning di Suryakencana ini adalah Soto Kuning Pa Yusup.  Soto khas Bogor ini memang khas berwarna kuning dan berisi jerohan, seperti babat, kikil, usus, lidah, limpa, dan otak . Perpaduan antara jerohan dan kuah santan menimbulkan cita rasa yang sempurna. Lengkapi dengan  sambal, kecap manis dan jeruk nipis untuk menambah cita rasa. Karena tersohor akan kenikmatannya, maka soto kuning Pak Yusup ini selalu ramai dikunjungi pelanggan.

Asinan Jagung Bakar
Jika menyusuri Jl. Suryakencana dan singgah di gang kecil yang disebut Gang Aut, anda akan menemukan gerobak yang menjual asinan jagung bakar. Asinan yang satu ini sedikit berbeda dengan asinan yang lain, biasanya asinan berisi campuran buah atau sayur, namun tidak pada asinan ini. Jagung bakar yang dipipil dan mentimun yang dipotong dibumbui dengan gula, garam, dan sambal rawit lalu disiram dengan kuah cuka yang telah dicampur dengan cabe merah.

Bir Kotjok
Selain makanan, minuman legendaris pun tersedia di pusat kuliner ini, salah satunya  yakni es bir kotjok. Walaupun namanya bir tapi minuman ini tidak memabukkan. Minuman yang tebuat dari racikan kayu manis, jahe, gula merah dan gula pasir ini dinamai bir kocok karena berwarna coklat dan bila dikocok mengeluarkan buih menyerupai minuman bir. Sebelum disajikan kepada pembeli, bir ini ditempatkan di sebuah teko aluminium kemudian dicampur dengan es dan barulah di kocok-kocok sampai berbuih. Minuman yang sudah ada sejak tahun 1965 ini rasanya unik karena rasa dingin dan pedasnya jahe bercampur ditenggorokkan.

Es Manisan Pala
Minuman menyegarkan ini terbuat dari manisan buah pala yang dikemas dalam kantung plastik. Buah pala yang diiris tipis berwarna kecokelatan dan renyah saat digigit. Dalam segelas es pala kita bisa menikmati rasa dan wangi buah khas. Di samping es pala di gerobak ini pun tersedia es mangga dan es sirsak, kedua minuman ini juga rasanya tak kalah dengan es manisan pala. Uniknya, gerobak yang menjajakan es manisan ini selalu dipenuhi dengan lebah.

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...