Membuat Jus Wortel Lebih Nikmat & Bergizi



Wortel merupakan salah satu sayuran yang paling popular untuk dibuat jus. Kandungan beta karotennya yang tinggi membuat jus ini banyak diburu konsumen. Menurut Johnson (2003) dalam bukunya berjudul “Phytochemical Functional Foods”, jus wortel merupakan sumber beta karoten, asam askorbat, tokoferol, serat, dan mineral yang baik. Selain itu, dalam jus tersebut juga mengandungsenyawa fenolik dan terpenes, sehingga bila ditambah dengan karotenoid (beta karoten) yang dikandungnya, menjadi sumber antioksidan yang powerful untuk menetralkan radikal bebas.

 

Sayangnya cita rasa jus wortel yang langu membuatnya  tak bisa dengan mudah diterima orang. Untuk menyiasatinya, biasanya jus wortel dipadukan dengan jus buah lain, misalnya dengan jeruk atau tomat atau jenis sayuran lain. Selain untuk memperbaiki rasa, cara ini pun dilakukan untuk memperkuat manfaat dalam wortel.

 

Tren mixing tersebut bahkan telah menjadi tren tidak hanya di industri jasa boga, tetapi juga untuk skala industri pangan. Saat ini sudah banyak dijumpai jus dalam kemasan siap minum versi mixed juice dengan berbagai paduan. Dalam rangka peningkatan fungsionalitas jus wortel, industri pangan juga dapat menambahkan ingridien pangan yang diinginkan. Misalnya, untuk memperkaya serat, ditambahkan inulin; untuk meningkatkan daya antioksidannya, ditambahkan vitamin C atau vitamin E.

 

Permasalahan yang sering dihadapi dalam pencampuran tersebut adalah tampilan jus  yang dihasilkan, yang biasanya diiringi terbentuknya endapan. Jus yang kaya serat endapannya jadi lebih banyak. Endapan ini berasal dari pektin, komponen alami yang terdapat pada buah dan sayuran. Untuk meminimalkannya, industri pangan biasanya menambahkan penstabil atau memperkecil ukuran partikel dengan proses homogenasi.

 

Lalu bagaimana untuk chef di restoran? Jika tidak ingin terbentuk endapan, jenis juicer harus diperhatikan. Sebaiknya memilih juicer yang menghasilkan ukuran partikel sekecil mungkin. Jika menggunakan pulp, sebaiknya menggunakan pulp yang sehomogen mungkin. Permasalahan lainnya adalah berkaitan dengan rasa. Seberapa hebatnya formulasi yang dilakukan untuk memperkaya nilai gizi, jika rasanya tidak mendukung, tentu akan ditolak konsumen. Disinilah dibutuhkan keahlian chef untuk memodifikasi rasa yang disukai konsumen. K-09

Artikel Lainnya

  • Apr 18, 2019

    Tips Memilih Whipped Cream

    hipped cream merupakan krim yang timbul di bagian atas dari susu pada waktu didiamkan atau dipisahkan, sehingga whipped cream juga disebut sebagai ‘kepala susu’.Kegagalan dalam pengolahan whipped cream biasanya ada pada suhu, pengocokan, dan perbandingan air (khusus untuk bubuk whipped cream). “Penggunaan air es dalam pengocokkan bubuk whipped cream sangat penting, karena air es tersebut membantu whipped cream mengembang secara maksimal.  ...

  • Apr 16, 2019

    Bahan-bahan yang mempengaruhi tekstur es krim

    Es krim dibuat dengan cara membekukan campuran susu, lemak hewani atau nabati, gula, dengan atau tanpa penambahan ingridien lain yang diizinkan. Bentuk dan ukuran masing-masing bahan penyusun es krim tersebut sangat menentukan kualitas es krim, terutama tekstur. Tekstur yang diinginkan pada es krim adalah lembut, creaminess (seperti kondisi kaya akan lemak) dan homogen. Sedangkan body yang diinginkan adalah firm dengan substansi padatan yang bersatu dalam bentuk buih/busa. Ketahanan es krim untuk tidak mudah meleleh juga menentukan apresiasi konsumen.   ...

  • Apr 15, 2019

    Costing Menu Honey Blended

    Honey Blended  adalah smoothie yang berbahan dasar raspberry, yoghurt, dan madu. Raspberry merupakan jenis buah yang banyak menyumbangkan manfaat untuk tubuh karena mengandung vitamin C dan magnesium yang cukup tinggi. Dipadukan dengan yogurt maka semakin melengkapi menfaat dari buah ini. ...

  • Apr 15, 2019

    Kenali Perbedaan Alergi Susu dengan Intoleransi Laktosa

    Alergi protein susu dan intoleransi laktosa merupakan dua masalah utama mengapa orang tidak dapat mengonsumsi susu. Perlu diketahui bahwa keduanya merupakan hal yang berbeda, meskipun dapat memberikan gejala yang sama. Alergi susu, biasanya yang berasal dari sapi, timbul akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang menganggap bahwa protein susu yang masuk ke dalam tubuh ialah zat yang berbahaya. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh memberikan respon penolakan dan menghasilkan gejala alergi. Susu sapi mengandung dua jenis protein, yaitu whey dan kasein yang keduanya dapat memicu reaksi alergi.   ...

  • Apr 11, 2019

    Jenis-Jenis Susu dan Kandungan Lemaknya

    Susu sebagai bahan makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sifatnya mudah dicerna dan diserap,sehingga baik untuk dikonsumsi. Susu cair, selain dikonsumsi langsung, juga banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri jasa boga, seperti untuk pembuatan yoghurt, pendamping breakfast cereal, pengganti santan, dan lainnya. Di pasaran terdapat berbagai jenis susu cair. Oleh sebab itu, industri perlu membaca label untuk memilih produk susu yang sesuai dengan kebutuhan. ...