Menerapkan Diet Mediterania untuk Hidup Lebih Sehat





Kehidupan manusia selalu berevolusi, termasuk perubahan pada pola konsumsi masyarakat. Salah satu hal yang terlihat sebagai akibat dari perubahan pola konsumsi manusia adalah kelebihan berat badan sebagai akibat penimbunan lemak dalam tubuh atau yang biasa dikenal dengan obesitas. Dahulu mungkin besarnya tubuh seseorang menunjukkan kemakmuran, namun kini tubuh yang terlampau besar akan mencerminkan besarnya potensi penyakit yang akan diderita oleh yang bersangkutan. 

Selain pola konsumsi yang berubah, hal lain yang menyebabkan terjadinya obesitas adalah semakin banyaknya manusia yang enggan untu bergerak. Menurut pengajar Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta dr. Tirta Prawita sari, M.Sc., Sp.GK, semua orang kini menginginkan kepraktisan sehingga kurangnya gerak yang dilakukan oleh seseorang akan berpotensi penimbunan lemak yang lebih besar.

"Sampai saat ini masyarakat relatif lebih sering membahas masalah kurang gizi ataupun gizi buruk, tanpa mereka sadari bahwa obesitas juga memiliki tingkat masalah yang sama dengan kedua penyakit tersebut," kata Tirta dalam Talkshow seputar hidup sehat dengan minyak zaitun, yang diselenggarakan oleh PT Prambanan Kencana dalam rangka "Fashion & Food Festival 2012" di Kawasan Kelapa Gading Jakarta pada 17 Mei lalu. Dampak yang ditimbulkan dari obesitas, papar Tirta antara lain meningkatnya resiko terserang diabetes melitus dan penyakit jantung koroner. Penyebab kematian di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit tidak menular dan seluruh dunia bermasalah akan hal ini. 

Obesitas tidak hanya menyerang pada orang dewasa namun juga dapat menyerang anak-anak, apalagi saat ini masih banyak orang tua yang menganggap bahwa semakin gemuk anak mereka berarti semakin lucu dan menjunjukkan bahwa anak tersebut tumbuh dengan baik padahal tidak selalu demikian.

Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi ini menguraikan, yang membuat bahaya pada orang yang bertubuh besar adalah timbunan lemak yang ada pada perut, karena hal ini adalah pokok dari segala permasalahan kesehatan. Gaya hidup sehat, jelasnya, dapat diperoleh melalui pengaturan berat badan ditambah pengaturan profil lipid dan tekanan darah dan dengan mengendalikan inflamasi atau peradangan.

Salah satu bentuk gaya hidup sehat, tuturnya, adalah dengan melakukan pola hidup diet mediterania. Cara hidup diet mediterania ini populer di Yunani, Spanyol, dan Italia. Cara hidup seperti ini diyakini mampu menurunkan resiko terserang diabetes melitus dan penyakit jantung koroner. Hal ini disebabkan makanan yang dikonsumsi oleh orang yang bergaya hidup demikian merupakan makanan yang segar, pilihan karbohidrat yang tinggi serat, dan tinggi lemak tak jenuh tunggal.  Makanan sehari-hari bagi yang menganut diet mediterania adalah minyak zaitun, buah, sayur, kacang-kacangan, sereal dan ikan serta red wine. "Minyak zaitun merupakan sumber lemak utama yang tidak mengandung kolestrol akan tetapi dalam mengkonsumsinya tetap harus hati-hati dan tidak berlebihan. Selain itu, minyak zaitun juga tinggi lemak tak jenuh tunggal dan tinggi anti oksidan," jelas Tirta.

Dalam diet Meditarania, konsumsi olive dan minyak olive sangat banyak terutama untuk saus salad, menumis dan pengganti minyak sayur serta mentega. Minyak olive kaya akan asam lemak tak jenuh ganda yang sangat baik untuk jantung.  Obesitas pada perut dapat menyebabkan peradangan yang juga mempengaruhi proses penuaan dan minyak zaitun mampu menurunkan proses peradangan. "Minyak zaitun memang memiliki khasiat yang banyak untuk kesehatan, akan tetapi untuk mendapatkan tubuh yang sehat juga harus diimbangi dengan pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi, dan berimbang pula,"jelas Tirta. 

Ia menambahkan, makanan beragam, bergizi, dan berimbang lebih memberikan pengaruh positif bagi kesehatan dan pertumbuhan manusia bila dibandingkan dengan mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Hal ini disebabkan meskipun sudah mencukupi 4 sehat 5 sempurna apabila komposisinya tidak tepat maka pengaruh positifnya juga tidak dapat dirasakan oleh konsumen. K-35 (dhanty)

Artikel Lainnya

  • Jun 03, 2019

    Peranan Gula dalam Kue Kering

    Gula berperan terhadap sifat sensoris produk kue kering, terutama warna dan tekstur. Warna kue kering ditentukan oleh reaksi maillard yang terjadi selama proses pemanggangan. Gula putih kurang berperan dalam reaksi maillard karena lebih banyak mengandung sukrosa. Untuk lebih mengembangkan warna dan aroma dapat digunakan dark sugar seperti molase, madu, dan gula merah yang memiliki kadar glukosa dan fruktosa lebih tinggi sehingga reaksi maillard dapat berlangsung lebih intensif.   ...

  • Mei 31, 2019

    Ragam Penyajian Ketupat di Berbagai Daerah

    Mengisi selongsong ketupat tidak hanya dari beras. Di wilayah Sumatera Barat dan Sulawesi, ketupat dibuat dari beras ketan putih dan dimasak dengan santan. Ketupat ini mempunyai tekstur yang lebih liat dan citarasanya lebih gurih. Di Sumatera Selatan, ada beberapa yang membungkus beras ketannya dengan daun pandan, sehingga aromanya jauh lebih wangi. Lauk-pauk pendamping ketupat pun banyak macamnya, umumnya juga disesuaikan dengan makanan khas di daerah masing-masing. Contohnya, di Pulau Jawa, ketupat dimakan bersama opor ayam, sambal goreng hati, dan sayur godog, sedangkan di Sumatera, masyarakatnya lebih senang menyantap ketupat dengan rendang daging dan sayur labu yang pedas. Penyajian ketupat berikut, bisa jadi ide untuk menjamu tamu saat lebaran nanti. KETUPEK BAREH Ketupat ini banyak dibuat di daerah Sulawesi dan pesisir barat Sumatera Utara (Sibolga). Terbuat dari beras putih yang dibungkus dengan daun kelapa muda, kemudian direbus dengan santan supaya gurih. Biasa dihidangkan bersama sambal kelapa dan asam padeh ikan. KETUPEK SIPULUT Besarnya seperti ketupat pada umumnya. Terbuat dari beras ketan putih, yang bagian luarnya dilumuri santan kental. Jadi, isi ketupatnya sedikit lunak. Banyak dibuat di Sumatera Barat. Sedangkan di pesisir barat Sumatera Utara, ketupat ketan dibuat lebih kecil dan disangrai setelah direbus matang, sehingga hasilnya lebih kering dan tahan lama. Ketupat ini biasa disajikan bersama tapai ketan hitam atau rendang. KETUPAT PALAS Ketupat ketan yang dibuat dengan menggunakan daun palas sebagai bahan kulitnya. Bentuknya segitiga dan dimasak dengan santan. Banyak dibuat di daerah Kalimantan. Biasa disajikan bersama rendang, serundeng, serta kuah kacang. KETUPEK KATAN KAPAU Ketupek katan dari Kapau (Padang) ini berukuran kecil. Ketan dibungkus dengan daun kelapa muda, lalu direbus dengan santan. Ketupat ketan biasanya dimakan langsung sebagai hidangan penutup, atau bisa juga disandingkan dengan lauk pedas, seperti itik cabai hijau dan rendang. KETUPAT GLABED Ketupat dari beras khas Tegal, disajikan bersama iga kuah santan dan satai kerang. Tampilan kuah iga mirip seperti opor, berwarna kekuningan berkat penggunaan kunyit sebagai salah satu bumbunya. Makin enak menyantap ketupat glabed dengan taburan kerupuk mi, bawang goreng, dan minyak cabai. KETUPAT KANDANGAN Ketupat ini berasal dari Desa Kandangan, di wilayah Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Ketupat berkuah santan berisi ikan gabus panggang. Aroma khas ikan yang dipanggang mempercantik rasa kuah. Makin sedap menyantap ketupat kandangan ditemani sambal ulek dari tomat dan terasi. KETUPAT SAYUR PADANG Pilihan sayurnya, bisa sayur nangka muda atau sayur daun pakis, yang dimasak gulai. Atau bisa juga dikombinasikan keduanya saat penyajian. Tak ketinggalan, rendang atau telur balado lengkap dengan kerupuk merahnya, menjadi pendamping yang pas menikmati ketupat sayur ini. LAKSA KETUPAT Selain dimakan bersama sayur berkuah santan, versi lain ketupat Betawi, disandingkan dengan laksa. Kuah laksa dibuat dari campuran bumbu dan rempah yang cukup banyak, mulai dari bawang, cabai, lengkuas, jahe, kencur, temu mangga, kunyit, merica, ketumbar, jintan, dan kelabat. Ditambah lagi teri medan, kelapa parut sangrai, dan ebi kering juga turut ‘memeriahkan’ kuah laksa. Tak heran, bumbu dan bahan yang ramai ini membuat kuah laksa terasa begitu sedap. KI-37   ...

  • Mei 30, 2019

    Tren Buka Puasa di Luar Rumah

    Berbuka di luar rumah memang telah menjadi tren, terutama bagi kaum muda. Di samping untuk memilih menu yang lebih beragam, tren berbuka bersama teman-teman dekat atau pun teman lama untuk menjalin kembali silaturahmi juga meningkatkan permintaan terhadap restoran, terutama yang secara khusus memberikan paket atau menyediakan hidangan Ramadan. Hal tersebut tentu menjadi peluang pelaku usaha restoran maupun kafe untuk berlomba-lomba menyediakan menu dan tempat yang cocok untuk berbuka puasa. ...

  • Mei 28, 2019

    Kue Apem: Makna Tradisi dan Religi, serta Manfaatnya

    Lebih dari sekadar simbol religi dan tradisi, apem mewariskan teknologi pengolahan pangan berupa fermentasi tradisional. Teknologi fermentasi merupakan proses bioteknologi paling tua yang melibatkan peran mikroorganisme untuk meningkatkan karakteristik sensori produk. ...

  • Mei 28, 2019

    Olahraga yang Dianjurkan ketika Berpuasa.

    Olahraga merupakan gaya hidup sehat yang hendaknya rutin dilakukan dengan frekuensi 3-5 kali semiggu selama satu jam tergantung jenis olahraganya. Ketika berpuasa, olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang tingkatannya sedang, misalnya jalan cepat baik outdoor maupun di atas treadmill. ...