Konsumsi Daging Merah Cegah Penyakit Kelainan Darah



Meat & Livestock Australia (MLA) menggelar acara yang bertajuk “Chef Creation for the Love of Australian Beef” pada tanggal 13-15 April lalu yang berlangsung di kawasan Downtown Summarecon Mall Serpong, Tangerang. Acara ini menghadirkan chef ternama, diantaranya Chef Vindex Tengker, Chef Stefu Santoso dan Chef Arnold Purnomo. Ketiga chef tersebut mengkreasikan masakan berbahan dasar daging sapi, mulai dari tumis daging hingga steak. Dalam demo masaknya para chef juga memberikan tips bermanfaat pada pengunjung yang hadir, seperti cara memilih daging yang benar sesuai pengolahannya, cara menyimpan daging dan beberapa teknik pengolahan daging. Para pengunjung mall bisa langsung menyaksikan, mencicipi sekaligus bertanya tentang pengolahan daging sapi. Selain itu, para pengunjung pun bisa membeli kreasi menu-menu yang seluruhnya menggunakan daging sapi Australia, di stan makanan yang dibuka setiap hari selama acara berlangsung.

Selain demo masak dan stan makanan, dalam acara ini pun diadakan talkshow yang menghadirkan narasumber dari IPB, yaitu Dr. Irma Isnafia Arief. Dalam talkshow-nya ia menjelaskan bahwa mengonsumsi daging merupakan hal yang sangat penting karena kandungan gizi dalam daging dapat mencegah timbulnya anemia. Heme merupakan zat besi pada daging merah yang dapat mencegah anemia. “Zat besi pada daging merah dapat diserap seluruhnya sedangkan zat besi yang terdapat pada sayuran hanya dapat diserap 1/3 bagian saja,” tutur Irma. Begitu pula dengan protein, pada daging merah 90% protein diserap secara efektif sedangkan pada sayuran hanya 70% protein yang dapat diserap.

Tidak hanya itu, zat besi dan protein, daging merah pun mengandung Omega 3 dan Vitamin B Kompleks. Omega 3 merupakan asam lemak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan syaraf-syaraf otak terutama pada anak-anak serta mampu melonggarkan peredaran darah. Daging merah lebih banyak mengandung Omega 3 dari pada ikan, kandungan Omega 3 dalam 100 gram daging sebanding dengan 7,9 kilogram ikan. Vitamin B Kompleks yang terkandung pada daging sapi pun dapat mencegah penyakit kelainan darah, seperti Talasemia. Mengingat tingkat konsumsi daging di Indonesia masih sangat minim, yakni lebih dari 10% anak-anak di Indonesia masih mengalami kurang gizi (WHO), maka Irma mengajak untuk mengonsumsi daging merah 3-4 kali seminggu. Kiki

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...