Hasil-hasil Semi Final Chef of The Year 2012 Area Surabaya 





Empat pemenang dari masing-masing tahap semifinal “Chef of the Year” 2012 di Jakarta pada 26 Maret dan Bandung pada 2 April lalu telah diketahui. Untuk area Surabaya, kompetisi semi final Chef of The Year maka digelar pada 9 April lalu. di Kampus Universitas Ciputra, Surabaya. 

“Chef of the Year” 2012 merupakan ajang kompetisi kuliner tingkat nasionalyang diselenggarakan oleh Unilever Food Solutions bekerja sama dengan sekolah tinggi pariwisata dan didukung oleh Indonesia Chef Association (ICA) dan Association of Culinary Proffesionals Indonesia (ACPI). Kompetisi yang berlangsung sepanjang bulan Maret hingga April 2012 ini ditujukan bagi seluruh chef profesional Indonesia baik junior maupun senior yang sedang meniti karir di hotel maupun restoran juga para mahasiswa dari fakultas atau jurusan kuliner. 

Dewan juri dalam ajang kompetisi memasak ini  terdiri dari para chef profesional yang berpengalaman di bidang kuliner, dan telah memilih 20 resep terbaik yang dinilai berdasarkan kreatifitas peserta dalam membuat resep tersebut dan memberikan inspirasi baru dalam pemakaian bahan, porsi yang sesuai juga presentasi dari makanan tersebut.

Para peserta mengikuti berhasil lolos di tahap semi final untuk area Surabaya yakni untuk che senior: Dodik Kurniawan (Java Paragon Hotel & Residence), Umar Shaichan (Hotel Santika),Latif Purnama (Hotel Bumi Surabaya),Nunung (Delicious Food Stylish & Photography), Ari Indramawianto (Resto Nine), Djuli Asmanto (Resto Nine), Agung Dwi Laksono (Java Paragon Hotel & Residence), Agung Susila (Hotel Santika), Bambang Nurianto (Colors Group), dan Febri Pratama (PT Eastern Pearl Flour Mills). Adapun untuk kategori chef junior, pesertanya yakni Zaid Kusnandar (Resto Nine), Claudia Sylvianie (Universitas Ciputra), Gozali (Politeknik Negri Balikpapan), Johardi (STP Trisakti), Yusup Apriyanto (SMKN 4 Mataram),M Bagus Triandono (STP Satya Widya), Muhammad Alwie Rasyid (Djuku Resto Makassar), Irfansyah Wahab (Savory Restaurant),Tri Setyawati (State Univ of Malang), dan Handy Yohanes Raharyo (Universitas Ciputra)


Pada tahap semifinal tersebut, para peserta diberikan waktu 60 menit untuk persiapan, memasak dan menghidangkan kreasi masakannya secara langsung di depan panel juri yang terdiri dari para chef profesional berpengalaman yaitu Chef Stefu Santoso yang mewakili Association of Culinary Professionals Indonesia (ACPI), Chef Widhi Joestiarto yang mewakili Chef dari Unilever Food Solutions, Chef Fahriansyah yang mewakili Indonesian Chef Association (ICA) dan Chef Hari Minantyo yang mewakili Universitas Ciputra.

Dari ajang kompetisi tersebut, “Dewan juri akan memutuskan empat semifinalis yang terdiri dari dua chef junior dan dua chef senior yang memenuhi syarat untuk memasuki tahap akhir atau Grand Final yang akan diadakan di Jakarta pada 23 April 2012 dan berkesempatan untuk menjadi Indonesia  ‘Chef of the Year’ 2012”, jelas Chef Widhi.

Peserta yang berhasil mendapatkan nilai tertinggi pada tahap semifinal area Surabaya itu yakni, untuk kategori chef senior: peringkat pertama Chef Latif Purnama (Hotel Bumi Surabaya) dan peringkat kedua Chef Umar Shaichan (Hotel Santika Surabaya). Untuk kategori chef junior, juara diraih oleh Johardi (STP Trisakti) dan Gozali (Politeknik Negri Balikpapan). Selamat untuk para pemenang! K-08

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...