FINALIS “CHEF OF THE YEAR” 2012 JAKARTA



Empat finalis dari area Jakarta terpilih setelah berhasil membuktikan keahlian memasaknya di depan para juri

Bertempat di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, Jakarta, pada 27 Maret 2012 –  20 chef terbaik area seleksi Jakarta yang terdiri dari 10 chef junior dan 10 chef senior, menunjukkan keahlian memasaknya langsung di depan dewan juri untuk mendapatkan kesempatan ke tahap akhir grand final kompetisi masak paling bergengsi di Indonesia, “Chef of the Year” 2012. Peserta yang berkompetisi di tahap semifinal Jakarta tersebut adalah 20 chef dengan resep terbaik yang terpilih dari 124 resep yang masuk, 70 resep kategori chef junior dan 54 resep kategori chef senior.

Tahap semifinal yang dimulai sejak pagi, dibagi menjadi empat kelompok yaitu dua kelompok chef junior dan dua kelompok chef senior. Para chef secara berkelompok bergantian menunjukkan keahlian memasaknya dengan mengolah resep main course (hidangan utama) yang berbeda dari resep awal yang dikirimkan selama 60 menit dan menyiapkan masakannya dalam tiga porsi, untuk  kebutuhan dicicipi, kebutuhan pemotretan dan kebutuhan pameran.

Setelah peserta selesai memasak, para dewan juri yang tidak lain merupakan chef profesional yang berpengalaman di bidang kuliner yang terdiri dari Chef VindexBrand Ambassador Unilever Food Solutions, Chef WidhiExecutive Chef Unilever Food Solutions ini, Chef Setiyanto selaku perwakilan dari asosiasi chef di Indonesia dan Bondan Pambudi, M.Si.Par – Koordinator Program Internasional STP Trisakti, langsung menilai masakan berdasarkan kreatifitas peserta dalam membuat resep tersebut dan memberikan inspirasi baru dalam pemakaian bahan, porsi yang sesuai juga presentasi dari makanan tersebut.


Peserta yang berhasil mendapatkan nilai tertinggi pada tahap semifinal antara lain:
Kategori chef senior (berpengalaman selama lima tahun atau lebih)

  1. Janes P Siahaan - Grand Hyatt, Jakarta

Menu: Pan Seared Sea Bass, Garlic Pfanni Potato Puree, Snail Ragout, Vegetable Knorr Napoli dan Foie Grass Knorr Demi Glace

  1. Edy Purnawan - Grand Aston City Hall, Medan

Menu: Baked Lamb Chop, Spring Chicken dan Snow Fish dengan Sautéed Baby Kailan, Koro Bean accompanied with Three Flavor of Mash Potato dan mayonnaise berbagai rasa yang disajikan dengan white sauce, cream Napoli dan saus Demi Glace

  1. Fany Hermawan - Rustique Grill & Wine, Immigrant

Menu: Brandy Flambe Quail Two Way

Kategori chef junior (pengalaman di bidang kuliner selama kurang dari lima tahun, maksimal umur 25 tahun)

  1. Risky Hidayah - Park Lane Hotel, Jakarta

Menu: Nuts of Lamb with Artichoke, Broccoli dan Lentil Emultion

  1. Krisanti Mukhsari - The Dharmawangsa Hotel

Menu: Coriander dan Ginger Infused Norwegian Salmon Confit with Fresh Caviar

  1. Devan Tanuwidjaya - Four Seasons Hotel

Menu: Loup De Mer de La Cote Atlantique Contisee a La The de Mediterranean (Slow Oven Baked Snow Fish (Chilean Sea Bass) with perfume infuse of four kinds Mediterranean’s tea, lightly Provencal Vegetables, passionfruit-huckleberry coulis and  Herbs Jasmine Emulsion)

Para pemenang (kategori chef senior dan junior) mendapatkan hadiah sebagai berikut:

  • Juara I: Uang tunai Rp3,000,000 + Biaya perjalanan dan akomodasi selama di Jakarta (untuk grand final)
  • Juara II: Uang tunai Rp2,000,000 + Biaya perjalanan dan akomodasi selama di Jakarta (untuk grand final)
  • Juara III: Uang tunai Rp1,000,000

 

Selanjutnya, tahap semifinal akan diadakan kembali untuk area Bandung pada 2 April 2012, Surabaya pada 9 April 2012 dan Bali pada 16 April 2012. Juara I dan II dari kedua kategori di tiap kota memiliki kesempatan mengikuti grand final di Jakarta, 23 April 2012 dan menjadi chef terbaik dalam Indonesia‘Chef of the Year’ 2012.

 

       
Keterangan gambar:
Para peserta saat menunjukkan keahlian memasaknya.

 

         
Keterangan gambar:
Proses penjurian oleh para dewan juri yang merupakan para chef professional yang berpengalaman di bidang kuliner (Ki-Ka): Chef Setiyanto, Bondan Pambudi serta Chef Vindex dan Chef Widhi.


    
Keterangan gambar:
Juara I tahap semifinal area Jakarta kategori Senior: Janes P Siahaan dari Grand Hyatt, Jakarta dan hasil kreasinya.

 

   
Keterangan gambar:
Juara I tahap semifinal area Jakarta kategori Junior: Risky Hidayah - Park Lane Hotel, Jakarta dan hasil kreasinya.


 

 

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...