Si Manis yang Cantik dalam Popular Sweet Delight





Siapa sih yang tak kenal cup cake, bentuknya yang cantik serta rasanya yang manis membuat orang ketagihan! Mungkin cup cake sudah tidak asing lagi tapi bagaimana dengan whoopie pie dan cake pops?

Dalam rangka meluncurkan produk terbaru, Puratos  mengadakan acara demo yang bertemakan “Popular Sweet Delight”. Acara yang diadakan di Jakarta (2/3) ini Chef Puratos yaitu Chef Herald dan Chef Awal memperkenalkan produk baru dari puratos sekaligus mengaplikasikannya pada hidangan. Pada acara ini puratos memperkenalkan produk terbarunya yaitu Tegral 4Ever Cake yang merupakan premix untuk cake. “Cup cake memang mudah dibuat namun ada kendala yang sering terjadi yaitu kuenya yang mudah mengering, dan untuk mengatasi masalah ini kami menciptakan Tegral 4Ever Cake yaitu premix yang membuat cake lembut dan lembab,” tutur Chef Herald. Tegral 4Ever Cake ini dapat diaplikasikan pada cake atau cookies, namun karena teksturnya lebih padat jadi lebih diutamakan pada cake.  Selain Tegral 4Ever CakePuratos juga memperkenalkan  Tegral Satin Creme Cake, sama seperti 4Ever Cake premix ini juga dijadikan ingredient untuk cake namun bedanya jenis ini memiliki beberapa varian rasa seperti coklat, orange, vanilla dan cappucino. Chef Herald menjelaskan dari premix ini, “Premix ini memiliki self life lebih lama, dapat dikocok secara manual tanpa bantuan mixer, dan lebih stabil. Arti lebih stabil disini yaitu, apabila ditambahkan buah, buah tersebut tidak akan mengendap dibawah seperti pada pengguanaan tepung tradisional. Selain itu, premix ini pun menghasilkan hasil yang lebih lembut dan lembab sehingga cake tetap fresh.”

Whoopie Pie & Cake Pops

Pada kesempatan ini Puratos mendemokan tujuh resep sekaligus, yaitu Colourful Cup Cake, Milky Carrot Cup Cake, Cappucino Addict Cup Cake, Red Velvet & Orange Mango Whoopie Pie, Chocolate Tiramisu Whoopie Pie, Cappucino Caramel Whoopie Pie, dan Cakes Pop. Tentunya kita bertanya-tanya apa whoopie pie dan cake pops itu? Pada segmen ini giliran Chef Awal yang menjelaskan, “whoopie pie adalah makanan yang sedang tenar di Amerika. Cake ini merupakan aplikasi dari burger, namun tidak seperti burger pada umumnya. Whoopie pie merupakan perpaduan antara cookies dan cake lalu diberi filling sehingga penampilannya seperti sandwich.” Chef Awal membuat filling dan topping whoopie pie dengan menggunakan Puratos Cremfil Classic dan Puratos Cremvyt Classic. Sama halnya dengan Whoopie Pie, Cake Pops pun sedang tenar di Amerika. Sekilas Cake Pops ini mirip dengan Loli Pops, namun yang membedakan Cake Pops terbuat dari cake yang dicampur dengan coklat dan margarin lalu disimpan di chiller kemudian dibentuk, diberi candy stick dan dicelupkan dalam coklat serta dihias sesuai selera. Pada Awalnya Cake Pops dibuat untuk memanfaatkan trimming cake, yaitu hasil potongan kue yang biasanya tidak digunakan. Bentuknya yang unik dan rasanya yang enak membuat kehadiran Cake Pops mulai dicari. “Karena menggunakan Belcolade Noir Selection  Cake Pops ini  memiliki rasa real Belgian Coklat, jadi selain Cup Cake, Whoopie Pie dan Cake Pops dapat dijadikan salah satu inspirasi untuk membuka usaha,” ungkap Chef Awal. Ia memberi tips agar Cakes Pop yang dihasilkan sempurna dan tidak mudah lepas, maka usahakan membentuk adonan dalam suhu masih dingin karean pada suhu dingin margarin dapat mengikat coklat.
Kiki

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...