Modernisasi Makanan Padang ala Marco Padang Grill





Jika sedang merasa lapar, menu masakan padang tentu tidak akan salah jika dipilih. Itulah mengapa Marco Padang Grill memilih masakan padang untuk mereka kembangkan. “Makanan padang merupakan makanan yang tidak pernah mati, ketika kita bingung mencari makan, tidak akan pernah salah jika memilih makanan padang maka dari itu kita ingin mengembangkan makanan padang lebih jauh,” jelas Ari Prastowo selaku Public Relation Marco Padang Grill.

Berdiri sejak bulan Desember 2009 dengan nama Marco’s Bofet, namun karena orang sulit menyebutkannya, maka sejak setahun lalu berganti nama menjadi Marco Padang Grill. Nama Marco sendiri diambil dari nama chef mereka, yaitu Marco Muslim. Ia sendiri sudah turun temurun dalam menghasilkan makanan padang yang otentik. Dengan konsep Italian Bistro, Marco Padang Grill ingin menampilkan tempat yang tidak hanya cocok untuk makan saja namun untuk nongkrong pun cocok.

Mengambil tempat di Setiabudi One Building, target konsumen Marco Padang Grill sudah pasti para pekerja, ekspatriat yang bekerja di sekitar Kuningan, Jakarta. Banyak dari mereka yang menyukai makanan padang, namun kurang suka dengan tempatnya. “Mereka kadang kurang suka dengan tempat dan kebersihan rumah makan padang biasanya, maka dari itu kita akomodir mereka di Marco Padang Grill ini,” tambahnya.

Pendapat mereka, para ekspatriat pun sangat menyukai masakan padang ini karena disesuaikan dengan lidah mereka. Selain itu, bumbu yang digunakan pun langsung dibawa dari padang. “Sesuai dengan riset yang dilakukan Chef Marco, makanan yang menggunakan bumbu dari Jakarta dan bumbu dari Padang rasanya berbeda,” lanjutnya.

Menu makanan yang paling sering dipesan adalah rendang hitam. Karena daging rendang tersebut telah dimasak selama 8 jam sehingga bumbunya sangat meresap. Untuk minumannya, ada Kopi Padang dan jus pinang muda. Kopi robusta yang diboyong langsung dari padang. Untuk kedepannya, Marco Padang Grill akan kembali membuka tempat didaerah perkantoran kembali.

Selain menu masakan padang, terdapat pula menu yang disebut Seasonal Menu, yaitu menu-menu yang disesuaikan dengan musim tertentu yang sedang terjadi di Padang. Kapasitas dari Marco Padang Grill mencapai 62 orang dengan jam operasional mulai jam 9 pagi hingga jam 10 malam setiap hari senin hingga minggu. Selain untuk tempat makan, Marco Padang Grill menyediakan layanan untuk gathering, arisan serta catering. Adi

Marco Padang Grill
Setiabudi One 1st floor
Jl. HR Rasuna Said Kav. 62
Kuningan, Jakarta
T elp. 021 5203221

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...