Kurangi Asupan Garam dengan Cara yang Menyenangkan





Hidup di dunia modern yang penuh dengan makanan olahan telah menghadirkan lebih banyak garam dalam asupan harian kita daripada jumlah sebenarnya yang diperlukan oleh tubuh. Hal ini menjadi jawaban dari temuan Electrolux Food Survey 2012 Asia Pasifik yang menyatakan bahwa lebih dari 70% responden di Singapura, Malaysia dan Filipina khawatir atas penggunaan garam dalam masakan rumah.

 

Walaupun garam bermanfaat dalam menambah cita rasa sebuah hidangan, namun seringkali tambahan tersebut sebenarnya tidak terlalu diperlukan. “Cobalah untuk mengganti konsumsi makanan favorit dengan makanan yang mengandung kadar garam lebih rendah, seperti keripik kentang yang tidak mengandung garam (un-salted chips) ´┐Żatau lebih baik lagi, ganti keripik kentang dengan kentang rebus atau biskuit sayuran. Seiring dengan waktu, indera perasa kita pun akan lebih menikmati makanan yang memiliki rasa alami dan mengandung sedikit garam,” tutur Arlisa Ardhiani selaku Product Marketing Manager Floor Care & Small Domestic Appliances PT Electrolux Indonesia.

Berikut adalah beberapa tips untuk menambah cita rasa makanan sembari mengurangi kadar garamnya:

Kurangi Garam dalam Menu Harian
Jika sudah terbiasa dengan asupan garam yang tinggi dalam menu harian untuk waktu yang lama, mungkin perlu melatih lidah untuk menikmati rasa asli dalam makanan. Namun, kabar baiknya adalah rata-rata orang tidak mampu benar-benar dapat membedakan tingkat keasinan, sehingga indera pengecap seseorang mungkin tidak akan merasakan perbedaannya jika mengurangi asupan garam hingga 25%.

Gunakan pengganti alami
Bumbu dan rempah-rempah yang dihaluskan sendiri seperti oregano dan lada dapat menambah´┐Ż rasa dan aroma dalam resep makanan. Bawang putih yang dicincang, parut atau panggang juga dapat dipotong kecil dan diiris untuk meningkatkan cita rasa makanan. Gunakan lada hitam yang dihaluskan sendiri, bukan lada hitam yang sudah digiling dari toko. Lada hitam yang digiling sendiri memiliki rasa dan aroma yang lebih kaya.

Gunakan bahan makanan yang segar
Gunakan sebanyak mungkin bahan makanan yang segar, karena bahan tersebut memiliki rasa yang paling alami. Makanan olahan mengandung tingkat garam yang tinggi karena garam dapat menyembunyikan rasa yang hambar dari bahan makanan yang kurang segar. Sebaliknya, bahan makanan yang segar tidak memerlukan bumbu yang banyak untuk mendapatkan rasa yang lezat.

Gunakan teknik memasak yang tepat
Teknik slow cooking, pembakaran, dan pemanggangan merupakan tiga teknik memasak yang dapat membantu untuk mengurangi penggunaan garam. Dengan teknik membakar makanan, rasa dan sari pati dari makanan seperti dalam jamur dan steak. Sementara dengan teknik memanggang, dapat mengeluarkan rasa manis dan asin dari sayur dan daging. Sama halnya dengan teknik slow cooking atau memasak dengan pelan yang dapat mengeluarkan keseluruhan cita rasa dalam makanan. K-15

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...